Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENDAMPINGAN PENERAPAN TEKNOLOGI PENGOLAHAN IKAN SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN EKONOMI DI SELOK AWAR-AWAR Mohammad Ridho"i; Moch Fauzi; Gati Ayu Likasari; Wiwiek Harwiki; Fedianty Augustinah; Fadjar Kurnia Hartati
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendampingan penerapan teknologi pengolahan ikan di Desa Selok Awar-Awar dilatarbelakangi oleh tingginya potensi sumber daya perikanan yang belum dimanfaatkan secara optimal, sehingga nilai ekonomi produk ikan rendah. Masyarakat setempat umumnya masih menerapkan metode pengolahan tradisional yaitu ikan bakar yang kurang efisien dan menghasilkan produk dengan daya saing rendah. Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan masyarakat dalam teknologi pengolahan ikan, agar mampu menghasilkan produk bernilai jual tinggi dan mendukung pertumbuhan ekonomi lokal. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi pelatihan langsung mengenai teknik pengolahan ikan yaitu kerupuk ikan, serta pemahaman tentang pengemasan dan pemasaran yang menarik. Selain itu, pendampingan juga diberikan dalam aspek manajemen usaha, agar masyarakat dapat mengelola kegiatan ekonomi secara berkelanjutan. Setiap sesi pelatihan dilengkapi dengan praktik langsung, diskusi, dan evaluasi untuk memastikan pemahaman yang mendalam. Untuk mengukur tingkat keberhasilan kegiatan, dilakukan pengujian awal (pre-test) dan akhir (post-test). Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterampilan masyarakat dalam pengolahan ikan sebanyak 39% dan pemahaman yang lebih baik tentang manajemen usaha. Produk olahan yang dihasilkan memiliki nilai jual yang lebih tinggi, sehingga berpotensi meningkatkan pendapatan dan membuka peluang usaha baru. Program ini diharapkan dapat memperkuat kemandirian ekonomi Desa Selok Awar-Awar dengan memanfaatkan potensi perikanan lokal secara optimal
DIGITAL MARKETING STRATEGIES TO INCREASE BRAND AWARENESS OF KOPI JANJI JIWA AMONG GEN Z IN JAKARTA Fedianty Augustinah; Ferdi Angga Kusuma; Liling Listyawati
Journal of Development Economics and Digitalization, Tourism Economics Vol. 3 No. 3 (2026): Juli
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Amidst the rise of digital fatigue among Generation Z, maintaining brand awareness is a critical challenge for today's coffee shop businesses. This explanatory research using quantitative methods explores the contribution of digital marketing strategies to brand awareness (Y) of Kopi Janji Jiwa in South Jakarta. The four marketing pillars examined include content marketing (X_1), influencer marketing (X_2), social media advertising (X_3), and engagement & community building (X_4). Primary data were collected from 398 local respondents through a structured questionnaire with a Likert scale (1–5) using a non-probability purposive sampling method. Multiple linear regression, F-test, t-test, and R^2 confirmed that all digital pillars collaborate significantly in shaping brand awareness (F_count = 243.7; p = 0.000). This statistical model recorded a coefficient of determination (R2) of 0.714, indicating that 71.4% of brand awareness dynamics are determined by the implemented digital strategy, while the remaining 28.6% is driven by external factors outside the test variables. Partially, each variable was positive and significant (p<0.05). Collaboration with influencers emerged as the primary driver (β=0.341; t=8.12), followed by content marketing (β=0.287; t=6.83), community building (β=0.253; t=5.94), and social media advertising (β=0.198; t=4.57). Based on these baseline findings, it is recommended that brand policy stakeholders focus funding allocation on partnerships with micro-influencers and interactive promotional materials to address audience fatigue with conventional advertising.