Pada masa post-covid 19, seluruh kegiatan kehidupan kembali seperti semula. Hal ini juga termasuk di dalam proses belajar pada universitas. Di sisi lain, perkembangan teknologi tidak bisa dibendung lagi dan mundur. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan masih belajar dengan blended learning. Hal ini menimbulkan persepsi yang beragam terhadap fenomena ini. Persepsi mahasiswa akan proses belajar dan perubahan yang cukup besar menjadi masalah penelitian ini terutama kaitan antara metode belajar, hasil belajar termasuk self-regulation dan komunitas belajar. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui persepsi mahasiswa terkait dengan blended learning, komunitas belajar, dan keahlian self-regulated learning. Penelitian ini menggunakan dua jenis data yaitu data kuantitatif dan kualitatif. Data tersebut dikumpulkan dengan Metode yang digunakan adalah sequential explanatory design. Data kuantitatif akan menggunakan statistika inferensial lalu dilanjutkan koding untuk data kualitatifnya.. Hasil penelitian ini adalah ditemukan hubungan yang sangat kuat antara blended learning, komunitas belajar ,dan self regulated learning pada persepsi mahasiswa. Hal ini terlihat dari perhitungan Pearson Corelation yang nilainya lebih dari 0.7. Di sisi lain, ada beberapa hal yang ditemukan pada data kuantitatifnya. Sekalipun munculnya persepsi yang begitu kuat, mahasiswa memiliki persepsi adanya tugas dan pembelajaran yang tidak seimbang, komunitas belajar daring yang pasif, dan alokasi pengerjaan asinkronous.