Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Mahasiswa Memilih Kuliah Di Stip-Ap (Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Agrobisnis Perkebunan) Purjianto, Purjianto; Ningsih, Tuty; Kartika, Alda
JASc (Journal of Agribusiness Sciences) Vol 6, No 2 (2022): "JASc" JOURNAL OF AGRIBUSINESS SCIENCES
Publisher : JASc (Journal of Agribusiness Sciences)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jasc.v6i2.9363

Abstract

Pertumbuhan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Sumatera Utara semakin pesat. Hal ini memudahkan mahasiswa menentukan pilihan PTS yang menarik untuk dipilih dalam menempuh pendidikan tinggi. STIP-AP sebagai salah satu perguruan tinggi yang berfokus pada perkebunan sawit dan karet merupakan PTS yang banyak diminati oleh mayarakat. Berdasarkan hal tersebut, dilakukan penelitian untuk melihat faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan mahasiswa utuk memilih kuliah di STIP-AP. Penelitian ini dilakukan di Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Agrobisnis Perkebunan (STIP-AP) pada bulan Maret Juni 2020. Metode Penelitian menggunakan deskriptif kuantitatif dan dianalisis dengan persamaan regresi linear berganda. Pengambilan sampel menggunakan kuisioner dengan skala pengukuran (linkert) dan diolah dengan SPSS 22. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Variabel budaya berpengaruh tidak signifikan terhadap keputusan memilih kuliah di STIP-AP dengan nilai thitung ttabel yaitu 1,064 1,99 dengan nilai signifikansi sebesar 0,291 ? (0,05). (2)Variabel sosial berpengaruh tidak signifikan terhadap keputusan memilih kuliah di STIP-AP dengan nilai thitung ttabel yaitu 1,636 1,99 dengan nilai signifikansi sebesar 0,155 ? (0,05). (3)Variabel pribadi berpengaruh tidak signifikan terhadap keputusan memilih kuliah di STIP-AP dengan nilai thitung ttabel yaitu 1,161 1,99 dengan nilai signifikansi sebesar 0,249 ? (0,05). (4)Variabel psikologis berpengaruh signifikan terhadap keputusan memilih kuliah di STIP-AP dengan nilai thitung ttabel yaitu 5,6 1,99 dengan nilai signifikansi sebesar 0,00 ? (0,05).
Analisa Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Kelapa Sawit Di Kebun Tanah Raja PT. Bakrie Sumatera Plantations Ningsih, Tuty; Sitompul, Ingrid O.Y.; Siahaan, Samson D.
JASc (Journal of Agribusiness Sciences) Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : JASc (Journal of Agribusiness Sciences)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jasc.v7i2.16628

Abstract

Peningkatan produksi kelapa sawit dapat dilakukan dengan cara memperhatikan faktor-faktor produksi seperti curah hujan, umur tanaman, pupuk, pengendalian gulma bibit dan lain sebagainya. Penggunaan faktor produksi yang baik akan mempengaruhi produksi. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produksi kelapa sawit. Penelitian dilakukan di Kebun Tanah Raja PT. Bakrie Sumatera Plantations pada bulan  Januari - Desember 2020. Metode yang digunakan yaitu Metode Deskriptif yang dianalisa dengan menggunakan Regresi Linear Berganda. Data Diolah mengunakan SPSS25. Data yang digunakan merupakan data time serries tahun 2015-2019. Variabel pengamatan meliputi Data produksi kelapa sawit; Data curah hujan; Data umur tanaman; Data pemupukan; Data penggunaan herbisida; Data tenaga kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1)Secara simultan (serempak) faktor curah hujan, umur tanaman, pupuk, herbisida dan tenaga kerja berpengaruh nyata terhadap produksi kelapa sawit dengan nilai F hitung (6,957) F tabel (2,38) dengan nilai signifikansi 0,00 α (0,05). 2)Secara parsial dapat disimpulkan bahwa Faktor curah hujan berpengaruh signifikan terhadap produksi kelapa sawit dengan nilai T hitung (4,013) T tabel (2,004) dengan nilai signifikansi 0,000 α (0,05); Faktor umur tanaman tidak berpengaruh signifikan terhadap produksi kelapa sawit dengan nilai T hitung (1,331) T tabel (2,004) dengan nilai signifikansi 0,189 α (0,05); Faktor pupuk tidak berpengaruh signifikan terhadap produksi kelapa sawit dengan nilai T hitung (-0,719) T tabel (2,004) dengan nilai signifikansi 0,475 α (0,05); Faktor herbisida tidak berpengaruh signifikan terhadap produksi kelapa sawit dengan nilai T hitung (-1,296) T tabel (2,004) dengan nilai signifikansi 0,200 α (0,05); Faktor tenaga kerja berpengaruh signifikan terhadap produksi kelapa sawit dengan nilai T hitung (2,592) T tabel (2,004) dengan nilai signifikansi 0,012 α (0,05).
KAJIAN MANAJEMEN MUTU DALAM PENCAPAIAN RENDEMEN CPO (CRUDE PALM OIL) ( STUDI KASUS : PT. BAKRIE SUMATERA PLANTATION TBK KISARAN PALM OIL MILL ) Ningsih, Tuty; Ishman L Sibuea; M. Siddiq Dongoran
Jurnal Agro Fabrica Vol. 2 No. 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Institut Teknologi Sawit Indonesia (ITSI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47199/jaf.v2i2.129

