Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pembuatan Website Profil Dengan Foto 360 Pada Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Karombasan Manado Sebagai Media Informasi Dan Pengenalan Gereja Kalua, Aditya Lapu; Kalengkongan, Wisard Widsli; Hatidja, Djoni; Kaplale, Jaidun Ramadhan; Mapalie, Natassya Klarissa Ribka; Iriansu, Irfah Syagitsyah; Sintaro, Sanriomi
Journal of Social Sciences and Technology for Community Service (JSSTCS) Vol 5, No 2 (2024): Volume 5, Nomor 2, September 2024
Publisher : Universitas Teknokrat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33365/jsstcs.v5i2.4706

Abstract

Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Karombasan Manado merupakan Gereja Katolik yang berada di Jalan Sam Ratulangi, Karombasan Utara, Kecamatan Wanea, Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara. Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Karombasan Manado saat ini memiliki bangunan yang berjarak sekitar 18 kilometer dari Bandar Udara Sam Ratulangi dan 6 kilometer dari Pelabuhan Manado dengan lokasinya yang strategis Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Karombasan Manado mudah dijangkau oleh turis untuk beribadah. Meskipun Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Karombasan Manado memiliki lokasi yang berada di pusat kota Manado, namun masih kurangnya informasi mengenai lingkungan gereja, jadwal ibadah, dan fasilitas yang tersedia. Hal ini dapat menjadi hambatan bagi orang-orang yang ingin mengunjungi gereja ini serta bagi umat Katolik yang ingin berpartisipasi dalam kegiatan keagamaan di Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Karombasan. Informasi yang diberikan dapat disampaikan dengan mudah melalui teknologi website yang aman, yang sangat cocok untuk melakukan promosi dan penyampaian informasi tentang Gereja Katolik Hati Kudus Manado tanpa harus melaksanakan sosialisasi atau pemasaran langsung kepada masyarakat. Dengan adanya website resmi gereja, informasi tentang sejarah, ajaran, jadwal ibadah, dan fasilitas yang tersedia di gereja dapat diakses dengan mudah oleh semua pihak, baik umat Katolik setempat maupun wisatawan yang ingin mengunjungi gereja ini. Untuk lebih memperkuat penjelasan tentang fasilitas yang dimiliki oleh Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Karombasan Manado, teknologi yang sesuai adalah dengan menggunakan teknologi foto 360 derajat. Dengan foto 360 derajat, orang-orang dapat mengenal suatu lokasi secara menyeluruh dan detail. Tujuan dari pelaksanaan pengabdian ini adalah membuat sebuah media informasi yang dapat digunakan sebagai sarana pengenalan gereja kepada masyarakat luas, baik dalam konteks lokal maupun global. Oleh karena itu, Tim Pelaksana PKM menyelenggarakan pengembangan aplikasi "Website Profil Dengan Foto 360" untuk Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Karombasan Manado. Dengan harapan bahwa website ini dapat memberikan informasi yang lengkap dan akurat kepada umat Katolik dan juga turis yang tertarik untuk mengunjungi dan memahami keberadaan dan makna spiritual dari Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Karombasan Manado
Pattern Recognition of Puta Dino Fabric Using Web-Based Convolutional Neural Network Method Latumakulita, Luther Alexander; Rumagit, Silviani Esther; Lumentut, Hence Beedwel; Paat, Frangky Jessy; Kaplale, Jaidun Ramadhan; Sela, Enny Itje
Journal of Applied Data Sciences Vol 7, No 2: May 2026
Publisher : Bright Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47738/jads.v7i2.1103

Abstract

This study aims to develop an intelligent system capable of recognizing traditional woven motifs of Puta Dino, a culturally significant textile from Tidore Island. These motifs are visually complex, poorly documented, and hard for the public to distinguish, highlighting the need for a digital tool to support cultural preservation and accurate identification. This research is the first to build a structured Puta Dino motif database and provide an integrated model designed for real-world use. The approach captured primary images of eight validated motifs and applied systematic preprocessing, including normalization and data augmentation, to enhance variability and strengthen the dataset. A lightweight deep learning model predicated on a convolutional neural network was designed to achieve a compromise between accuracy and computational efficiency. The system was evaluated through cross-validation and independent test data, as well as multiple real-world trials utilizing a web interface. These trials involved different image capture scenarios, including from a distance, moderate distance, close and angled views, and when the fabric surface was folded. The model architecture and system interface with the system are illustrated in the relevant figures, and the tables provide performance data on the system’s training, accuracy in motif classification, and achieved results in real-world conditions. The system demonstrated excellent classification accuracy in controlled test conditions. It showed real-world competency, accurately classifying most motifs in various conditions. The data also point to specific issues with motif recognition in extreme distortion cases, which reflect the typical issues of laboratory-to-field model deployment. The outcomes clearly demonstrate both the possibilities and the limitations of the currently available recognition of culturally significant textiles. The study concludes by exploring the possibilities of expanding the dataset and increasing the depth of learning through more sophisticated techniques, as well as enhancing accessibility to promote sustained community and cultural engagement.