This Author published in this journals
All Journal ALQALAM
Sahabudin, H.
Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : ALQALAM

NUR MUHAMMAD DALAM TRADISI SUFISME Sahabudin, H.
Al Qalam Vol 19 No 92 (2002): January - March 2002
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.326 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v19i92.1017

Abstract

Nur Muhammad merupakan salah satu ajaran dalam tradisi sufisme yang dikembangkan pada mulanya oleh al-Hallaj; Ibn Arabi, al Jilli, al-Burhanpuri dan akhirnya al-Nabhani. Menurut Hallaj Nur Muhammad memiliki dua hakikat: 'qadimah' sebagai 'nur al-azali' yang menjadi sumber ilmu dan irfan serta sebagai titik tolak munculnya para nabi dan aulia Allah dan 'haditsah' merupakan eksistensi sebagai ibn Abdullah yang menjadi Nabi dan Rasul. Selanjutnya al­Nabhani juga berpendapat senada. Baginya Nur Muhamad bersumber dari Allah dan oleh karenanyaa ia bersifat 'qadim' sedangkan Nur Muhammad adalah sumber segala makhluk dan oleh karenanya bersifat 'huduts'. Melalui huduts inilah Nur Muhammad bisa bersentuhan langsung dengan makhluk. la juga menjadi penghubung antara Allah dengan hamba-Nya. Selanjutnya, hamba bisa berdialog langsung dengan TuhanNya melalui shalat. Shalat adalah identik dengan bacaan dan dialog antara hamba denganTuhanNya melalui rukun kauli, fi'li dan qalbi. Untuk bisa mengungkap esensi bacaan dan dialog tersebut hanya mungkin bisa diperoleh melalui Nur. Nur tersebut berasal dari Nur Muhammad. Dengan demikian ada persamaan antara Nur Muhammad dengan fungsi shalat, yakni penghubung hamba dengan Allah SWT.Kata Kunci: Syekh Yusuf al-Nabhani, Nur Muhammad, Tasawuf, Wasithah.