Shintia Faradina
Sekolah Tinggi Agama Islam Nurul Qadim

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

MAKNA KEESAAN DAN METAFISIKA KETUHANAN DALAM ISLAM PERSPEKTIF IBNU RUSYD Shintia Faradina; Iqbal Kholidi
MAHAD ALY JOURNAL OF ISLAMIC STUDIES Vol 1 No 2 (2022): Ma had Aly Journal of Islamic Studies
Publisher : AL-BAYAN INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63398/jsimahadaly.v1i2.33

Abstract

This paper discusses the dialectical thoughts of Ibn Rushd and theologians on divine metaphysics. The discussion is based on the study of criticisms and dialogues on the theologians’ view on metaphysics. Three important points emerge: firstly, how Ibn Rushd presented the basis of his critical arguments; secondly, the process of Ibn Rushd’s methods of criticism on the theologians’ metaphysical reasons and lastly, the content of Ibn Rushd’s criticisms of the theologians’ metaphysical reason. This paper provides a detailed description of the themes as accurate and comprehensive ways to provide a basis of Ibn Rushd’s criticism. This study contributes to encouraging and changing the views of scholars of Islamic theology that Ibn Rushd, apart from being a philosopher, is also a critical thinker in the field of Islamic theology.
Peran Pendidikan Islam: Menapak Krisis Identitas dan Degradasi Moral di Indonesia Iqbal Kholidi; Shintia Faradina
An-Nasyi'in: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 1 No. 1 (2025)
Publisher : An-Nasyi'in: Jurnal Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran pendidikan Islam dalam menapak krisis identitas dan degradasi moral di Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan studi pustaka, kajian ini menelusuri bagaimana nilai-nilai wahyu diinternalisasi melalui proses pendidikan sejak masa Nabi Muhammad hingga berkembangnya institusi pendidikan Islam seperti madrasah dan pesantren. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi pustaka (library research). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi, yaitu mengidentifikasi, mengkaji, dan menelaah berbagai literatur relevan. Sumber data utama meliputi kitab-kitab tafsir Al-Qur'an, syarah Hadis, buku-buku sejarah Islam, karya-karya tentang peradaban Islam, jurnal ilmiah, dan artikel penelitian yang berkaitan dengan pendidikan Islam, Al-Qur'an, Hadis, dan kebudayaan Islam. Teknik analisis data yang diterapkan adalah analisis isi (content analysis) dengan pendekatan deskriptif-interpretatif. Data yang terkumpul diklasifikasikan, diorganisir, dan kemudian diinterpretasikan untuk menemukan pola, tema, dan hubungan kausalitas antara pendidikan Islam dengan karakteristik kebudayaan di Indonesia. Pendidikan Islam tidak hanya melahirkan pemahaman keagamaan, tetapi juga membentuk budaya ilmu, moralitas sosial, dan ekspresi seni yang khas dalam masyarakat Islam. Budaya kaligrafi, arsitektur masjid, dan karya sastra merupakan wujud nyata dari pengaruh pendidikan keislaman terhadap kehidupan umat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan Islam berperan penting dalam membangun peradaban yang berakar pada nilai spiritual dan intelektual. Di era modern, nilai-nilai ini tetap relevan sebagai solusi atas tantangan global, seperti krisis identitas dan degradasi moral. Dengan demikian, pendidikan Islam perlu terus direvitalisasi agar budaya Islam dapat berkembang secara kontekstual dan berkelanjutan.
Reconstruction of Deep Learning-Based Practices in Islamic Education: An Analytical Study of the Hadith “Naddarallahu Imra'an” and Michael Fullan’s Framework Shintia Faradina; Muhammad Sholihin; Iqbal Kholidi
An-Nasyi'in: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2025)
Publisher : An-Nasyi'in: Jurnal Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This investigation explores how the prophetic tradition (hadith) of Prophet Muhammad, "Naddarallahu Imra'an," intersects with modern deep learning methodologies within Islamic educational contexts. The selected hadith delineates a structured cognitive progression-comprising active listening, deep comprehension, memorization, and the ethical dissemination of knowledge-which functions as a cornerstone for reflective and transformative pedagogy. Utilizing a qualitative framework grounded in library research, this study examines the normative dimensions of the text, establishes a conceptual dialogue with Michael Fullan’s deep learning paradigm, and synthesizes contemporary literature on digital instructional innovations and meaningful learning. The findings indicate that modern deep learning principles-specifically the cultivation of critical thinking, collaboration, creativity, communication, and character-strongly resonate with classical Islamic tenets such as trustworthiness (amanah), moral integrity, and the internal processing of knowledge. This synthesis highlights that contemporary Islamic schooling can successfully incorporate digital tools and modern pedagogical strategies while preserving its core spiritual values and academic ethics. Furthermore, the study underscores the necessity of redefining the educator's role into that of a facilitator who fosters student agency, active participation, and the contextual transfer of knowledge. Consequently, an Islamic instructional model rooted in deep learning offers an adaptable, transformative, and practical framework designed to prepare students for the global and technological demands of the 21st century. This research provides both theoretical insights and practical guidance for contemporary Islamic educational strategies, bridging prophetic values with modern competencies.