Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penyuluhan Gigi Dengan Metode Role Play Untuk Menjaga Kesehatan Gigi Pada Anak-Anak TK Di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Kadiri Arini Indriyasari; Ibnu Gunawan; Meyrinda Tobing; Pritha Kunti Nali Broto; Christinne Triwidiawati; Anggara Dharmaputra; Nozhy Kalingga
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v4i1.1564

Abstract

Pengenalan perawatan kesehatan gigi perlu dilakukan pada anak usia dini seperti TK karena pada usia tersebut anak memiliki kerentanan terhadap permasalahan kesehatan gigi dan mulut. Umumnya anak - anak usia TK masih memiliki pengetahuan dan perilaku yang minim terkait kesehatan gigi dan mulut. Memberikan penyuluhan pendidikan kesehatan gigi dan mulut pada anak usia TK perlu metode yang tepat untuk memudahkan anak menyerap ilmu yang disampaikan. Sebagai upaya ini dilakukan dengan menggunakan metode role play atau bermain peran sebagai pendekatan untuk menyampaikan informasi cara menjaga kesehatan gigi dan mulut melalui kegiatan pengabdian masyarakat. Praktik pengabdian masyarakat bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan anak mengenai kesehatan gigi dan mulut, membentuk kebiasaan menggosok gigi, menumbuhkan sikap perawatan gigi, serta mencegah terjadinya masalah gigi pada anak. Kegiatan pengabdian masyarakat menggunakan metode persiapan awal melalui koordinasi mitra dengan TK RA Nurul Huda Kediri, identifikasi sasaran melihat kondisi kesehatan gigi anak - anak TK RA Nurul Huda Kediri, menyusun materi dan membuat strategi yang tepat dengan dipilihnya metode role play untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran kesehatan gigi dan mulut. Kegiatan pengabdian masyarakat menghasilkan penyuluhan gigi dengan metode role play untuk menjaga kesehatan gigi pada anak - anak TK meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut. Siswa TK B RA Nurul Huda yang mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat antusias dan memahami materi kesehatan gigi dan mulut dibuktikan mereka dapat mempraktikkan kegiatan gosok gigi yang baik dan benar, mengenal jenis makanan dan minuman yang buruk untuk gigi dan cara menjaga kesehatan gigi dan mulut. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian masyarakat adalah metode role play sebagai pendekatan yang efektif untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran mengenai kesehatan gigi dan mulut pada usia dini.
Penyuluhan Kesehatan Gigi dan Mulut pada Anak KB Cahaya GS Kota Kediri Arini Indriyasari; Pritha Kunti Nali Broto; Desy Rizkiani Primalia; Dewi Anggreani Bibi
Journal of Community Development Vol. 6 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v6i2.1806

Abstract

Kesehatan gigi dan mulut merupakan aspek penting yang berpengaruh terhadap kualitas hidup, kemampuan bersosialisasi, serta perkembangan anak usia dini. Pada anak usia 4–6 tahun, kurangnya pemahaman mengenai kesehatan gigi dan kebiasaan menyikat gigi yang benar sering kali menyebabkan meningkatnya kasus karies, terutama dipengaruhi oleh pola makan tinggi gula dan minimnya pengawasan orang tua. Kegiatan penyuluhan kesehatan gigi di KB Cahaya GS Kota Kediri dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan anak dalam menjaga kebersihan gigi sejak dini. Metode penyuluhan mencakup ceramah interaktif menggunakan poster, demonstrasi teknik menyikat gigi yang benar dengan alat peraga model gigi dan sikat gigi besar, serta permainan edukatif yang disesuaikan dengan karakteristik anak usia prasekolah. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test yang menilai pemahaman anak terkait fungsi gigi, makanan yang memengaruhi kesehatan gigi, serta langkah menyikat gigi yang benar. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan, ditunjukkan oleh kemampuan anak menjawab pertanyaan dengan lebih tepat dan antusias pada post-test. Anak juga mampu meniru teknik menyikat gigi secara urut dan terkontrol menggunakan model gigi. Kegiatan permainan dan kegiatan bernyanyi terbukti meningkatkan keterlibatan dan motivasi anak selama proses edukasi. Secara keseluruhan, penyuluhan ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman dan perilaku anak terkait kebersihan gigi dan mulut. Intervensi edukatif yang interaktif dan sesuai usia direkomendasikan untuk diterapkan secara rutin sebagai upaya preventif menjaga kesehatan gigi anak sejak usia dini