Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

NILAI TOLERANSI BERAGAMA DALAM AL-QURAN: STUDI KOMPARATIF PENAFSIRAN KLASIK DAN KONTEMPORER Ujang Mimin Muhaemin
Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 9 No 02 (2024): Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/at.v9i02.7664

Abstract

Dalam lima tahun terakhir, Indonesia mengalami peningkatan kasus intoleransi yang kerap kali mengatasnamakan agama. Berdasarkan laporan tahunan dari Setara Institute, angka intoleransi beragama di Indonesia masih mengkhawatirkan, terutama dalam bentuk diskriminasi terhadap kelompok minoritas, penolakan pembangunan tempat ibadah, serta aksi kekerasan terhadap kelompok tertentu. Pada tahun 2023 terdapat 217 peristiwa dengan 329 tindakan pelanggaran kebebasan beragama/berkeyakinan (KBB). Angka tersebut naik signifikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya yaitu 175 peristiwa dengan 333 tindakan. Fenomena ini semakin menguatkan urgensi studi tentang nilai-nilai toleransi. Artikel ini membahas nilai toleransi beragama dalam Al-Qur'an dengan pendekatan studi komparatif antara penafsiran klasik dan kontemporer. Melalui analisis terhadap tafsir ayat-ayat yang berkaitan dengan kerukunan antaragama, artikel ini menggali pandangan para ulama klasik seperti Ath-Thabari, Ibnu Katsir, dan Al-Qurthubi, serta perbandingannya dengan ulama kontemporer seperti Buya Hamka dan Quraish Shihab. Dengan menelusuri metodologi dan konteks sosial yang melatarbelakangi penafsiran mereka, penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan bagaimana nilai toleransi dalam Al-Qur'an dapat direinterpretasikan dalam konteks modern, serta kontribusi pemikiran mereka dalam menciptakan kerukunan antaragama di Indonesia. Hasil penelitian ini  memberikan perspektif baru mengenai pentingnya pemahaman yang inklusif dalam studi Al-Qur'an dan perannya dalam mempromosikan toleransi di masyarakat multikultural
TRANSFORMASI NILAI NILAI POLITIK PADA KISAH NABI YUSUF DAN PENERAPANNYA DI ERA DEMOKRASI Ramadan Termarwut; Ujang Mimin Muhaemin
Jurnal Syntax Fusion Vol 6 No 02 (2026): Jurnal Fusion: Jurnal Nasional Indonesia
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/fusion.v6i02.513

Abstract

The story of Prophet Yusuf in the Qur’an contains profound lessons that extend beyond moral and spiritual dimensions into the realm of political ethics and governance. This study aims to analyze the narrative of Prophet Yusuf in Surah Yusuf, identify the political values embedded within the story, and examine how these values can be transformed and applied within contemporary democratic systems. The research employs a qualitative method using a library research approach. Primary data sources include the Qur’an and its classical and contemporary commentaries, while secondary sources consist of academic books, journal articles, and scholarly works on Islamic political thought and democracy. Data are analyzed thematically through a hermeneutic approach to explore contextual and substantive meanings of the narrative. The study applies the theory of political values in Islam and social transformation theory to understand how Qur’anic leadership principles may inform democratic practice. The findings indicate that the story of Prophet Yusuf presents a model of ethical leadership characterized by integrity, justice, strategic vision, accountability, crisis management, and public welfare orientation. These values are not merely theoretical ideals but constitute applicable normative principles that can strengthen democratic political culture. The research concludes that the political transformation reflected in the story of Prophet Yusuf provides a relevant ethical framework for modern governance.