Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

MAKNA IDIOMATIK PADA KOMENTAR DAN UNGGAHAN DALAM MEDIA SOSIAL X: KAJIAN SEMANTIK Rara Riska Aulia; Faras Nabila; Dodi Firmansyah
Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 6 No. 1 (2024): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6734/argopuro.v6i1.9306

Abstract

  This research aims to see the meaning of idioms used by people on social media X. The data in the study came from posts and comments on social media X. The research technique used descriptive qualitative method. The research technique used is descriptive qualitative method. To get the data in this study, data were made to distinguish full idiomatic meaning and partial idiomatic meaning. Through this research, there are 6 data that use full idioms, namely slamming bones, fruit of the hand, wolves in sheep's clothing, looking for face and two-faced. While 5 data were found using partial idioms, namely dead price, pitch black, goat class, wearing greatness and black list. In this study, we can see that many people use words containing partial or complete idioms in their posts or comments. Keywords : semantics, idiomatic Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk melihat makna idiom yang digunakan masyarakat pada media sosial X. Data dalam penelitian berasal dari unggahan dan komentar pada media sosial X. Teknik penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Untuk mendapatkan data dalam penelitian ini dibuatlah data untuk membedakan makna idiomatik penuh dan makna idiomatik sebagian. Melalui penelitian ini, ada 6 data yang menggunakan idiom penuh yaitu banting tulang, buah tangan, serigala berbulu domba, cari muka dan bermuka dua. Sedangkan ditemukan 5 data menggunakan idiom sebagian yaitu harga mati, gelap gulita, kelas kambing, pakai kebesaran, dan daftar hitam. Dalam penelitian ini kita bisa mengetahui banyak masyarakat yang memakai kata yang mengandung kata idiom sebagian ataupun penuh di dalam postingn atau komentarnya. Kata kunci: semantik, idiomatik
MAKNA IDIOMATIK PADA KOMENTAR DAN UNGGAHAN DALAM MEDIA SOSIAL X: KAJIAN SEMANTIK Rara Riska Aulia; Faras Nabila; Dodi Firmansyah
Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 6 No. 1 (2024): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6734/argopuro.v6i1.9306

Abstract

  This research aims to see the meaning of idioms used by people on social media X. The data in the study came from posts and comments on social media X. The research technique used descriptive qualitative method. The research technique used is descriptive qualitative method. To get the data in this study, data were made to distinguish full idiomatic meaning and partial idiomatic meaning. Through this research, there are 6 data that use full idioms, namely slamming bones, fruit of the hand, wolves in sheep's clothing, looking for face and two-faced. While 5 data were found using partial idioms, namely dead price, pitch black, goat class, wearing greatness and black list. In this study, we can see that many people use words containing partial or complete idioms in their posts or comments. Keywords : semantics, idiomatic Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk melihat makna idiom yang digunakan masyarakat pada media sosial X. Data dalam penelitian berasal dari unggahan dan komentar pada media sosial X. Teknik penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Untuk mendapatkan data dalam penelitian ini dibuatlah data untuk membedakan makna idiomatik penuh dan makna idiomatik sebagian. Melalui penelitian ini, ada 6 data yang menggunakan idiom penuh yaitu banting tulang, buah tangan, serigala berbulu domba, cari muka dan bermuka dua. Sedangkan ditemukan 5 data menggunakan idiom sebagian yaitu harga mati, gelap gulita, kelas kambing, pakai kebesaran, dan daftar hitam. Dalam penelitian ini kita bisa mengetahui banyak masyarakat yang memakai kata yang mengandung kata idiom sebagian ataupun penuh di dalam postingn atau komentarnya. Kata kunci: semantik, idiomatik
INTERPRETASI VARIASI LEKSIKON UPACARA ADAT DALAM TRADISI MASYARAKAT KAMPUNG NAGA: KAJIAN ETNOLINGUISTIK Nasution, Ayda Nur Haliqa; Putri Sabrina; Faras Nabila; Marsela; Nabilah Maulana
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 1 (2026): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i1.1667

Abstract

Kampung Naga in Tasikmalaya, West Java, is a traditional community known for its commitment to preserving classical values and local wisdom. This tradition is reflected in various traditional ceremonies such as Hajat Sasih, but the linguistic elements or lexicon used are often overlooked and have not been documented. This study aims to identify and describe the lexicons used in Kampung Naga traditional ceremonies. Additionally, it seeks to enrich the study of ethnolinguistics and cultural anthropology with empirical data on the lexicon of traditional ceremonies of the Kampung Naga community. This study uses a descriptive qualitative approach with the main source of data coming from in-depth interviews with guides and traditional leaders in Kampung Naga, who provided information about the types, functions, and cultural values of the lexicon. The results of the study show that there are 16 traditional ceremony lexicons. These lexicons are divided into four types of linguistic units: monomorphemic words (such as lebe and nadran), polymorphic words (such as beberesih and unjuk-unjuk), noun phrases (such as bumi ageung and ijab kabul), and verb phrases (such as membersihkan makam). These lexicon not only function as a means of communication, but also reflect the cultural, spiritual, and environmental values of the local community. This research provides a new perspective with its in-depth focus on the linguistic aspects of traditional ceremonies, which is a significant contribution to the preservation of regional languages and cultures amid the threat of modernization.