Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Upaya Keselamatan Pekerjaan di Galangan Kapal dengan Melakukan Pemasangan Poster dan Rambu Peringatan Cintana Gabrieila Gozali; Moh. Sahri; Nur Rohmah; Merry Sunaryo
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Spesial Issue Oktober 2024
Publisher : LPPM UNINUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30999/jpkm.v14i2.3400

Abstract

Promosi keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan langkah krusial dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan produktif. Salah satu inisiatif penting dalam promosi K3 adalah pemasangan rambu-rambu K3 dan alat pemadam api di area kerja. Rambu-rambu K3 berfungsi sebagai alat komunikasi visual yang efektif dalam memberikan peringatan dan informasi mengenai potensi bahaya serta prosedur keselamatan yang harus diikuti. Sementara itu, alat pemadam api menyediakan sarana penanggulangan awal terhadap kebakaran, yang sangat penting untuk mengurangi risiko dan dampak kebakaran di tempat kerja. Dengan pemasangan rambu K3, karyawan dapat lebih mudah mengenali dan memahami risiko yang ada di lingkungan kerja, serta langkah-langkah pencegahan yang diperlukan. Alat pemadam api, di sisi lain, memberikan kepercayaan bahwa ada mekanisme pertahanan pertama yang dapat digunakan dalam situasi darurat kebakaran. Kombinasi kedua upaya ini tidak hanya membantu dalam mematuhi standar keselamatan yang ditetapkan, tetapi juga meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan karyawan terhadap potensi bahaya. Dengan demikian, pemasangan rambu K3 dan alat pemadam api secara signifikan berkontribusi pada pengurangan insiden kecelakaan dan kebakaran, serta memperkuat budaya keselamatan dan kesehatan di tempat kerja.
Upaya Keselamatan Pekerjaan di Galangan Kapal dengan Melakukan Pemasangan Poster dan Rambu Peringatan Cintana Gabrieila Gozali; Moh. Sahri; Nur Rohmah; Merry Sunaryo
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Spesial Issue Oktober 2024
Publisher : LPPM UNINUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30999/jpkm.v14i2.3400

Abstract

Promosi keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan langkah krusial dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan produktif. Salah satu inisiatif penting dalam promosi K3 adalah pemasangan rambu-rambu K3 dan alat pemadam api di area kerja. Rambu-rambu K3 berfungsi sebagai alat komunikasi visual yang efektif dalam memberikan peringatan dan informasi mengenai potensi bahaya serta prosedur keselamatan yang harus diikuti. Sementara itu, alat pemadam api menyediakan sarana penanggulangan awal terhadap kebakaran, yang sangat penting untuk mengurangi risiko dan dampak kebakaran di tempat kerja. Dengan pemasangan rambu K3, karyawan dapat lebih mudah mengenali dan memahami risiko yang ada di lingkungan kerja, serta langkah-langkah pencegahan yang diperlukan. Alat pemadam api, di sisi lain, memberikan kepercayaan bahwa ada mekanisme pertahanan pertama yang dapat digunakan dalam situasi darurat kebakaran. Kombinasi kedua upaya ini tidak hanya membantu dalam mematuhi standar keselamatan yang ditetapkan, tetapi juga meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan karyawan terhadap potensi bahaya. Dengan demikian, pemasangan rambu K3 dan alat pemadam api secara signifikan berkontribusi pada pengurangan insiden kecelakaan dan kebakaran, serta memperkuat budaya keselamatan dan kesehatan di tempat kerja.
Perancangan Penerapan Pengendalian Teknis Sebagai Upaya Penurunan Iklim Kerja Panas Di PT. Autokorindo Pratama Gresik Cintana Gabrieila Gozali; Cintana Gabrieila.G Gabrieila.G; Javier A Javier A; Friska Ayu; Moch Sahri; Ratna Ayu R
Jurnal Media Informatika Vol. 6 No. 3 (2025): Jurnal Media Informatika
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jumin.v6i3.5703

Abstract

PT. Autokorindo Pratama, yang berlokasi di Gresik, Jawa Timur, adalah perusahaan manufaktur velg kendaraan. Observasi awal menunjukkan suhu di area pembuatan pinggiran velg mencapai 31,7°C dengan kelembapan 56,4%, melebihi batas kenyamanan dan menyebabkan pekerja mengalami kelelahan, keringat berlebihan, serta mudah haus. Penelitian ini bertujuan merancang pengendalian teknis untuk menurunkan suhu kerja. Metode yang digunakan adalah functional prototype dengan panduan penelitian yang sistematis. Sampel penelitian terdiri dari 42 orang dari total 72 pekerja, dengan data diperoleh melalui kuesioner dan wawancara. Hasil kuesioner Heat Stress Environmental Symptoms Questionnaire (ESQ) menunjukkan 15 pekerja mengalami gejala ringan, sementara 27 pekerja mengalami heat stress kategori sedang. Pengendalian yang sudah ada, seperti kipas angin, dinilai kurang efektif karena atap transparan dan ventilasi buruk. Oleh karena itu, diperlukan tambahan pengendalian seperti turbin ventilator atau ice cooler fan. Melalui Focus Group Discussion (FGD) dengan divisi HRGA, usulan pemasangan turbin ventilator disambut baik. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa pengendalian suhu saat ini belum optimal, sehingga rekomendasi sistem pengendalian teknis diperlukan. Analisis biaya dan manfaat menunjukkan pentingnya implementasi ini untuk menghindari risiko sanksi hukum akibat kondisi kerja yang tidak memadai.