Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Prinsip Arsitektur Hijau pada Lumbung Padi Vernakular Kasepuhan Gelar Alam - Sukabumi, Indonesia: Warisan Kearifan Lokal yang Berkelanjutan Kusumawardhani, Seruni
Waca Cipta Ruang Vol. 10 No. 2 (2024): Waca Cipta Ruang : Jurnal Ilmiah Desain Interior
Publisher : Program Studi Desain Interior Unikom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/wcr.v10i2.13470

Abstract

This research examines the application of green architecture principles in preserving and revitalizing vernacular rice granaries in Indonesia, focusing on a case study in Kasepuhan Gelar Alam, Halimun Mountain National Park, Sukabumi Regency, West Java. Kasepuhan Gelar Alam, established in 2023, is a result of relocation from Kasepuhan Ciptagelar, continuing the 'ngalalakon' tradition that has been ongoing since 1368. The rice granaries, or 'leuit' in the Sundanese language, are the main object of this study, given their vital role in the life of the local community. This research employs a qualitative method with an ethnographic approach, involving three main stages: data collection through participatory observation, interviews, and documentation; processing and analysis focusing on applying six green architecture principles to the leuit. These principles include (1) energy conservation, (2) climate adaptation, (3) minimizing new resource use, (4) respect for users, (5) respect for site, and (6) a holistic approach. The final stage involves drawing conclusions based on the results of the analysis. The main focus of the research is Leuit Si Jimat, which serves as a reference for all rice granaries in Kasepuhan Gelar Alam. The research findings indicate that although the architecture of rice granaries in Kasepuhan Gelar Alam is based on customary regulations and ancestral culture, modern green architecture principles are applied in their design and construction. This finding highlights the potential integration between green architecture and cultural heritage preservation, opening opportunities for developing sustainable strategies in preserving and revitalizing similar vernacular structures throughout Indonesia. Keywords: green architecture, rice granary, leuit, Kasepuhan Gelar Alam, cultural preservation, sustainability
EKSPLORASI LIMBAH BAMBU SAUNG ANGKLUNG UDJO MELALUI WORKSHOP KOLABORASI AKADEMIK DAN INDUSTRI UNTUK DESAIN INTERIOR BERKELANJUTAN Deanawati Insani Wasilah; Kusumawardhani, Seruni
JURNAL Dasarrupa: Desain dan Seni Rupa Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Dasarrupa Vol.7 No.1 April 2025
Publisher : UNIVERSITAS NUSA PUTRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52005/dasarrupa.v7i1.402

Abstract

Saung Angklung Udjo (SAU) merupakan destinasi wisata budaya di Kota Bandung yang menampilkan musik angklung sebagai pertunjukan utamanya. SAU bekerja sama dengan para perajin angklung lokal yang tinggal di sekitar kawasan SAU. Sehubungan dengan hal tersebut, SAU menghadapi permasalahan dalam penanganan limbah bambu yang dihasilkan dari proses produksi angklung. Saat ini, pengelolaan limbah produksi angklung di SAU menghadapi dua permasalahan utama. Pertama, Tempat Pembuangan Sementara (TPS) tidak lagi menerima limbah produksi angklung dari SAU. Kedua, adanya penolakan dari masyarakat terhadap polusi yang ditimbulkan akibat pembakaran limbah oleh para perajin angklung yang tidak ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi pemanfaatan limbah bambu SAU melalui pendekatan desain berbasis prinsip zero waste. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, yaitu kajian literatur, survei lapangan, dan workshop kolaboratif antara mahasiswa Desain Interior dan Industri dari Workshop Virageawie. Workshop ini menghasilkan beberapa konsep desain elemen interior berbahan limbah bambu dengan tingkat ketercapaian pembuatan yang cukup memungkinkan dikerjakan secara massal. Tiga di antaranya terpilih sebagai desain potensial yang dapat dikembangkan lebih lanjut, seperti lampu dinding dan bangku portabel. Dengan adanya riset ini, diharapkan dapat menjadi jalan pembuka untuk kegiatan Kerjasama lain yang melibatkan akademik dan industry. Harapannya, desain yang terpilih dapat diproduksi secara berkelanjutan oleh Workshop Virageawie dengan menggunakan limbah yang dihasilkan SAU, dan produk akhirnya memiliki fungsi yang sesuai dengan kebutuhan di SAU.