Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Nanoparticles of Kalakai Leaf (Stenochlaena Palustris) and Lemon (Citrus Limon) to Changes Hemoglobin, Erythrocyte and Hematocrit Levels in Adolescent Women Oktadiarini, Dwi; Isnawati, Muflihah; Wahyuni, Sri
Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIKA) Vol. 6 No. 2 (2024): Volume 6 Nomor 2 Agustus 2024
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36590/jika.v6i2.771

Abstract

The prevalence of anemia increases every year, this must be welcomed with innovations in preventing anemia in adolescents so that it does not increase the rate of increase in cases of anemia in adolescents and even pregnancy. One way to treat anemia is to use kalakai and lemon leaves which are processed into nanoparticles. Kalakai leaves contain iron, vitamin C which functions to increase hemoglobin, erythrocyte and hematocrit levels. This research aims to analyze the effect of kalakai leaf and lemon nanoparticles on increasing hemoglobin, erythrocyte and hematocrit levels in adolescent girls. This type of research is true experiment with simple random sampling technique. The total sample was 34 anemic adolescent girls, 17 samples from the intervention group and 17 samples from the control group. This research used kalakai leaf nanoparticles (2g) and lemon (3g) combined together and given once a day for 14 days. The research was conducted at STIKes Borneo Scholar Medika. The administration of kalakai and lemon leaf nanoparticles can significantly increase hemoglobin levels with a p-value=0,000 and an effect size value of 0,66 (Modest Effect) and a percentage in the intervention group of 11,1%, erythrocytes with a p-value=0,000 and an effect size of 0,82 (Modest Effect) and the percentage in the intervention group was 23,4%,  Hematocrit value was p=0,000 and the effect size was 0,60 (Modest Effect) and the percentage in the intervention group was 7,6%.
Asuhan Kebidanan Pada Ny. D Dengan Persalinan Fisiologis Di Klinik Pratama Harapan Bunda Kabupaten Kotawaringin Barat Kalimantan Tengah Setiani, Puput; Oktadiarini, Dwi; ., Isnina
Jurnal Borneo Cendekia Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Borneo Cendekia
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54411/jbc.v9i2.671

Abstract

Persalinan merupakan proses fisiologis yang ditandai dengan pengeluaran janin, plasenta, dan selaput ketuban melalui jalan lahir. Meskipun sebagian besar persalinan berlangsung normal, proses ini tetap berpotensi menimbulkan komplikasi yang dapat meningkatkan Angka Kematian Ibu (AKI). Secara global, kematian ibu masih mencapai sekitar 287.000 kasus per tahun. Di Indonesia tercatat 4.482 kasus kematian ibu, dengan penyebab utama hipertensi pada kehamilan dan perdarahan obstetrik. Di Provinsi Kalimantan Tengah dilaporkan 96 kasus kematian ibu, sedangkan di Kabupaten Kotawaringin Barat tercatat 7 kasus, dengan penyebab terbanyak hipertensi. Tingginya AKI menunjukkan pentingnya pemberian asuhan kebidanan persalinan yang komprehensif dan sesuai standar guna mencegah komplikasi serta mendukung persalinan fisiologis. Studi kasus ini bertujuan menggambarkan pelaksanaan asuhan kebidanan persalinan fisiologis pada Ny. D usia 31 tahun di Klinik Pratama Harapan Bunda Pangkalan Bun.Metode yang digunakan ialah studi kasus pada ibu hamil trimester III dengan usia kehamilan 37 minggu 6 hari dan skor Poedji Rochjati <10. Data dikumpulkan melalui pendekatan manajemen kebidanan tujuh langkah Varney serta pendokumentasian SOAP. Hasil menunjukkan persalinan berlangsung fisiologis dengan kala I ±13 jam 30 menit, kala II ±30 menit, kala III ±10 menit, dan kala IV 2 jam. Bayi lahir spontan dengan berat badan 1.800 gram. Tidak ditemukan komplikasi pada ibu maupun bayi. Asuhan dilakukan sesuai standar Asuhan Persalinan Normal (APN) serta penerapan akupresur untuk mengurangi nyeri persalinan. Kesimpulannya, asuhan kebidanan sesuai standar mendukung persalinan fisiologis dan menjaga kondisi ibu serta bayi tetap baik.