Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pendidikan Kesehatan Tentang Pemantauan Perkembangan Bayi Prematur dengan Denver II Test: Health Education About Monitoring The Development of Premature Babies with The Denver II Test Ekasari, Tutik; Muthmainnah Zakiyyah
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2024): September
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Kelahiran prematur hingga saat ini masih menjadi masalah baik di negara maju maupun negara berkembang. Bayi yang terlahir prematur seringkali memberikan efek jangka panjang maupun jangka pendek. Dampak yang mungkin terjadi pada bayi yang lahir prematur adalah menurunnya kualitas hidup karena berisiko mengalami gangguan pada pertumbuhan dan perkembangan di kemudian hari. Hal ini bisa menjadi faktor penyebab kecemasan orang tua untuk perkembangan anaknya. Tujuan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan orang tua dalam memantau perkembangan bayi terutama pada bayi premature. Metode Pengabdian Kepada Masyarakat ini yaitu pendidikan kesehatan tentang pemantauan perkembangan bayi premature dengan Denver II test. Peserta PKM ini adalah kader posyandu, ibu yang mempunyai bayi sebanyak 25 orang. Tempat pelaksanaan PKM yaitu di Posyandu Dusun Mudinan I dan II Desa Pajurangan Kecamatan Gending Kabupaten Probolinggo. Hasil kegiatan menunjukkan Peserta paham dan mampu menjelaskan kembali tentang pemantauan perkembangan bayi khususnya bayi prematur serta bisa mematau perkembangan bayinya secara mandiri sebagai deteksi dini adanya penyimpangan perkembangan pada bayi. PKM ini diharapkan bisa memberikan pemahaman dan perubahan perilaku masyarakat.   Abstract: Preterm birth is still a problem in both developed and developing countries. Babies born prematurely often have long-term and short-term impacts. The impact that may occur in babies born prematurely is a decrease in the quality of life because they are at risk of experiencing growth and development disorders later in life. This can be a contributing factor to parents' anxiety about their child's growth and development. The purpose of this Community Service (PKM) is to increase parents' knowledge in monitoring the growth and development of babies, especially in premature babies. The method of this Community Service is health education about monitoring the development of premature babies with the Denver II test. The participants of this PKM are posyandu cadres, mothers who have babies as many as 25 people. The place of PKM implementation is at the Posyandu Mudinan I and II Hamlets, Pajurangan Village, Gending District, Probolinggo Regency. The results of the activity showed that the participants understood and were able to explain again about monitoring the development of babies, especially premature babies and could monitor their babies' development independently as an early detection of developmental deviations in babies. This PKM is expected to provide understanding and changes in community behavior
Hubungan Pemberian Makanan Tambahan (Pmt) Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Usia 24¬-36 Bulan Diwilayah Kerja Puskesmas Pajarakan Syarifatul Jannah; Iis Hanifah; Muthmainnah Zakiyyah
Quantum Wellness : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2025): Juni : Quantum Wellness : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/quwell.v2i2.1703

Abstract

This study analyzes the relationship between the provision of additional food (PMT) and the incidence of stunting in toddlers aged 24–36 months in the Pajarakan Health Center working area. Using a quantitative approach with a cross-sectional design, the sample consisted of 73 toddlers selected randomly. Data were collected through questionnaires and height measurements, then analyzed using the Chi-Square test. The results showed a significant relationship between the provision of PMT and the incidence of stunting (p-value 0.001). This finding is expected to increase mothers' awareness in paying attention to parenting patterns and child nutrition.
Hubungan Frekuensi Antenatal Care Dengan Kejadian Komplikasi Persalinan di PMB Wilayah Jati Kota Probolinggo Sinta Maharani Hanifah; Muthmainnah Zakiyyah; Iis Hanifah
Protein : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan.  Vol. 3 No. 2 (2025): April: Protein: Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/protein.v3i2.1306

Abstract

Complications during childbirth are the leading cause of maternal mortality in Indonesia. The incidence of labor complications can be prevented by frequent antenatal care (ANC) visits. Low frequency of antenatal care (ANC) may increase the risk of labor complications. The purpose of this study is to examine the correlation between the frequency of antenatal care and the incidence of labor complications in Independent Midwifery Practice Jati Area, Probolinggo City. This study used a cross-sectional research design with using secondary data from the Maternal and Child Health book and observation sheets. The number of samples in this study were 26 laboring mothers in the area in June 2024. The results of this study showed that the majority with low ANC frequency majority was 57.7%, incidence of labor complications was 61.5%. Fisher's test showed a significant correlation between the frequency of antenatal care and the incidence of labor complications with the result (p = 0.000). Suggestions for health workers, especially midwives, are expected to always provide motivation and knowledge about the importance of the frequency of antenatal care visits and need to improve the quality of antenatal care to prevent complications of labor.
PENDIDIKAN KESEHATAN DAN PELATIHAN CARA MEMBUAT MAKANAN PENDAMPING ASI YANG BERGIZI Tutik Ekasari; Muthmainnah Zakiyyah; Mega Silvian Natalia
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT KESEHATAN (ABDIMAKES) Vol 2 No 2 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan (ABDIMAKES)
Publisher : Jurnal Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55316/amk.v2i2.795

