Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

ANALISIS SEMANTIK PADA PUISI “MATA AIR” KARYA HERWAN FR Mulda wati; Angga Saputra; Dodi Firmansyah
Basastra Vol 10, No 3 (2021): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bss.v10i3.30155

Abstract

Puisi merupakan ragam sastra yang indah dalam bahasa-bahasanya, keindahannya menggugah jiwa penulis dan pembaca untuk sekadar membaca maupun memproduksi puisi. Bahasa yang tidak sederhana dan penuh makna membuat seseorang sulit memakanai makna sebanarnya di balik bahasa yang indah. Maka dari itu peneliti mengulik makna puisi dengan batasan analisis semantik pada puisi Herwan FR yang berjudul Mata Air. Fokus analisis semantiknya kepada makna-makna dalam semantik seperti leksikal, gramatikal, referensial, dan nonreferensial. Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif kualitatif. Dapat disimpulkan bahwa puisi Mata Air berkisah tentang ditinggalkan seseorang yang sangat istimewa dan merindukan sosok orang tersebut.Kata kunci: Analisis Semantik, Puisi, Mata Air.
THE CONTRIBUTION OF HOUSEHOLD MEMBERS TO FISHERMAN INCOME IN PASAR II NATAL VILLAGE NATAL DISTRICTS MANDAILING NATAL REGENCY NORTH SUMATRA PROVINCE Dodi Firmansyah; Darwis '; Hamdi Hamid
Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Perikanan dan Ilmu Kelautan Vol 4, No 1 (2017): Wisuda Februari Tahun 2017
Publisher : Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study was conducted in May 2016 in Pasar II Natal Village Natal Districts Mandailing Natal Regency North Sumatra Province. The purpose of the research are to identify the types of business of fisherman household members, to analyze the contribution of household members fisherman and the analyze business profitability cultivated by household members fisherman. The research method was used by survey and the determine of respondents by census. The results of this research indicate that activities performed by fisherman household members in Pasar II Natal Village on the fisheries sector and non fisheries. The contributions of household members fisherman given by the fishermen themselves is relatively high at 69.84%, from the fisherman's wife with a contribution of 14.46% which is low, as well as the children of fishermen with a contribution 25.7% were classified as low. Value business profitability cultivated by household members fisherman both wives and children of fishermen all > 25%, so that the business can be said is already profitable, efficient and feasible to be developed.Keywords : Contribution, Fisherman Household Members, Income
MASKULINITAS DALAM NOVEL MILEA: SUARA DARI DILAN KARYA PIDI BAIQ Adelia Wulandari; Dodi Firmansyah
Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya Vol 7, No 2 (2023): JURNAL LITERASI OKTOBER 2023
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/literasi.v7i2.11716

Abstract

Maskulinitas selalu dijelaskan sebagai nilai-nilai yang dapat membangun identitas kelaki-lakian dalam masyarakat dan juga sebagai pembatas tentang nilai-nilai yang bukan feminim. Sehingga, maskulinitas ini menjadi topik yang begitu penting mengenai gender. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan maskulinitas yang terdapat pada tokoh laki-laki dalam novel Milea: Suara dari Dilan karya Pidi Baiq. Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskriptif. Data dalam penelitian ini adalah maskulinitas yang terdapat pada tokoh laki-laki dalam novel Milea: Suara dari Dilan. Sedangkan, sumber data dalam penelitian ini adalah novel Milea: Suara dari Dilan karya Pidi Baiq yang diterbitkan oleh penerbit Pastel Books pada tahun 2016 di daerah Bandung, Jawa Barat dengan tebal 357 halaman. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik membaca dan mencatat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa maskulinitas yang ada di dalam novel Milea: Suara dari Dilan  ini terdapat dalam tokoh Dilan, ayah Dilan, dan teman-teman Dilan. Tetapi yang lebih dominan, maskulinitas ini terdapat pada sosok Dilan. Ciri-ciri maskulinitas yang ditemukan di dalam novel Milea: Suara dari Dilan, diantaranya gambaran dari seorang laki-laki dalam berpenampilan, adanya sifat kekerasan, kepemimpinan, keberanian, keteguhan hati, ketegasan yang ada di dalam diri tokoh-tokohnya. Tetapi, ciri-ciri maskulinitas yang lebih dominan yang terdapat di dalam novel Milea: Suara dari Dilan adalah sifat kekerasan dan keteguhan hati yang dimiliki oleh tokoh laki-laki.
Analisis Makna Konotatif dalam Kumpulan Puisi Museum Kehilangan Karya Wawan Kurniawan Marsela; Putri Yulyanti; Dodi Firmansyah
Metakognisi Vol 7 No 1 (2025): Metakognisi
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Babunnajah Pandeglang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57121/meta.v7i1.295

