Pertumbuhan jumlah kendaraan dan aktivitas masyarakat yang intens di sepanjang Jalan Jalaludin Tantu, Kota Gorontalo, memunculkan persoalan transportasi yang menuntut evaluasi menyeluruh terhadap kinerja ruas jalan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kapasitas, hambatan samping, serta tingkat pelayanan jalan (Level of Service/LOS) dalam konteks jam-jam sibuk harian, terutama pada hari pasar dan akhir pekan. Penelitian dilakukan melalui metode survei lalu lintas dengan pendekatan observasional pada tiga hari berbeda, mencakup pagi, siang, dan sore hari. Data primer dikumpulkan mencakup volume kendaraan, kecepatan arus, dan aktivitas pejalan kaki, sedangkan data sekunder diperoleh dari literatur serta peta lokasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa kapasitas aktual ruas jalan hanya sebesar 1.885 smp/jam setelah dikoreksi menggunakan metode PKJI 2023. Tingkat pelayanan (LOS) pada hari biasa cenderung stabil pada kategori C hingga D, tetapi meningkat menjadi LOS E pada Sabtu sore, terutama pada pukul 17.00–18.00, menandakan volume lalu lintas hampir mencapai kapasitas maksimum. Aktivitas pasar dan pelabuhan turut memperberat beban lalu lintas, terutama dengan hadirnya kendaraan berat seperti truk tronton dan parkir liar di bahu jalan. Temuan ini memperkuat pentingnya manajemen lalu lintas dan perencanaan peningkatan infrastruktur, khususnya pelebaran jalan dan penertiban area pasar. Secara keseluruhan, studi ini menyimpulkan bahwa Jalan Jalaludin Tantu memiliki performa yang layak pada sebagian besar waktu, tetapi mengalami penurunan signifikan pada jam sibuk sore hari. Intervensi kebijakan perlu difokuskan pada pengaturan waktu operasional kendaraan berat, optimalisasi ruang parkir, serta pengawasan lebih ketat terhadap aktivitas pasar untuk menjaga kelancaran lalu lintas. Evaluasi berkala dan penyesuaian kapasitas jalan menjadi krusial untuk menjamin fungsi jalan sebagai tulang punggung mobilitas masyarakat Kota Gorontalo.