Abstract

The achievement of oil Extraction Rate is one of the palm oil mill performances that needs to be continuouslyimproved. The achievement of oil Extraction Rate is obtained from efforts to synergize plant parts andprocessing plants which must be managed with a good management system. The implementation of anappropriate and consistent quality management system (Plan, do, check, action/PDCA) is expected toincrease optimal yield in accordance with predetermined targets. This research method is descriptivequantitative with research variables processing capacity, production yield, production quality and processingcosts. The results showed that (1) The company's management efforts in achieving CPO yield are integratingonfarm and off farm that are managed by implementing a quality managemen System (Plan, do, Check,Action/PDCA). (2) The Relationship of the ISO 9001;2015 to that affect the yield of CPO : (a) Planned 23,5% oil yield by 2020, (b) Establish and implement SOP and IK in onfarm and off farm. (c) Performs externaland Internal audits every years.
KAJIAN PENGENDALIAN RESIKO KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DENGAN METODE HAZARD INDENTIFICATION RISK ASSESSMENT AND RISK CONTROL ( HIRARC ) DI PT. LANGKAT NUSANTARA KEPONG Mukti, Ismail; Ningsih, Tuty; Sibuea, Ishman L.
Jurnal Agro Fabrica Vol. 5 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Institut Teknologi Sawit Indonesia (ITSI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47199/jaf.v5i1.167

Abstract

PT. Langkat Nusantara Kepong is one of the KSO companies engaged in the oil palm plantation business. In carrying out the operational activities of one PKS unit, PT. Langkat Nusantara Kepong is supported by more than 100 workers who interact directly with machines and other work equipment. Every workplace contains a high potential for hazards, so a prevention and control effort is needed to prevent work accidents. The occurrence of work accidents is caused by the actions of people who do not comply with work safety (unsafe actions) and environmental conditions or processes from unsafe systems (unsafe conditions). Hazard Identification Risk Assessment and Risk Control (HIRARC) is an effort to prevent work accidents and OHS risks. This research was conducted using a qualitative descriptive method which describes the identification and assessment of work risks. Data collection regarding identification and risk assessment was analyzed with HIRARC. HIRARC Results at PKS Gohor Lama PT. Langkat Nusantara Kepong that the highest number of risk levels is at the boiler station.
KAJIAN PENGENDALIAN RESIKO KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DENGAN METODE HAZARD INDENTIFICATION RISK ASSESSMENT AND RISK CONTROL ( HIRARC ) DI PT. LANGKAT NUSANTARA KEPONG Mukti, Ismail; Ningsih, Tuty; Sibuea, Ishman L.
Jurnal Agro Fabrica Vol. 5 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Institut Teknologi Sawit Indonesia (ITSI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47199/jaf.v5i1.167

Abstract

PT. Langkat Nusantara Kepong is one of the KSO companies engaged in the oil palm plantation business. In carrying out the operational activities of one PKS unit, PT. Langkat Nusantara Kepong is supported by more than 100 workers who interact directly with machines and other work equipment. Every workplace contains a high potential for hazards, so a prevention and control effort is needed to prevent work accidents. The occurrence of work accidents is caused by the actions of people who do not comply with work safety (unsafe actions) and environmental conditions or processes from unsafe systems (unsafe conditions). Hazard Identification Risk Assessment and Risk Control (HIRARC) is an effort to prevent work accidents and OHS risks. This research was conducted using a qualitative descriptive method which describes the identification and assessment of work risks. Data collection regarding identification and risk assessment was analyzed with HIRARC. HIRARC Results at PKS Gohor Lama PT. Langkat Nusantara Kepong that the highest number of risk levels is at the boiler station.
Optimalisasi Manajemen Rantai Pasok dalam Agribisnis: Studi Kasus Produksi Kelapa Sawit di Negara Berkembang Nasution, Eli Wahyuni; Ningsih, Tuty
Tabela Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 3 No. 1 (2025): Edisi Januari
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/tabela.v3i1.753

