Manajemen rantai pasok memiliki peran yang sangat vital dalam menjaga efisiensi, keberlanjutan, dan daya saing sektor agribisnis, khususnya pada industri kelapa sawit di negara-negara berkembang. Tulisan ini berfokus pada pembahasan berbagai strategi optimalisasi pengelolaan rantai pasok dalam produksi kelapa sawit, termasuk tantangan serta peluang yang dihadapi. Dalam konteks negara dengan ekonomi berkembang, sejumlah kendala utama seperti keterbatasan infrastruktur, akses teknologi yang belum memadai, regulasi lingkungan yang kompleks, serta fluktuasi pasar global sering menjadi hambatan yang harus diatasi. Metode penulisan artikel ini yakni studi literatur dengan menelaah dan mengamati beberapa jurnal untuk ditulis kembali. Tulisan ini meninjau berbagai model pengelolaan rantai pasok, seperti penerapan teknologi digital berbasis Internet of Things (IoT) dan blockchain, integrasi vertikal dalam sektor industri, hingga pengaplikasian prinsip keberlanjutan yang bertujuan mengurangi emisi karbon dan limbah. Selain itu, artikel ini juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat lokal dalam membangun ekosistem agribisnis yang lebih berkelanjutan dan inklusif. Temuan menunjukkan bahwa upaya optimalisasi rantai pasok dapat meningkatkan efisiensi logistik dan profitabilitas, serta turut mendukung pencapaian Tujuan Suistanable Development Goals (SDGs). Oleh sebab itu, penerapan teknologi mutakhir, penyempurnaan kebijakan, serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia menjadi faktor esensial untuk mendukung transformasi rantai pasok kelapa sawit di negara-negara berkembang.