Nurr, Afni
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGUATAN CITIZENSHIP TRANSMISSION PADA PEMBELAJARAN PPKn UNTUK MENGHADAPI TANTANGAN KRISIS IDENTITAS NASIONAL PADA GENERASI Z DI MTsS ISLAMIYAH SEI KAMAH II Nurr, Afni; Abdinur Batubara
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 8 No 2 (2024): Volume 8 Nomor 2 Edisi Desember 2024
Publisher : IKIP PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v8i2.7881

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui peran guru PPKn dalam menguraikan penyebab krisis identitas nasional pada generasi Z dan budaya lokal sebagai penguatan identitas nasional. Krisis identitas nasional muncul akibat percampuran budaya global dengan budaya lokal, didorong oleh percepatan digitalisasi dan perubahan sosial yang signifikan. Transmisi kewarganegaraan ialah suatu proses pewarisan kebudayaan di dalam masyarakat, era globalisasi ini kemajuan teknologi dan zaman memudahkan budaya asing untuk masuk kedalam bangsa kita, maka dari itu sangat penting pewarisan kewarganegaraan untuk dipelajari oleh siswa generasi z supaya mereka mengetahui dan mendalami kebudayaan yang dimiliki dan diwariskan kepada mereka. Jenis penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui penguatan citizenship transmission pada pembelajaran PPKn dapat memperkuat identitas nasional di kalangan siswa hal ini dicapai melalui integrasi budaya lokal dan metode pembelajaran yang interaktif. Globalisasi menjadi tantangan utama yang menyebabkan krisis identitas nasional, namun dengan pendekatan yang tepat seperti pengajaran nilai-nilai budaya lokal, penguatan citizenship transmission yang mempromosikan dan menunjukkan kebanggaan nasional, kerjasama antara guru dan orang tua, siswa dapat dibimbing untuk memahami dan menghargai identitas nasional mereka. Kegiatan seperti pentas seni dan kunjungan ke tempat bersejarah efektif dalam meningkatkan kesadaran dan apresiasi siswa terhadap warisan budaya mereka.
PENGUATAN CITIZENSHIP TRANSMISSION PADA PEMBELAJARAN PPKn UNTUK MENGHADAPI TANTANGAN KRISIS IDENTITAS NASIONAL PADA GENERASI Z DI MTsS ISLAMIYAH SEI KAMAH II Nurr, Afni; Abdinur Batubara
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 8 No 2 (2024): Volume 8 Nomor 2 Edisi Desember 2024
Publisher : UNIVERSITAS PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v8i2.7881

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui peran guru PPKn dalam menguraikan penyebab krisis identitas nasional pada generasi Z dan budaya lokal sebagai penguatan identitas nasional. Krisis identitas nasional muncul akibat percampuran budaya global dengan budaya lokal, didorong oleh percepatan digitalisasi dan perubahan sosial yang signifikan. Transmisi kewarganegaraan ialah suatu proses pewarisan kebudayaan di dalam masyarakat, era globalisasi ini kemajuan teknologi dan zaman memudahkan budaya asing untuk masuk kedalam bangsa kita, maka dari itu sangat penting pewarisan kewarganegaraan untuk dipelajari oleh siswa generasi z supaya mereka mengetahui dan mendalami kebudayaan yang dimiliki dan diwariskan kepada mereka. Jenis penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui penguatan citizenship transmission pada pembelajaran PPKn dapat memperkuat identitas nasional di kalangan siswa hal ini dicapai melalui integrasi budaya lokal dan metode pembelajaran yang interaktif. Globalisasi menjadi tantangan utama yang menyebabkan krisis identitas nasional, namun dengan pendekatan yang tepat seperti pengajaran nilai-nilai budaya lokal, penguatan citizenship transmission yang mempromosikan dan menunjukkan kebanggaan nasional, kerjasama antara guru dan orang tua, siswa dapat dibimbing untuk memahami dan menghargai identitas nasional mereka. Kegiatan seperti pentas seni dan kunjungan ke tempat bersejarah efektif dalam meningkatkan kesadaran dan apresiasi siswa terhadap warisan budaya mereka.