Saung Angklung Udjo (SAU) merupakan destinasi wisata budaya di Kota Bandung yang menampilkan musik angklung sebagai pertunjukan utamanya. SAU bekerja sama dengan para perajin angklung lokal yang tinggal di sekitar kawasan SAU. Sehubungan dengan hal tersebut, SAU menghadapi permasalahan dalam penanganan limbah bambu yang dihasilkan dari proses produksi angklung. Saat ini, pengelolaan limbah produksi angklung di SAU menghadapi dua permasalahan utama. Pertama, Tempat Pembuangan Sementara (TPS) tidak lagi menerima limbah produksi angklung dari SAU. Kedua, adanya penolakan dari masyarakat terhadap polusi yang ditimbulkan akibat pembakaran limbah oleh para perajin angklung yang tidak ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi pemanfaatan limbah bambu SAU melalui pendekatan desain berbasis prinsip zero waste. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, yaitu kajian literatur, survei lapangan, dan workshop kolaboratif antara mahasiswa Desain Interior dan Industri dari Workshop Virageawie. Workshop ini menghasilkan beberapa konsep desain elemen interior berbahan limbah bambu dengan tingkat ketercapaian pembuatan yang cukup memungkinkan dikerjakan secara massal. Tiga di antaranya terpilih sebagai desain potensial yang dapat dikembangkan lebih lanjut, seperti lampu dinding dan bangku portabel. Dengan adanya riset ini, diharapkan dapat menjadi jalan pembuka untuk kegiatan Kerjasama lain yang melibatkan akademik dan industry. Harapannya, desain yang terpilih dapat diproduksi secara berkelanjutan oleh Workshop Virageawie dengan menggunakan limbah yang dihasilkan SAU, dan produk akhirnya memiliki fungsi yang sesuai dengan kebutuhan di SAU.
Copyrights © 2025