Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Implementation of Innovative Learning Models to Increase Interest in Learning Sports Among Teenagers Roma Wibero
Siber International Journal of Sport Education Vol. 2 No. 2 (2024): (SIJSE) Siber International Journal of Sport Education (October - December 2024
Publisher : Siber Nusantara Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to examine the implementation of innovative learning models to increase teenagers’ interest in learning sports. Using a quantitative approach, data were collected through online questionnaires from 120 secondary school students. The results indicate that innovative learning models such as game-based learning, collaborative learning, and blended learning significantly enhance students’ enthusiasm, active participation, and motivation in sports education. Statistical analysis shows a positive and significant effect of these models on students’ learning interest, with a coefficient of determination (R²) of 0.48. Students reported that interactive and engaging methods make sports lessons more enjoyable and easier to understand. However, challenges such as limited facilities, time constraints, and technological access were noted as obstacles to optimal implementation. This study highlights the importance of adopting diverse and student-centered learning strategies in physical education to foster not only physical fitness but also social skills and self-confidence among teenagers. It is recommended that schools and educators support the continuous development and application of innovative learning approaches to improve educational outcomes in sports.
Peningkatan Kinerja Proses Produksi Industri Kecil Menengah (IKM) Sepatu Satria Hotma Hizkia; Roma Wibero
Jurnal Greenation Ilmu Teknik Vol. 1 No. 2 (2023): (JGIT) Jurnal Greenation Ilmu Teknik (Mei-Juli 2023)
Publisher : Greenation Publisher & Yayasan Global Resarch National

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jgit.v1i2.115

Abstract

Pada tahun 2021 juga berdasarkan laporan dari “The World Footwear 2022 Yearbook,” produksi sepatu global meningkat sebesar 8,6%, yaitu melebihi 22 miliar pasang. Hal ini sejalan dengan semakin berkembangnya Industri Kecil Menengah (IKM) yang bergerak di bidang sepatu saat ini semakin pesat dan ketat, sehingga produsen juga dituntut untuk dapat memproduksi sepatu dalam waktu yang cepat dan tepat. Terdapat salah satu IKM Sepatu Di Daerah Tangerang hanya dapat memenuhi permintaan sebanyak 37,5% yang artinya dalam 16 minggu, terdapat total 5 minggu yang dapat memenuhi permintaan sementara 11 minggu tidak dapat terpenuhi karena imbas dari pemborosan yang ada pada proses produksi sepatu. Penelitian ini menggunakan pendekatan lean manufacturing dengan tools Valuse Stream Mapping. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya pemborosan pada proses produksi sepatu untuk meningkatkan pencapaian produksi dan memberikan usulan perbaikan dalam upaya mengurangi pemborosan. Dengan menggunakan Value Stream Mapping  didapatkan perubahan jumlah lead  time   dari current state mapping  sebesar 19193 detik atau 5 jam 3 menit menjadi  15673 detik atau 4 jam 3 menit  pada future state mapping , yang artinya terjadi penurunan sebesar 3520 detik atau sekitar  1 jam.
Rancangan Lean Manufacturing untuk Mengurangi Pemborosan Pada Proses Pembuatan Sepatu dengan Pendekatan Metode Value Stream Mapping (Vsm) dan Root Cause Analysis (Rca) di Home Industry Sepatu. Muhammad Fathan Fadilah; Roma Wibero
Jurnal Greenation Ilmu Teknik Vol. 2 No. 1 (2024): (JGIT) Jurnal Greenation Ilmu Teknik (Februari-April 2024)
Publisher : Greenation Publisher & Yayasan Global Resarch National

