Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Journal of Innovative and Creativity

Analisis Tingkat Keselamatan Ruas Jalan Trans Sulawesi Desa Pontolo Kecamatan Kwandang Kabupaten Gorontalo Utara Trimelia Katili; Ari Putra Rachman; Nurhediyati Tome
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat keselamatan lalu lintas pada ruas Jalan Trans Sulawesi yang terletak di Desa Pontolo, Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara. Latar belakang penelitian ini dilandasi oleh tingginya volume kendaraan dan tingginya tingkat kecelakaan lalu lintas yang terjadi di wilayah tersebut, khususnya pada segmen jalan yang memiliki tikungan tajam, tanjakan, dan permukaan jalan rusak. Situasi ini mendorong perlunya evaluasi menyeluruh terhadap aspek keselamatan jalan guna menekan risiko kecelakaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Traffic Conflict Technique (TCT), yang memfokuskan pada identifikasi potensi kecelakaan melalui observasi konflik lalu lintas (near-missed accident). Pengumpulan data dilakukan melalui survei primer yang dilaksanakan selama tiga hari pada waktu-waktu sibuk, serta pengukuran kecepatan kendaraan, jarak konflik antar kendaraan, dan tindakan pengendara saat konflik terjadi. Penelitian ini juga dilengkapi dengan survei kondisi geometrik jalan dan pemetaan titik rawan kecelakaan berdasarkan STA (Stationing Analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa segmen STA 0+1300–0+1400 merupakan titik dengan jumlah kecelakaan tertinggi, sehingga dikategorikan sebagai black spot. Data kecelakaan tahun 2024 mencatat 30 korban, dengan peningkatan signifikan dibanding tahun sebelumnya. Kondisi geometrik jalan yang tidak memenuhi standar, minimnya fasilitas keselamatan jalan, serta tingginya aktivitas masyarakat di sekitar lokasi menjadi penyebab utama meningkatnya risiko kecelakaan. Kesimpulannya, keselamatan lalu lintas di ruas jalan ini sangat bergantung pada intervensi fisik terhadap kondisi jalan, peningkatan manajemen lalu lintas, serta edukasi kepada pengguna jalan. Oleh karena itu, rekomendasi dari penelitian ini mencakup perbaikan infrastruktur jalan, penyediaan rambu-rambu keselamatan yang memadai, dan pengawasan berkala di titik-titik rawan kecelakaan.
Evaluasi Kinerja Ruas Jalan Studi Kasus Jl. Jalaludin Tantu Kota Gorontalo Amalia Ali; Ari Putra Rachman; Nurhediyati Tome
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan jumlah kendaraan dan aktivitas masyarakat yang intens di sepanjang Jalan Jalaludin Tantu, Kota Gorontalo, memunculkan persoalan transportasi yang menuntut evaluasi menyeluruh terhadap kinerja ruas jalan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kapasitas, hambatan samping, serta tingkat pelayanan jalan (Level of Service/LOS) dalam konteks jam-jam sibuk harian, terutama pada hari pasar dan akhir pekan. Penelitian dilakukan melalui metode survei lalu lintas dengan pendekatan observasional pada tiga hari berbeda, mencakup pagi, siang, dan sore hari. Data primer dikumpulkan mencakup volume kendaraan, kecepatan arus, dan aktivitas pejalan kaki, sedangkan data sekunder diperoleh dari literatur serta peta lokasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa kapasitas aktual ruas jalan hanya sebesar 1.885 smp/jam setelah dikoreksi menggunakan metode PKJI 2023. Tingkat pelayanan (LOS) pada hari biasa cenderung stabil pada kategori C hingga D, tetapi meningkat menjadi LOS E pada Sabtu sore, terutama pada pukul 17.00–18.00, menandakan volume lalu lintas hampir mencapai kapasitas maksimum. Aktivitas pasar dan pelabuhan turut memperberat beban lalu lintas, terutama dengan hadirnya kendaraan berat seperti truk tronton dan parkir liar di bahu jalan. Temuan ini memperkuat pentingnya manajemen lalu lintas dan perencanaan peningkatan infrastruktur, khususnya pelebaran jalan dan penertiban area pasar. Secara keseluruhan, studi ini menyimpulkan bahwa Jalan Jalaludin Tantu memiliki performa yang layak pada sebagian besar waktu, tetapi mengalami penurunan signifikan pada jam sibuk sore hari. Intervensi kebijakan perlu difokuskan pada pengaturan waktu operasional kendaraan berat, optimalisasi ruang parkir, serta pengawasan lebih ketat terhadap aktivitas pasar untuk menjaga kelancaran lalu lintas. Evaluasi berkala dan penyesuaian kapasitas jalan menjadi krusial untuk menjamin fungsi jalan sebagai tulang punggung mobilitas masyarakat Kota Gorontalo.
Analisis Dampak Hambatan Samping di Ruas Jalan Jendral Sudirman Segmen RRI – UNG terhadap Biaya Operasional Kendaraan Nia Fadhila Nur; Ari Putra Rachman; Nurhediyati Tome
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3767

Abstract

Kemacetan lalu lintas di kawasan perkotaan Indonesia semakin kompleks seiring pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor yang tidak sebanding dengan kapasitas jalan. Salah satu penyebab utama penurunan kinerja jalan adalah hambatan samping (side friction), yaitu aktivitas di sekitar badan jalan seperti parkir sembarangan, kendaraan keluar-masuk area samping, pejalan kaki, dan kendaraan lambat. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak hambatan samping terhadap Biaya Operasional Kendaraan (BOK) di ruas Jalan Jendral Sudirman segmen RRI–UNG, Kota Gorontalo. Metode penelitian dilakukan melalui survei volume lalu lintas, kecepatan kendaraan, dan inventarisasi hambatan samping. Data dianalisis menggunakan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI, 2023) dan model Highway Design and Maintenance Vehicle Operating Cost (HDM-VOC). Hasil menunjukkan bahwa tingkat hambatan samping pada jam puncak termasuk kategori tinggi, dengan dominasi aktivitas parkir dan keluar-masuk kendaraan. Kondisi ini menyebabkan penurunan kecepatan rata-rata menjadi 34,18 km/jam dan menurunkan tingkat pelayanan jalan hingga LOS D. Dampaknya, BOK kendaraan meningkat signifikan, yaitu Rp 12.378,3/km dibandingkan kondisi tanpa hambatan samping sebesar Rp 1.077,3/km. Temuan ini menegaskan perlunya strategi pengendalian hambatan samping sebagai upaya efisiensi transportasi perkotaan.