Abstract

Manajemen rantai pasok memiliki peran yang sangat vital dalam menjaga efisiensi, keberlanjutan, dan daya saing sektor agribisnis, khususnya pada industri kelapa sawit di negara-negara berkembang. Tulisan ini berfokus pada pembahasan berbagai strategi optimalisasi pengelolaan rantai pasok dalam produksi kelapa sawit, termasuk tantangan serta peluang yang dihadapi. Dalam konteks negara dengan ekonomi berkembang, sejumlah kendala utama seperti keterbatasan infrastruktur, akses teknologi yang belum memadai, regulasi lingkungan yang kompleks, serta fluktuasi pasar global sering menjadi hambatan yang harus diatasi. Metode penulisan artikel ini yakni studi literatur dengan menelaah dan mengamati beberapa jurnal untuk ditulis kembali. Tulisan ini meninjau berbagai model pengelolaan rantai pasok, seperti penerapan teknologi digital berbasis Internet of Things (IoT) dan blockchain, integrasi vertikal dalam sektor industri, hingga pengaplikasian prinsip keberlanjutan yang bertujuan mengurangi emisi karbon dan limbah. Selain itu, artikel ini juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat lokal dalam membangun ekosistem agribisnis yang lebih berkelanjutan dan inklusif. Temuan menunjukkan bahwa upaya optimalisasi rantai pasok dapat meningkatkan efisiensi logistik dan profitabilitas, serta turut mendukung pencapaian Tujuan Suistanable Development Goals (SDGs). Oleh sebab itu, penerapan teknologi mutakhir, penyempurnaan kebijakan, serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia menjadi faktor esensial untuk mendukung transformasi rantai pasok kelapa sawit di negara-negara berkembang.
Manajemen Pemupukan Tanaman Belum Menghasilkan Kelapa Sawit(Elaeis Guineensis Jacq) Di Lahan Gambut PT.XXX Kabupaten Tapanuli Selatan Provinsi Sumatera Utara Roosmawati, Febriana; Widjajanto, Adi; Ningsih, Tuty; Gunawan, Muhammad Satia
Maneggio: Jurnal Ilmiah Magister Manajemen Vol 7, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Magister Manajemen Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/maneggio.v7i1.20920

Abstract

Kelapa sawit merupakan tanaman penghasil devisa bagi Indonesia, sehingga diperlukan upaya khusus untuk meningkatkan produksi kelapa sawit. Peningkatan produksi dapat dilakukan dengan manajemen pemupukan kelapa sawit pada perkebunan khususnya pada tanaman belum menghasilkan (TBM). Kegiatan penelitian dilaksanakan mulai bulan Juli sampai dengan Oktober 2022 di Kebun PT Samukti Karya Lestari Kabupaten Tapanuli Selatan Provinsi Sumatera Utara. Kegiatan penelitian bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pengalaman untuk mengetahui dan memahami sistem manajemen pemupukan tanaman belum menghasilkan kelapa sawit (Elaeis guineensis jacq)  dan mendeskripsikan fenomena-fenomena yang terjadi di Kebun PT Samukti Karya Lestari. Kegiatan penelitian yang dilakukan meliputi aspek teknis sebagai karyawan harian lepas (KHL) dan aspek manajerial sebagai pendamping mandor serta pendamping asisten. Pemupukkan merupakan faktor yang sangat penting untuk meningkatkan produksi. Penerapan sistem manajemen pemupukkan yang baik akan mempengaruhi efektifitas dan efisiensi penggunaan pupuk untuk tanaman menghasilkan kelapa sawit. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dengan mengetahui total biaya pemupukan pada Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) Kelapa Sawit. 
STUDY OF FERTILIZER COSTS USING FERTILIZER SPREADER ON OIL PALM PRODUCING CROPS IN PULAU TIGA PLANTATION PT. PERKEBUNAN NUSANTARA IV REGIONAL VI KSO Fahmi, Dimas Maulana; Sinaga, Nurkhotimah; Ningsih, Tuty; Manurung, Hamzah
International Journal of Economic, Technology and Social Sciences (Injects) Vol. 6 No. 1 (2025): Mei 2025
Publisher : CERED Indonesia Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The highest cost proportion in the maintenance costs of oil palm plantations is the cost of fertilization. One of the mechanical fertilization methods uses a Fertilizer Spreader. The purpose of this study was to examine the cost of fertilization using a Fertilizer Spreader on Mature Plants (TM) of oil palm in Afdelling II and III of Pulau Tiga Plantation of PT. Perkebunan Nusantara IV Regional VI KSO in 2024. The research method used a quantitative descriptive method. The research data were analyzed using Parametric Test Analysis, namely the Independent Sample T-Test with a level of ? = 5%. The parameters observed were the components of the fertilization costs of oil palm Mature Plants (TM) at PT. Perkebunan Nusantara IV Regional VI KSO, as well as the differences in the costs of fertilizing oil palm mature plants in Afdelling II and Afdelling III at PT. Perkebunan Nusantara IV Regional VI KSO. The results of the study showed that the composition of the costs of mechanical fertilization using a Fertilizer Spreader on oil palm plantations consisted of fertilizer purchase costs, transportation costs, loading costs to trucks, loading and unloading costs to the Spreader, fuel costs and operator costs. The largest composition of mechanical fertilization costs in the last 3 years in oil palm Producing Plants (TM) in Afdelling II is in the purchase of fertilizer with a percentage of 96.68%, or Rp. 4,623,833,780 while in Afdelling II the largest composition is the cost of purchasing fertilizer with a percentage of 96.93% or Rp. 3,401,494,919. The results of the independent sample T-test analysis test show a P-Value or Sig. (2-tailed) of 0.255> 0.05, so based on the basis of decision making that, there is no significant (real) difference between the fertilization costs of Afdelling II and Afdelling III in the Pulau Tiga Plantation of PT. Perkebunan Nusantara IV Regional VI KSO
KAJIAN MANAJEMEN MUTU DALAM PENCAPAIAN RENDEMEN CPO (CRUDE PALM OIL) ( STUDI KASUS : PT. BAKRIE SUMATERA PLANTATION TBK KISARAN PALM OIL MILL ) Ningsih, Tuty; Ishman L Sibuea; M. Siddiq Dongoran
Jurnal Agro Fabrica Vol. 2 No. 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Institut Teknologi Sawit Indonesia (ITSI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47199/jaf.v2i2.129