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jgit.v2i1.230

Abstract

Home Industry Sepatu Kutabumi merupakan perusahaan yang bergerak di bidang produksi sepatu. Pada proses produksi masih terdapat permasalahan yang menghambat pengiriman produk kepada customer. Kendala yang dihadapi oleh perusahaan salah satunya yaitu masih terdapatnya aktivitas yang bersifat pemborosan. Pemborosan ini berjenis waiting berupa operator menunggu bahan baku datang serta menunggu giliran penggunaan peralatan dan bahan pendukung seperti alat pembolong bagian tali, alat pasang eyelet, latex, lem, bahan pola sepatu, dan paper texon. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pemborosan yang terjadi pada lini produksi, mengidentifikasi akar penyebab masalah dari pemborosan, dan memberikan usulan perbaikan yang tepat untuk meminimalkan pemborosan dan memaksimalkan proses pembuatan sepatu dengan metode yang digunakan yaitu Value Stream Mapping dan didukung dengan metode Root Cause Analysis berupa tools fishbone diagram. Usulan perbaikan atas terjadinya pemborosan waiting yaitu adanya penambahan peralatan dan bahan pendukung penunjang produksi, melakukan evaluasi secara berkala di setiap bulannya, pembuatan Standar Operasional Prosedur (SOP) terkait urutan aktivitas di setiap prosesnya, leader produksi perlu melakukan pengecekan stock material secara berkala, dan melakukan perencanaan pengadaan material secara matang. Berdasarkan usulan perbaikan yang diberikan maka diperoleh hasil lead time pada future state mapping sebesar 3891 detik atau 1 jam 4 menit 51 detik dan lead time tersebut mengalami penurunan sebesar 3122 detik atau 52 menit 2 detik dari sebelumnya pada current state mapping dengan lead time sebesar 7013 detik atau 1 jam 56 menit 53 detik
Integrating Lean-Green Waste Reduction into Supply Chain Strategy: Evidence from the Indonesian Automotive Industry Roma Wibero
Greenation International Journal of Engineering Science Vol. 3 No. 2 (2025): (GIJES) Greenation International Journal of Engineering Science (June - August
Publisher : Greenation Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/gijes.v3i2.553

Abstract

The application of the Lean and Green Management System (LGMS) and Lean and Green Waste Reduction Technique (LGWRT) has become a focal point for companies aiming to enhance operational efficiency and environmental sustainability. This study examines the implementation of LGMS and LGWRT and their impact on Lean and Green Business Results (LGBR) in the Indonesian industrial sector. By integrating lean and green principles, LGMS assists companies in eliminating waste, minimizing resource usage, and reducing emissions. Simultaneously, LGWRT aims to decrease waste through environmentally friendly and efficient techniques, supporting productivity and cost reduction. Using a quantitative method based on survey data from manufacturing companies, the findings reveal that these approaches significantly improve green business outcomes, including enhanced energy efficiency, lower carbon emissions, and reduced operational costs. Additionally, LGMS and LGWRT enable companies to meet strict environmental regulations and improve their public image. The study concludes that the combination of LGMS and LGWRT positively impacts environmental performance and competitive advantage through improved profitability and process efficiency. These findings encourage more companies in Indonesia to adopt lean and green approaches for achieving optimal business sustainability.
Supply Chain Management Analysis Using the Supply Chain Operations Reference (SCOR) Method in Vehicle Accessories Manufacturing Companies Wildan Bagus Purnomo; Roma Wibero
Greenation International Journal of Engineering Science Vol. 3 No. 3 (2025): (GIJES) Greenation International Journal of Engineering Science (September - No
Publisher : Greenation Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/gijes.v3i3.554

Abstract

Vehicle accessories manufacturing company is company that produces various kinds of vehicle accessories products. The company does not have a complete supply chain measurement system. This results in not covering all the company's problems so that it is not known where things need improvement. Therefore, there needs to be a method that can analyze the overall performance of the company using the Supply Chain Operations Reference (SCOR) method. The measurement is carried out with several stages, namely identifying the SCOR matrix, verifying the Key Performance Indicator (KPI), weighting using the Analytical Hierarchy Process (AHP) method and calculating Snorm de boer normalization. Based on the research results, the supply chain performance value obtained is 78.48 with the good category. There are several performance indicators that are prioritized for improvement, namely. The accuracy of planning raw material requirements, the accuracy of raw material fulfillment, handling machine and production equipment damage, product quality after the delivery process and the number of complaints from consumers. By making improvements to these indicators, it is hoped that it can help in improving the supply chain performance of the company.
Analisis Total Productive Maintenance (TPM) dan Perhitungan Overall Equipment Effectiveness (OEE) pada Mesin Packer Produksi di PT. Solusi Bangun Indonesia Roma Wibero
Jurnal Greenation Ilmu Teknik Vol. 1 No. 4 (2023): (JGIT) Jurnal Greenation Ilmu Teknik (November 2023 - Januari 2024)
Publisher : Greenation Publisher & Yayasan Global Resarch National

