Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Loose Part Based STEAM Learning Using Local Wisdom of East Manggarai Mathilde Muhu; Nice Maylani Asril; Ketut Indra Purnomo
Journal of Education Action Reseach Vol 8 No 3 (2024): August 2024
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jear.v8i3.84221

Abstract

Learning activities for early childhood that could be more optimal impact children's development, causing them to be less stimulated. Based on this, this research aims to analyze Loose Part Based STEAM Learning with East Manggarai Local Wisdom in early childhood. This type of research is qualitative research. The research method used is the case study method. The subjects in this research were 20 class B students. Data collection methods in this research are interviews, questionnaires, and documentation. The instruments used to collect data were observation guidelines and interviews. The research data analysis technique is a qualitative descriptive analysis using the Miles and Huberman Model data analysis. The research results show that first, loose part-based STEAM learning with East Manggarai local wisdom is simple, meaning that the activities implemented are how to introduce children to the surrounding culture and get them used to loving local culture. The two teachers design learning activities containing elements of local wisdom according to the theme, sub-theme of the activity, planning, facilitating, and evaluating. Third, the environment can be a learning resource using tools and materials from the child's environment. It was concluded that Loose Part Based STEAM Learning with East Manggarai Local Wisdom can stimulate young children.
Index Card Match Learning Model with Cooperative Setting Think Pair Share Type Improves Early Mathematics Skills and Cooperation of Early Age Children Arminiati, Ni Wayan; I Gusti Putu Suharta; Ketut Indra Purnomo
Journal of Education Action Reseach Vol 8 No 3 (2024): August 2024
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jear.v8i3.84516

Abstract

Early mathematics and cooperative attitudes. Based on this, this study aims to analyze the effect of the index card match learning model with a cooperative setting of the think pair share type in improving early mathematics and cooperation skills in early childhood. This study is quasi-experimental with a non-equivalent post-test-only control group design. The population in this study were 184 children of Kindergarten B1. The sample selection technique used in this study was simple random sampling. The number of participants in this study was 46 children from kindergarten B. The method used in collecting data was a questionnaire. The instrument used in collecting data was a questionnaire sheet. The data analysis technique in this study was inferential statistics. The study results showed differences in the mathematics and cooperation skills of children who followed the Index Card Match learning model with a cooperative setting of the Think Pair Share type with children compared to those taught using the conventional model in Kindergarten B. It was concluded that the Index Card Match learning model with a cooperative setting of the Think Pair Share type can improve early mathematics and cooperation skills in early childhood. The research implies that using the Index Card Match learning model with a cooperative setting of the Think Pair Share type provides an exciting experience that teachers can use to create meaningful learning activities.
Studi Literatur: Hubungan Aktivitas Fisik dengan Kejadian Hipertensi pada Lansia: Literature Study: The Relationship Between Physical Activity and Hypertension in the Elderly Kadek Delvia Riska Pratiwi; Made Kurnia Widiastuti Giri; Ketut Indra Purnomo
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 12: Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i12.9634

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyebab utama mortalitas dan morbiditas di Indonesia. Kondisi ini sering dijuluki silent killer atau "pembunuh diam-diam" karena umumnya tidak menimbulkan gejala yang jelas. Seseorang dikatakan menderita hipertensi apabila tekanan darah sistoliknya ? 130 mmHg dan/atau tekanan darah diastoliknya ? 80 mmHg pada pemeriksaan berulang. Prevalensi hipertensi pada lansia sangat besar, mencapai sekitar 60% hingga 80% pada individu berusia di atas 65 tahun. Salah satu faktor risiko yang dapat dikendalikan dan memengaruhi hipertensi pada lansia adalah kurangnya aktivitas fisik. Aktivitas fisik yang cukup dapat menguatkan jantung, meningkatkan elastisitas pembuluh darah, dan menurunkan risiko terjadinya hipertensi pada lansia. Analisis literatur diperlukan untuk mengkaji berbagai temuan studi mengenai hubungan ini. Menganalisis dan mengkaji hubungan antara aktivitas fisik dengan hipertensi pada lansia melalui tinjauan literatur. Penelitian ini menggunakan pendekatan literature review. Proses penelusuran artikel dilakukan melalui basis data elektronik seperti Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect menggunakan kata kunci seperti "hipertensi", "aktivitas fisik", "lansia", "tekanan darah", "physical activity", "blood pressure", "elderly". Kriteria inklusi dari penelitian ini adalah literatur yang membahas hubungan aktivitas fisik dengan hipertensi pada lansia, memiliki desain yang relevan, dan diterbitkan dalam rentang 10 tahun terakhir. Kemudian, data dari literatur terpilih dianalisis dengan membandingkan masing-masing temuan. Tinjauan terhadap 10 dari 12 penelitian yang relevan menunjukkan bahwa mayoritas penelitian melaporkan adanya hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi pada lansia. Aktivitas fisik yang rendah cenderung berkaitan dengan peningkatan risiko terjadinya hipertensi. Meskipun beberapa penelitian tidak menemukan hubungan yang berarti, mayoritas data memperlihatkan pola yang konsisten bahwa aktivitas fisik berperan dalam menurunkan risiko hipertensi. Aktivitas fisik memegang peranan penting dalam menjaga fungsi fisik dan dapat menurunkan risiko hipertensi pada lansia. Peningkatan aktivitas fisik dapat membantu menjaga fungsi kardiovaskular, meningkatkan elastisitas pembuluh darah, dan mengurangi kecenderungan terjadinya hipertensi. Secara umum, literatur menunjukkan bahwa aktivitas fisik merupakan faktor yang efektif dan dapat dimodifikasi dalam pencegahan hipertensi pada lansia.
Hubungan Aktivitas Fisik Dan Jenis Kelamin Dengan Derajat Keparahan Osteoarthritis Lutut: Kajian Literatur: Relation of Physical Activity and Gender to the Severity of Knee Osteoarthritis: A Literature Review Kuncoro, Bryant Nathanael; Ketut Indra Purnomo; Ekanova Dharmapala
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 12: Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i12.9667

Abstract

Osteoarthritis (OA) lutut merupakan penyakit degeneratif dengan prevalensi global yang terus meningkat. Jenis kelamin dan aktivitas fisik diketahui sebagai faktor risiko utama, namun interaksinya terhadap derajat keparahan penyakit masih perlu diperjelas. Tinjauan pustaka ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat aktivitas fisik dan jenis kelamin dengan derajat keparahan OA lutut berdasarkan bukti terkini. Penelitian ini menggunakan metode literature review melalui pencarian sistematis pada database PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar. Artikel yang dipilih adalah studi observasional analitik yang dipublikasikan antara tahun 2015–2025 dengan fokus pada korelasi jenis kelamin, aktivitas fisik, dan derajat keparahan OA lutut. Sintesis literatur menunjukkan perempuan, khususnya fase pasca-menopause, memiliki prevalensi dan derajat keparahan Kellgren-Lawrence yang lebih tinggi serta persepsi nyeri yang lebih berat dibandingkan laki-laki akibat faktor hormonal. Aktivitas fisik memiliki peran ganda, intensitas moderat memberikan efek protektif dengan menurunkan risiko penyempitan celah sendi sebesar 34%, sedangkan aktivitas beban berat atau perilaku sedentari justru mempercepat degradasi sendi. Derajat keparahan OA lutut dipengaruhi secara signifikan oleh interaksi jenis kelamin dan pola aktivitas fisik. Manajemen klinis harus bersifat personal dengan mempertimbangkan aspek gender dan modifikasi aktivitas fisik yang terukur.