Status Kesehatan masyarakat Indonesia saat ini masih perlu menjadi perhatian penting. Indonesia masih dihadapkan dengan berbagai masalah kesehatan seperti gizi, stanting, adanya peningkatan penyakit menular seperti TBC, covid 19 maupun penyakit degenerative seperti strok, DM, hipertensi, jantung coroner, kanker dan beberapa jenis penyakit lainnya. Pemerintah Indonesia masih berfokus dengan proses kuratif dari pada preventif yaitu proses penangan atau pengobatan yang dilakukan kepada masyarakat yang sakit, bukan pada pencegahan. Tujuan penelitian ini yaitu mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan program, termasuk tingkat pemahaman siswa, koordinasi antar pihak terkait (sekolah, tenaga kesehatan, dan komunitas lokal), Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek yang terlibat dalam penelitian ini adalah siswa serta masyarakat desa. Metode pengumpulan data yaitu observasi dan dokumentasi. Untuk metode analisis data yang dilakukan menggunakan analisis kualitatif. Hasil penelitian yaitu terdapat Sembilan kompetensi yang telah diberikan kepada pasien tersebut dan berjalan sesuai dengan harapan. Selama kegiatan bakti social, tidak ada hambatan yang bermakna. Keluarga sangat senang dan antusias serta berharap kegiatan ini akan terus dilakukan secara berkala. Keluarga dan masyarakat setempat mendapatkan banyak pengetahuan tentang prilaku hidup sehat di lingkungan keluarga maupun dalam kehidupan sehari-hari. Implikasi temuan penelitian ini dapat menjadi dasar bagi sekolah, tenaga kesehatan, dan komunitas lokal untuk meningkatkan desain dan pelaksanaan program, sehingga lebih efektif dalam memenuhi kebutuhan masyarakat dan memperkuat peran siswa sebagai agen perubahan sosial.