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jgit.v1i4.189

Abstract

Solusi Bangun Indonesia merupakan salah satu perusahaan industri yang bergerak di sektor industri dasar. Sesuai dengan misinya, industri ini berkecimpung dalam bisnis penyediaan semen dan bahan bagunan. Solusi Bangun Indonesia (SBI) memiliki komitmen untuk menjadi perusahaan yang terdepan dengan kinerja terbaik dalam industri bahan bangunan di Indonesia. SBI melangkah untuk memenuhi kebutuhan pembangunan di Indonesia. Perusahaan tersebut terfokus kepada kerusakan mesin produksi yang menyebabkan downtime pada proses produksi yang mengakibatkan kinerja mesin menjadi kurang efektif dan efisien. Total Productive Maintenance (TPM) adalah pendekatan yang dilakukan oleh semua lini dalam suatu organisasi sebagai usaha untuk memaksimalkan efisiensi dan efektifnya fasilitas secara keseluruhan. Overall Equipment Effectiveness (OEE) adalah suatu perhitungan yang dilakukan untuk menentukan nilai efektivitas mesin. OEE adalah salah satu metode yang tersedia di dalam Total Productive Maintenance (TPM). Setelah dilakukan perhitungan Availability Rate, Performance Rate, dan Quality Rate maka dapat diketahui nilai OEE yaitu dengan cara mengalikan ketiga perhitungan tersebut. Sehingga dapat diketahui nilai OEE pada mesin Packer PT. Solusi Bangun Indonesia dapat diketahui hasil dari OEE pada bulan Mei 2022 - Agustus 2022 dikatakan mencapai nilai standar OEE yaitu 85%.
Analisis Manajemen Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Menggunakan Metode Hiradc (Hazard Identification Risk Assessment And Determining Control) PT. XYZ Yoga Andhinova; Roma Wibero
Jurnal Greenation Ilmu Teknik Vol. 1 No. 4 (2023): (JGIT) Jurnal Greenation Ilmu Teknik (November 2023 - Januari 2024)
Publisher : Greenation Publisher & Yayasan Global Resarch National

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jgit.v1i4.229

Abstract

PT. XYZ merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang pengelolaan dan pemeliharaan gedung pusat perbelanjaan. Untuk penerapan K3 di PT. XYZ belum berjalan dengan efektif dikarenakan masih banyak pekerja yang melepas Alat Pelindung Diri (APD) dan kurangnya kesadaran akan bahaya yang terjadi akibat dari alat kerja. Metode yang digunakan adalah metode HIRADC Hazard Identification Risk Assessment and Determining Control adalah sebuah metode untuk mengidentifikasi bahaya, mengukur, dan mengevaluasi risiko yang muncul dari sebuah bahaya yang dapat terjadi dalam aktifitas rutin ataupun non rutin dalam sebuah pekerjaan di perusahaan, selanjutnya dapat dilakukan penilaian risiko dari bahaya yang sudah teridentifikasi. Hasil dari penilaian risiko tersebut berguna untuk membuat program pengendalian risiko dengan memperhatikan hirarki pengendalian risiko.Hasil dari penelitian ini adalah rekomendasi pengendalian risiko pada pekerjaan atau perbaikan yang sedang berlangsung pada area pusat perbelanjaan PT. XYZ. Pertama adalah pengendalian risiko penggunaan APD dimana perusahaan wajib untuk menyediakan alat pelindung diri yang dapat digunakan oleh pekerja, kedua pengendalian risiko administratif digunakan untuk memberikan peringatan dan memberikan hukuman tegas untuk memberikan efek jera. Terkahir pengendalian risiko subtitusi yaitu mengganti alat kerja yang sudah rusak dengan harapan dapat mengurangi terjadinya tersengat aliran listrik yang berasal dari alat kerja.Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat 10 pekerjaan atau perbaikan yang sedang berlangsung di area pusat perbelanjaan PT. XYZ. Teridentifikasi 36 potensi bahaya yang dapat menyebabkan kecelakaan kerja. Penilaian risiko yang dilakukan menghasilkan 3 kategori yaitu sangat ringa, ringan, sedang. Kategori sangat ringan memikiki 14 penilaian, kategori ringan dengan 14 penilaian, sedangkan kategori sedang hanya memilkiki 8 penilaian. Pengendalian risiko menghasilkan rekomendasi pengendalian risiko yang terdiri dari 3 hirarki pengendalian risiko yaitu rekomendasi pengendalian risiko menggunakan APD dengan 31 upaya, pengendalian risiko administratif dengan 27 upaya, dan pengendalian risiko subtitusi dengan 4 upaya rekomendasi pengendalian.