Febriani, Nita Putri
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peningkatan Kapasitas Warga dalam Inventarisasi Warisan Budaya Berbasis Sains Khalayak (Citizen Science) di Kampung Tua Suyadnya, I Wayan; Tirtayani, Luh Ayu; Nuryani, Astrida Fitri; Alifiani, Tita; Vijaya, Nafiis R.; Kartika Dewi, Berliana; Febriani, Nita Putri; Mayresha, Putri Wulan
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 13 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jwl.v13i2.85192

Abstract

Pendataan warisan budaya adalah modal dasar dalam pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan. Upaya ini tidak hanya dilakukan oleh kelompok profesional dan akademisi, tetapi juga oleh masyarakat secara mandiri. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kapasitas warga dalam inventarisasi warisan budaya yang ada di Kampung Tua. Metode pelaksanaan pengabdian ini berbasis sains khalayak (Citizen Science) yang dibagi dalam 4 tahapan kegiatan, yaitu: sosialisasi, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi. Peserta adalah 23 warga Kampung Tua. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner dan penilaian dokumen. Data kemudian diolah secara kuantitatif deskriptif. Hasil analisis data menunjukkan bahwa pengetahuan warga mengenai warisan budaya dan inventarisasinya meningkat. Selain itu, penguasaan keterampilan yang dikemas dalam bentuk proyek inventarisasi warisan budaya setempat juga tergolong baik, dengan kisaran skor 70 hingga 86 dari skor maksimal 100. Hasil tersebut menunjukkan bahwa setelah pelaksanaan pengabdian masyarakat ini, warga mampu dengan baik dalam menginventarisasi warisan budaya benda/tak benda yang ada di lingkungan Kampung Tua. Kegiatan partisipatif dan kolaboratif berbasis sains khalayak ini mendapat tanggapan positif dari warga, ditunjukkan dari adanya penilaian pada kategori memuaskan dan sangat memuaskan. Jadi, kegiatan partisipatif dan kolaboratif berbasis sains khalayak dengan melibatkan warga adalah efektif dalam upaya inventarisasi warisan budaya di Kampung Tua.
TELAAH KONFLIK PENGUKUHAN RAJA PEREMPUAN DI KERATON YOGYAKARTA (DALAM TINJAUAN SOSIOLOGIS) Febriani, Nita Putri
Studi Budaya Nusantara Vol. 7 No. 1 (2023)
Publisher : Studi Budaya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Under the leadership of Sultan Hamengku Buwono (HB) X, the Yogyakarta Sultanate was faced with internal palace conflicts, namely between the royal family itself and the sultan's younger siblings. This was as a result of the words of the king who bestowed the title Mangkubumi on Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Pembayun. The pinning of this title indicated that the eldest daughter of the sultan HB X had been officially appointed as the crown princess, who would later continue the reign of the palace if the sultan died. However, the king's words were strongly opposed by the sultan's brothers, because they were considered to be contrary to the traditions of the Yogyakarta Palace. The reason is that so far from Hamengkubuwono I to Hamengku Buwono X, the palace has always been led by a king (son), especially if you remember that the Yogyakarta Palace is part of the Islamic Mataram Kingdom. Judging from its history, the succession to the leadership of the Yogyakarta Palace has not always been smooth. Many conflicts and clashes of interests occurred between various parties. This phenomenon is inseparable from the attitudes and desires of every royal descendant who feels entitled to become the next heir to power. This study aims to focus on discussing the conflicts that occur by analyzing Dahrendorf's power conflict theory, as well as all changes due to the king's words that are against traditional rules (paugeran palace) which have an impact on conflict and its influence on the perspective of the people of Yogyakarta in particular.