Abstract

The achievement of oil Extraction Rate is one of the palm oil mill performances that needs to be continuouslyimproved. The achievement of oil Extraction Rate is obtained from efforts to synergize plant parts andprocessing plants which must be managed with a good management system. The implementation of anappropriate and consistent quality management system (Plan, do, check, action/PDCA) is expected toincrease optimal yield in accordance with predetermined targets. This research method is descriptivequantitative with research variables processing capacity, production yield, production quality and processingcosts. The results showed that (1) The company's management efforts in achieving CPO yield are integratingonfarm and off farm that are managed by implementing a quality managemen System (Plan, do, Check,Action/PDCA). (2) The Relationship of the ISO 9001;2015 to that affect the yield of CPO : (a) Planned 23,5% oil yield by 2020, (b) Establish and implement SOP and IK in onfarm and off farm. (c) Performs externaland Internal audits every years.
Pembuatan Pupuk Organik Cair dari Limbah Buah dan Sayur dengan Penambahan Limbah Tandan Kosong Kelapa Sawit Ningsih, Tuty; Pransiska, Ike; Prayitno, Habib; Giyanto, Giyanto
Tabela Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 2 No. 2 (2024): Edisi Juli
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/tabela.v2i2.579

Abstract

Semakin meningkatnya limbah buah, sayur dan Tanda Kosong Kelapa Sawit (TKKS) berpotensi tinggi untuk dimanfaatkan sebagai sumber bahan baku dalam pembuatan Pupuk Organik Cair (POC). Maka dari itu POC dijadikan sebagai media yang baik dalam mengurai jumlah limbah yang terdapat dilingkungan serta untuk meningkatkan kesuburan tanah. Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Pengolahan Pemanfaatan Sampah (SP2S) Dusun III, Desa Selemak, kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang pada bulan juni sampai agustus 2022. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Non Faktorial dengan 3 perlakuan dan 3 ulangan. Pengujian parameter dengan analysis of variance (ANOVA) dan dilakukan uji lanjut DMRT (Duncan Multiple Range Test) dengan taraf 5%. Hasil penelitian menunjukan Kadar unsur hara POC yang berasal dari sayur dan buah dengan penambahan TTKS yaitu 1) rataan kadar hara nitrogen sebesar 0,06%; rataan kadar hara fosfor sebesar 0,09% dan rataan kadar kalium sebesar 0,31%. Kadar Hara ini belum memenuhi standar mutu pupuk cair organik. 2)Kadar hara nitrogen signifikan dan berbeda nyata pada setiap perlakuan dimana P1dan P2 berbeda nyata dengan P3. Sedangkan perlakuan untuk kadar hara Posfor dan Kalium tidak berbeda nyata. Peningkatan unsur makro POC seiring dengan pengurangan volume POC yang berasal dari TTKS. Penambahan volume POC yang berasal dari TTKS akan mengakibatkan penurunan kadar hara Nitrogen (N) sebesar 30-40%, Phospor (P) sebesar 0-54%, dan Kalium (K) sebesar 17-36%.