Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS STRUKTUR RUMAH SAKIT DI JALAN SARWO EDHIE KOTA SEMARANG DENGAN SISTEM GANDA Talitha Zhafira; Hani Purwanti; Muhammad Azis Arwidiansyah; Muhammad Alfian Rahmansyah
Wahana Teknik Sipil: Jurnal Pengembangan Teknik Sipil Vol. 30 No. 2 (2025): Wahana Teknik Sipil
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/wahanats.v30i2.6342

Abstract

Semarang City is an area that has the potential to experience earthquakes with a significant level of risk of building damage, including health facilities such as hospitals. This study aims to assess the structural performance of a Hospital in Semarang by combining two systems, namely special moment frames and shear walls. The evaluation was carried out through dynamic response spectrum analysis referring to SNI 1726:2019 by examining parameters such as mass participation, shear force distribution, inter-floor displacement, P-Delta effect, and dual system control. 3D modeling using ETABS v18.1.1 to calculate various loads, including dead load, live load, and earthquake load. According to SNI provisions, the study results revealed that mass participation exceeded 90% in mode 12. The maximum deviation between floors was recorded at 25.16 mm (X direction) and 17.24 mm (Y direction), within the safe limit of 48.46 mm. The P-Delta value (0.0149 and 0.0102) is also below θ maks, indicating structural stability. In conclusion, the design of this dual-system hospital meets the earthquake-resistant criteria and can be a reliable alternative for construction in earthquake-prone areas such as Semarang.
A MODELING AND EVALUATION OF THE RESPONSE OF LECTURE BUILDING STRUCTURES IN SEMARANG CITY USING ETABS: MODELING AND EVALUATION OF THE RESPONSE OF LECTURE BUILDING STRUCTURES IN SEMARANG CITY USING ETABS Hari Catra Cadudasa; Zhafira, Talitha; dimas alvian; hani purwanti
Jurnal Teknik Sipil : Rancang Bangun Vol. 12 No. 01 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/rb.v12i01.5509

Abstract

Pertumbuhan populasi mahasiswa yang terus meningkat setiap tahunnya memerlukan penyediaan fasilitas ruang kuliah yang memadai, terjamin keamanannya, dan memberikan kenyamanan untuk mendukung kelancaran proses pembelajaran. Konstruksi gedung kampus perlu dirancang dengan sistem struktural yang kuat dan dapat bertahan terhadap gaya lateral yang ditimbulkan oleh aktivitas seismik maupun hembusan angin, terutama mengingat keterbatasan area pembangunan yang mengharuskan konstruksi vertikal menggunakan material beton yang diperkuat baja tulangan. Standar yang digunakan dalam perancangan ini mengacu pada SNI 2847:2019 yang mengatur konstruksi beton dan SNI 1726:2019 yang membahas aspek ketahanan terhadap gempa bumi. Studi ini dimaksudkan untuk mengeksplorasi proses perancangan bangunan kampus berlantai lima dengan mengimplementasikan konsep dual system. Langkah awal perancangan mencakup penetapan ukuran preliminer untuk komponen struktural seperti balok, kolom, pelat lantai, dan shear wall, yang kemudian divisualisasikan melalui aplikasi ETABS versi 20.3.0. Evaluasi struktural menggunakan pendekatan spektrum respons sesuai regulasi SNI 1726:2019 untuk mengukur performa bangunan, mengidentifikasi adanya irregularitas, dan menghitung beban internal pada tiap komponen. Aspek-aspek perilaku struktur yang dievaluasi mencakup deformasi, drift antar tingkat, dan kestabilan efek P-Delta. Berdasarkan temuan analisis, perancangan detail komponen struktural dilaksanakan mengikuti pedoman SNI 2847:2019. Kesimpulan penelitian memperlihatkan bahwa bangunan telah memenuhi batasan drift dan kestabilan P-Delta yang dipersyaratkan. Teridentifikasi adanya irregularitas pada bidang horizontal berupa torsional irregularity tipe 1a dan 1b serta re-entrant corner irregularity, yang mengakibatkan perlunya amplifikasi gaya rancang diafragma. Output perancangan menghasilkan berbagai variasi elemen struktural bagian atas beserta sistem pondasi dengan menggunakan tiang pancang sebagai komponen substruktur.