Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Efektivitas Cinema Therapy dalam Regulasi Emosi Pada Usia Remaja di Panti Asuhan X di Jakarta Imanuel, Dastin; Suliyanto Wijaya, Lydia; Nugroho, Billy; Sinanta Poek Xin Pei, Aurellya; Petrosmand, Ethan; Joanreitha Kunady, Kathryn; Putri Sonatha, Keysha Alisya; Prisciella, Erica Rahma; Suryadi, Denrich
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 4 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN) Edisi September - Desembe
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i4.4252

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk  menguji tingkat efektivitas Terapi Film dalam meningkatkan regulasi emosi pada remaja perempuan di Panti Asuhan X, Jakarta. Masa remaja merupakan masa dimana individu mengalami perubahan fisik, emosional, dan sosial secara signifikan yang akan mempengaruhi cara individu untuk berinteraksi dengan lingkungan sosialnya. Perubahan ini dapat menimbulkan tantangan dalam mengelola emosi dan adaptasi sosial. Remaja yang tidak dapat meregulasi emosinya dengan baik dapat berperilaku agresif serta kesulitan dalam menghadapi tekanan sosial, yang dapat memicu timbulnya stres atau depresi dalam diri individu. Penelitian ini menggunakan film 'Inside Out' sebagai intervensi untuk para remaja perempuan Panti Asuhan X memahami dan memiliki gambaran mengenai emosi yang ada pada diri mereka. Penelitian ini menggunakan desain one group pretest-posttest dengan 14 remaja perempuan sebagai partisipan yang rentang usianya adalah 10-17 tahun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan alat ukur the Emotion Regulation Questionnaire for Children and Adolescents (ERQ-CA) versi translasi bahasa Indonesia dan dianalisis deskriptif dengan menggunakan SPSS versi 25 (Statistical Package of Social Sciences). Hasil uji mean menunjukkan adanya peningkatan pada kemampuan regulasi emosi partisipan setelah intervensi. Rata-rata skor reappraisal meningkat dari 22,2 menjadi 24,1 dan suppression dari 12,9 menjadi 14,6. Berdasarkan hasil data tersebut, penelitian ini dapat menunjukkan bahwa terapi film efektif dalam membantu remaja untuk meregulasi emosi mereka.
Psikoedukasi Pencegahan Kekerasan Seksual Di SMA Tarakanita Citra Raya HW, Astri Anggraini; Imanuel, Dastin; Rasyid, Damar; Jenica, Bunga; Audrey Orlanthia Alveria
PUSAKO : Jurnal Pengabdian Psikologi Vol. 4 No. 01 (2025): PUSAKO : Jurnal Pengabdian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/pusako.v4i01.142

Abstract

Sexual violence is a serious issue that has a broad impact on the physical, psychological, and social well-being of adolescents. This study aims to evaluate the effectiveness of a psychoeducational seminar in increasing students' awareness of sexual violence prevention at Tarakanita Citra Raya High School. The method used was a descriptive quantitative approach with a pre-test and post-test design without a control group. A total of 162 students participated and completed the "Children's Understanding of Sexual Violence" questionnaire before and after the seminar. The analysis showed an increase in the average score from 67.81 to 67.85, but this difference was not statistically significant. However, qualitative data from in-depth interviews with students and teachers indicated an increase in awareness, courage to refuse inappropriate treatment, and openness in discussing the issue of sexual violence. These findings indicate that the psychoeducational intervention had a positive impact qualitatively, although not yet significantly reflected in the quantitative data. Similar educational programs need to be developed in a sustainable, participatory manner, and integrated into the school curriculum to create a safe and responsive educational environment to address issues of sexual violence. Keywords: Sexual violence, psychoeducation, adolescents, prevention, sexual education in schools
PSIKOEDUKASI “GURU TANGGUH” UNTUK MENINGKATKAN REGULASI EMOSI PADA GURU Sahrani, Riana; Imanuel, Dastin; Aldisa, Olivia; Mursalim , Tania
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i2.10688

Abstract

ABSTRACT Teachers have an important role in creating the emotional atmosphere of the classroom; nevertheless, many teachers still encounter challenges in regulating both their own emotions and those of their students. Reactive emotional behavior and the tendency to suppress emotions can contribute to emotional fatigue among teachers and may reduce the effectiveness of the learning process. In response to this issue, this activity was conducted to analyze the impact of the psychoeducational program entitled “Resilient Teachers: The Art of Responding to Emotions Wisely” on teachers’ emotion regulation skills at School X. The study applied a simple mixed-method approach with a one-group pretest–posttest design, supported by interviews conducted before and after the psychoeducation sessions. Quantitative data were collected using the Emotion Regulation Questionnaire–Short Form (ERQ-S), while qualitative information was gathered through semi-structured interviews with three teachers. The findings showed an increase in the average cognitive reappraisal score from 6.283 in the pretest to 6.456 in the posttest, alongside a decrease in the average expressive suppression score from 5.533 to 5.474. These results were supported by interview findings that demonstrated a change in teachers’ responses from reactive tendencies to more reflective behaviors, indicated by greater emotional awareness, the practice of pausing before reacting, and the ability to reinterpret classroom situations cognitively. Overall, the “Resilient Teachers” psychoeducation program positively contributed to improving teachers’ understanding and implementation of more adaptive emotion regulation strategies, which may support teacher well-being and promote a healthier classroom environment. ABSTRAK Guru memegang peranan penting dalam membentuk iklim emosional di kelas, tetapi dalam praktiknya masih banyak guru yang mengalami kesulitan dalam mengelola emosi, baik emosi pribadi maupun emosi peserta didik. Respons emosional yang cenderung reaktif serta dominasi penekanan emosi berpotensi meningkatkan kelelahan emosional guru dan berdampak pada kualitas pembelajaran. Berdasarkan kondisi tersebut, kegiatan ini bertujuan untuk menganalisis dampak psikoedukasi “Guru Tangguh: Seni Merespons Emosi dengan Bijak” terhadap kemampuan regulasi emosi guru di Sekolah X. Kegiatan ini menggunakan pendekatan mixed-method sederhana dengan desain one group pretest–posttest yang dipadukan dengan wawancara sebelum dan sesudah pelaksanaan psikoedukasi. Asesmen kuantitatif dilakukan menggunakan Emotion Regulation Questionnaire–Short Form (ERQ-S), sedangkan data kualitatif diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur terhadap tiga orang guru. Hasil asesmen menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor cognitive reappraisal dari 6,283 pada pretest menjadi 6,456 pada posttest, serta penurunan rata-rata skor expressive suppression dari 5,533 menjadi 5,474. Temuan tersebut sejalan dengan hasil wawancara yang memperlihatkan adanya perubahan respons guru dari pola yang reaktif menjadi lebih reflektif, ditandai dengan meningkatnya kesadaran emosi, kemampuan memberi jeda sebelum merespons, serta kemampuan memaknai ulang situasi di kelas. Secara keseluruhan, psikoedukasi “Guru Tangguh” memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan pemahaman dan penerapan strategi regulasi emosi yang lebih adaptif pada guru, sehingga berpotensi mendukung kesejahteraan guru dan menciptakan iklim pembelajaran yang lebih sehat.