Abstract

WHO dan UNICEF menganjurkan agar ASI eksklusif diberikan sejak lahir sampai usia 6 bulan dan ASI diteruskan bersamaan dengan MP-ASI yang memadai sampai 2 tahun atau lebih. Makanan pendamping ASI yang baik adalah terbuat dari bahan makanan yang segar, seperti : tempe, kacang-kacangan, telur ayam, ikan, sayur mayur dan buah-buahan. Tujuan PKM ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan cara membuat MP-ASI yang bergizi dan target luaran yang akan dicapai adalah bahan ajar mata kuliah Gizi dalam Kesehatan Reproduksi dan Jurnal J-Pengmas. Metode Pengabdian Kepada Masyarakat ini yaitu pendidikan kesehatan dan pelatihan cara membuat MP-ASI yang bergizi. Peserta Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah ibu baduta sebanyak 20 orang. Tempat pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat yaitu di Posyandu Dusun Mudinan II Desa Pajurangan Kecamatan Gending Kabupaten Probolinggo. Setelah diberikan pendidikan kesehatan dan pelatihan cara membuat makanan pendamping ASI yang bergizi, ibu-ibu baduta tersebut paham tentang cara membuat makanan pendamping ASI yang bergizi dan bervariasi serta dengan menggunakan bahan makanan yang mudah didapat dan dengan harga yang terjangkau. Pendidikan kesehatan dan pelatihan tentang gizi sangat berdampak pada perilaku seseorang. Oleh karena itu, kita sebagai tenaga kesehatan sebaiknya sering-sering melakukan pendidikan kesehatan dan pelatihan untuk membantu masyarakat hidup mandiri dan sehat. Kata Kunci : Makanan Pendamping ASI, bergizi, MP-ASI, baduta, sehat
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Kepatuhan Mengkonsumsi Tablet Tambah Darah Pada Ibu Hamil Di Polindes Desa Sidopekso Kecamatan Kraksaan Musayyadatul kamalia; Muthmainnah Zakiyyah; Homsiatur Rohmatin
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 7 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepatuhan merupakan suatu bentuk perilaku manusia yang taat terhadap aturan, perintah yang telah ditetapkan, prosedur dan disiplin yang harus dijalankan. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap kepatuhan mengkonsumsi tablet tambah darah pada ibu hamil di polindes sidopekso kecamatan kraksaan.Rancangan penelitian ini menggunakan metode pre Eksperiment. one group pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil dipolindes sidopekso sebanyak 30 ibu hamil. Sampelnya adalah seluruh ibu hamil dipolindes sidopekso dengan teknik total sampling. Instrument yang digunakan adalah lembar control minum TTD pada ibu hamil. Hasil penelitian sebelum dilakukan pendidikan kesehatansebagian besar tidak patuh yaitu sebanyak 17 responden, serta setelah perlakuan pendidikan kesehatan hamper seluruhnya patuhyaitu 24 responden. Berdasarkan uji statistic wilcoxon, diketahui bahwa nilai P Value 0,005 dengan α 0,05. Karena nilai signifikansi < α maka H0 ditolak dan H1 diterima yang berarti bahwa ada pengaruh pendidikan kesehatanterhadap kepatuhan mengkonsumsi tablet tambah darah pada ibu hamil di polindes sidopekso. Diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan masukan bagi ibu hamiluntuk patuh dalam mengkonsumsi tablet tambah darah selama kehamilan
Hubungan Peran Ibu Dengan Kesiapan Remaja Putri Dalam Menghadapi Menarche Pada Remaja Putri Di Desa Sukomulyo Kecamatan Pajarakan Kabupaten Probolinggo Siti Fatimatus Zahro; Tutik Hidayati; Muthmainnah Zakiyyah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 8 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kejadian menarche yang cenderung lebih awal, saat anak belum mencapai kedewasaan pikiran ditambah dengan faktor kurangnya pengetahuan memunculkan beragam respon psikologis pada anak perempuan. Peran ibu sangat berkaitan dengan persepsi remaja putri tentang menarche. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis adanya Hubungan Peran Ibu Dengan Kesiapan Remaja Putri Dalam Menghadapi Menarche Pada Remaja Putri Di Desa Sukomulyo Kecamatan Pajarakan Kabupaten Probolinggo. Rancangan penelitian ini adalah korelasiona dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh remaja usia < 12-18 tahun yang belum menarche sebanyak 32 orang. Sampelnya adalah seluruh remaja usia < 12-18 tahun yang belum menarche sebanyak 32 orang menggunakan teknik Total sampling. Instrument yang digunakan adalah lembar kuesioner. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa peran ibu hampir seluruhnya memiliki peran positif sebanyak 28 orang (87,5%), kesiapan remaja putri menghadapi menarche sebagian besar baik sebanyak 19 orang (59,4%). Berdasarkan uji chi square diketahui bahwa nilai P Value 0,000 dengan α 0,05. Karena nilai signifikansi < α maka H0 ditolak dan H1 diterima yang berarti bahwa ada Hubungan Peran Ibu Dengan Kesiapan Remaja Putri Dalam Menghadapi Menarche Pada Remaja Putri Di Desa Sukomulyo. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadikan sebagai sumber pembelajaran, informasi bagi ibu maupun remaja dalam menghadapi menarche