Abstract

Makna konotatif adalah makna tambahan yang mengandung nilai rasa dalam sebuah teks. Penelitian ini menganalisis makna konotatif dari 17 puisi dari kumpulan puisi Museum Hilang karya Wawan Kurniawan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif, karena hasilnya disajikan dalam bentuk narasi, bukan angka. Fokus penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan makna konotatif yang terkandung dalam kumpulan puisi "museum hilang" karya Wawan Kurniawan. Denzin dan Lincoln (dalam Ahmadi, 2014:14) berpendapat bahwa penelitian kualitatif memiliki fokus multimetodis, termasuk pendekatan interpretatif dan naturalistik untuk materi pelajaran. Hasil penelitian ini adalah penemuan 22 makna konotatif dari 17 puisi yang dianalisis. Makna konotatif memiliki makna tambahan yang dipengaruhi oleh unsur nilai rasa yang berasal dari respons emosional individu. Berdasarkan penjelasan di atas, untuk itu, peneliti menyarankan kepada pembaca untuk memahami makna konotasi yang terkandung dalam puisi, tidak hanya itu, pembaca juga perlu memahami gaya bahasa yang digunakan oleh penulis dalam karya sastra tersebut.
MAKNA KONOTATIF CERPEN “TEMAN KENCAN” DALAM BUKU CORAT- CORET DI TOILET KARYA EKA KURNIAWAN Siti Hanina Nur Syahidah; Dimas Abdul Rasyid; Dodi Firmansyah
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 10 No. 04 (2024): Volume 10 No. 04 Desember 2024 In Press
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v10i04.4622

Abstract

Penelitian ini menganalisis makna konotatif dalam cerpenyang berjudul “Teman Kencan” karya Eka Kurniawan, yang terdapat dalam kumpulan cerpen Corat-Coret di Toilet. Cerpen ini mengisahkan seorang pemuda idealis yang merasakan kehancuran hidup dan kesepian setelah menggulingkan pemerintahan yang korup. Penelitian ini bertujuan untuk menggali makna konotatif yang tersembunyi dalam cerita, dengan fokus pada berbagai jenis konotasi yang menggambarkan konflik batin, emosi, serta pengalaman tokoh utama. Melalui pendekatan semantik, penelitian ini mengidentifikasi enam jenis konotasi dalam cerpen ini: konotasi tinggi, konotasi ramah, konotasi berbahaya, konotasi tidak pantas, konotasi tidak enak, dan konotasi keras. Hasil analisis menunjukkan bahwa penggunaan kata-kata dengan konotasi tertentu berperan penting dalam menggambarkan kedalaman karakter dan perasaan tokoh utama. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya pemahaman pembaca tentang pentingnya makna konotatif dalam karya sastra dan memberikan kontribusi bagi kajian semantik dalam sastra Indonesia. Kata Kunci: Semantik, Makna Konotatif, Cerpen Teman Kencan.
MAKNA IDIOMATIK PADA KOMENTAR DAN UNGGAHAN DALAM MEDIA SOSIAL X: KAJIAN SEMANTIK Rara Riska Aulia; Faras Nabila; Dodi Firmansyah
Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 6 No. 1 (2024): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6734/argopuro.v6i1.9306

