Perkembangan Smart City dan Internet of Things (IoT) menuntut ketersediaan infrastruktur jaringan yang mampu merespons dinamika trafik secara cepat, efisien, dan adaptif. Arsitektur edge konvensional memiliki keterbatasan dalam fleksibilitas, skalabilitas, serta kemampuan pengelolaan sumber daya pada kondisi trafik yang berubah-ubah. Penelitian ini mengusulkan model infrastruktur edge adaptif berbasis Software Defined Networking (SDN) untuk meningkatkan kinerja jaringan pada lingkungan Smart City dan IoT. Model dirancang dengan memanfaatkan pemisahan control plane dan data plane guna memungkinkan orkestrasi jaringan yang dinamis melalui pengaturan jalur, alokasi bandwidth, dan manajemen beban secara real-time. Metode penelitian meliputi perancangan arsitektur, implementasi prototipe menggunakan controller SDN, serta pengujian performa melalui simulasi pada Mininet dengan lima skenario trafik IoT. Evaluasi dilakukan berdasarkan parameter Quality of Service (QoS), yaitu delay, throughput, packet loss, dan jitter. Hasil pengujian menunjukkan bahwa model adaptif berbasis SDN memberikan peningkatan performa signifikan dibandingkan arsitektur edge konvensional, dengan peningkatan throughput sebesar 51,1%, penurunan delay sebesar 35,2%, pengurangan packet loss sebesar 47,4%, serta stabilitas jitter yang lebih baik pada seluruh skenario. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi SDN pada infrastruktur edge merupakan pendekatan efektif untuk mendukung layanan Smart City dan IoT yang bersifat real-time, masif, dan heterogen.