Abstract

  This research aims to see the meaning of idioms used by people on social media X. The data in the study came from posts and comments on social media X. The research technique used descriptive qualitative method. The research technique used is descriptive qualitative method. To get the data in this study, data were made to distinguish full idiomatic meaning and partial idiomatic meaning. Through this research, there are 6 data that use full idioms, namely slamming bones, fruit of the hand, wolves in sheep's clothing, looking for face and two-faced. While 5 data were found using partial idioms, namely dead price, pitch black, goat class, wearing greatness and black list. In this study, we can see that many people use words containing partial or complete idioms in their posts or comments. Keywords : semantics, idiomatic Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk melihat makna idiom yang digunakan masyarakat pada media sosial X. Data dalam penelitian berasal dari unggahan dan komentar pada media sosial X. Teknik penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Untuk mendapatkan data dalam penelitian ini dibuatlah data untuk membedakan makna idiomatik penuh dan makna idiomatik sebagian. Melalui penelitian ini, ada 6 data yang menggunakan idiom penuh yaitu banting tulang, buah tangan, serigala berbulu domba, cari muka dan bermuka dua. Sedangkan ditemukan 5 data menggunakan idiom sebagian yaitu harga mati, gelap gulita, kelas kambing, pakai kebesaran, dan daftar hitam. Dalam penelitian ini kita bisa mengetahui banyak masyarakat yang memakai kata yang mengandung kata idiom sebagian ataupun penuh di dalam postingn atau komentarnya. Kata kunci: semantik, idiomatik
MAKNA IDIOMATIK PADA KOMENTAR DAN UNGGAHAN DALAM MEDIA SOSIAL X: KAJIAN SEMANTIK Rara Riska Aulia; Faras Nabila; Dodi Firmansyah
Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 6 No. 1 (2024): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6734/argopuro.v6i1.9306

Abstract

  This research aims to see the meaning of idioms used by people on social media X. The data in the study came from posts and comments on social media X. The research technique used descriptive qualitative method. The research technique used is descriptive qualitative method. To get the data in this study, data were made to distinguish full idiomatic meaning and partial idiomatic meaning. Through this research, there are 6 data that use full idioms, namely slamming bones, fruit of the hand, wolves in sheep's clothing, looking for face and two-faced. While 5 data were found using partial idioms, namely dead price, pitch black, goat class, wearing greatness and black list. In this study, we can see that many people use words containing partial or complete idioms in their posts or comments. Keywords : semantics, idiomatic Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk melihat makna idiom yang digunakan masyarakat pada media sosial X. Data dalam penelitian berasal dari unggahan dan komentar pada media sosial X. Teknik penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Untuk mendapatkan data dalam penelitian ini dibuatlah data untuk membedakan makna idiomatik penuh dan makna idiomatik sebagian. Melalui penelitian ini, ada 6 data yang menggunakan idiom penuh yaitu banting tulang, buah tangan, serigala berbulu domba, cari muka dan bermuka dua. Sedangkan ditemukan 5 data menggunakan idiom sebagian yaitu harga mati, gelap gulita, kelas kambing, pakai kebesaran, dan daftar hitam. Dalam penelitian ini kita bisa mengetahui banyak masyarakat yang memakai kata yang mengandung kata idiom sebagian ataupun penuh di dalam postingn atau komentarnya. Kata kunci: semantik, idiomatik
Tindak Tutur Ilokusi pada Podcast “Supaya Sembuh dari Trauma” oleh Raditya Dika dan dr. Jiemi Ardian : Penelitian Eka Dwi Sasmita Putri; Nurfalida; Haura Zhafira Nur Azizah; Dodi Firmansyah; Dase Erwin Juansah
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i2.3435

Abstract

This study aims to analyze the form and function of illocutionary speech acts in the podcast "Supaya Sembuh dari Trauma," hosted by Raditya Dika and Dr. Jiemi Ardian. The focus of this research is to understand how language plays a role as a therapeutic communication medium in the trauma recovery process. The research method used was a qualitative descriptive approach. Data were obtained through listening and note-taking of the utterances in the podcast conversations, then analyzed using Searle's speech act theory, which includes five categories: assertive, directive, expressive, commissive, and declarative. The analysis revealed nine utterances containing illocutionary elements: two assertive utterances that function to convey information, three directive utterances that serve to request or inquire, two expressive utterances that indicate the speaker's feelings, one commissive utterance containing a statement of commitment, and one declarative utterance that establishes a decision. These findings indicate that directive and assertive speech acts are the most dominant forms because they play a role in building empathy, conveying education, and encouraging listener engagement. Thus, the use of language in this podcast not only serves as an informative tool but also has social and psychological dimensions that support the communicative healing process of trauma.
Analisis Makna Denotasi dan Konotasi dalam Postingan Meme di Akun Instagram @dpm_untircoy Aunia, Ismi; Fahada Naina Hakim; Siti Aulia Hamidah; Dodi Firmansyah; Dase Erwin Juansah
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 8 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v8i1.8893

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya penggunaan meme sebagai bentuk komunikasi dan ekspresi sosial di media digital, khususnya di kalangan mahasiswa. Meme tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga menjadi medium untuk menyampaikan kritik, sindiran, dan pandangan terhadap realitas kehidupan kampus. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis makna denotasi dan konotasi dalam postingan meme akun Instagram @dpm_untircoy dengan menggunakan teori semiotika Roland Barthes. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan data berupa teks dan gambar dari sepuluh meme yang diunggah pada Agustus—Oktober 2025. Teknik yang digunakan ialah teknik simak, sedangkan analisis data dilakukan dengan metode padan ekstralingual menggunakan teknik Pilah Unsur Penentu (PUP) dan Hubung Banding Membeda (HBM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa meme-meme tersebut merepresentasikan berbagai realitas sosial mahasiswa, yakni (1) tekanan akademik, (2) budaya menunda tugas, (3) perbedaan perspektif antara mahasiswa baru dan lama, (4) kritik terhadap birokrasi kampus, serta (5) ekspresi psikologis mahasiswa. Meme menjadi sarana komunikasi visual yang mencerminkan cara berpikir, emosi, dan budaya mahasiswa di lingkungan kampus.
ANALISIS LINGUISTIK FORENSIK TERHADAP UJARAN KEBENCIAN NETIZEN PADA KOLOM KOMENTAR INSTAGRAM KAESANG PANAGREP DAN ERINA GUDONO TAHUN 2024 Anggi Bela Komara; Aceng Hasani; Dodi Firmansyah
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 3 (2025): Volume 10 No3 September, 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i3.28328

Abstract

This study uses a case study method with a qualitative approach. The objectives are to (1) describe the forms and meanings of hate speech by netizens in the comment sections of Kaesang Pangarep and Erina Gudono’s Instagram accounts in 2024, and (2) analyze the language units of hate speech in relation to legal provisions based on the Criminal Code (KUHP) and the Law of the Republic of Indonesia Number 19 of 2016 concerning Information and Electronic Transactions (UU ITE). The data sources are comments on the Instagram accounts of Kaesang and Erina that contain hate speech, as well as books, journals, and relevant studies to support the analysis. Data collection instruments include documentation through screen capture, literature review, reading, and note-taking. To ensure data validity, triangulation was used. This study examines linguistic features of hate speech in the Instagram comment sections of Kaesang Pangarep and Erina Gudono during August to October 2024 using a forensic linguistic approach. The analysis focuses on morphophonemic elements, syntactic units, lexical and grammatical meanings, and the context of utterances, offering a comprehensive linguistic perspective. The findings show that the forms of hate speech include insults, defamation, incitement, and the spread of false information. In terms of linguistic structure, the grammatical units found consist of words, phrases, clauses, and sentences. These elements reflect how hate speech is constructed and delivered in digital discourse. The results also demonstrate the relevance of forensic linguistic analysis in identifying potential legal violations related to language use in social media platforms.