p-Index From 2021 - 2026
0.778
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Islamic Circle
Usman Utomo Nasution, Kapsan
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Peran Tokoh Adat Sebagai Agen Komunikasi Hukum Di Mandailing Natal Usman Utomo Nasution, Kapsan
Islamic Circle Vol. 5 No. 1 (2024): Islamic Circle
Publisher : Prodi Hukum Ekonomi Syari'ah STAIN Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/islamiccircle.v5i1.2220

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali peran tokoh adat sebagai agen komunikasi hukum di Mandailing Natal, dengan fokus pada bagaimana mereka menjembatani antara sistem hukum adat dan hukum negara melalui pendekatan komunikasi yang efektif. Menggunakan metode kualitatif, penelitian ini melibatkan wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi untuk mengumpulkan data dari tokoh adat, masyarakat lokal, serta dokumen terkait hukum adat dan hukum negara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh adat memainkan peran strategis sebagai mediator dalam menyampaikan informasi hukum kepada masyarakat dengan cara yang mudah dipahami, seperti melalui penggunaan bahasa lokal, simbol budaya, dan ritual adat. Mereka juga menggunakan pendekatan dialogis untuk menciptakan hubungan yang lebih egaliter antara masyarakat dan sistem hukum formal. Penelitian ini menemukan bahwa kolaborasi antara tokoh adat dan aparat penegak hukum dapat membantu menyelesaikan konflik yang melibatkan hukum adat dan hukum negara secara damai. Strategi komunikasi yang digunakan oleh tokoh adat dapat menjadi model untuk program edukasi hukum di tingkat lokal, terutama dalam konteks masyarakat yang masih kuat memegang nilai-nilai adat. Penelitian ini memberikan perspektif baru tentang pentingnya pendekatan inklusif dalam komunikasi hukum serta menunjukkan urgensi penguatan sinergi antara hukum adat dan hukum negara. Temuan ini diharapkan dapat berkontribusi pada literatur tentang komunikasi hukum sekaligus memberikan rekomendasi praktis bagi pemerintah daerah dan lembaga hukum dalam meningkatkan pemahaman hukum di masyarakat Mandailing Natal.
Dampak Komunikasi Digital Terhadap Implementasi Prinsip Gharar Dalam Transaksi Online Usman Utomo Nasution, Kapsan
Islamic Circle Vol. 4 No. 2 (2023): Islamic Circle
Publisher : Prodi Hukum Ekonomi Syari'ah STAIN Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/islamiccircle.v4i2.2221

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak komunikasi digital terhadap implementasi prinsip larangan gharar dalam transaksi online melalui pendekatan hukum ekonomi syariah. Perkembangan teknologi komunikasi digital telah mengubah cara masyarakat bertransaksi, namun juga menciptakan tantangan serius terkait penerapan prinsip keadilan dan transparansi yang menjadi fondasi utama sistem ekonomi Islam. Penelitian ini menemukan bahwa karakteristik komunikasi digital seperti anonimitas, ketidakjelasan informasi, dan kecepatan transaksi sering kali menjadi penyebab munculnya praktik gharar, seperti deskripsi produk yang tidak akurat, ulasan palsu, atau manipulasi harga melalui algoritma. Melalui analisis normatif berbasis fiqih muamalah dan maqashid al-syari’ah, penelitian ini menunjukkan bahwa praktik gharar dalam transaksi online bertentangan dengan tujuan syariah, seperti menjaga harta (hifz al-mal) dan membangun kepercayaan (amanah). Fatwa-fatwa syariah terkait e-commerce juga dianalisis, namun hasil penelitian menunjukkan adanya kesenjangan antara teori dan praktik. Untuk mengatasi tantangan ini, penelitian ini merekomendasikan solusi berbasis nilai-nilai Islam, seperti penggunaan teknologi blockchain untuk memverifikasi informasi produk, edukasi konsumen tentang risiko gharar, serta regulasi yang lebih ketat. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan bagi pengembangan sistem transaksi online yang sesuai dengan prinsip hukum ekonomi syariah, sehingga dapat memberikan manfaat bagi semua pihak yang terlibat dalam ekosistem digital.
Peran Tokoh Adat Sebagai Agen Komunikasi Hukum Di Mandailing Natal Usman Utomo Nasution, Kapsan
Islamic Circle Vol. 5 No. 1 (2024): Islamic Circle
Publisher : Prodi Hukum Ekonomi Syari'ah STAIN Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/islamiccircle.v5i1.2220

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali peran tokoh adat sebagai agen komunikasi hukum di Mandailing Natal, dengan fokus pada bagaimana mereka menjembatani antara sistem hukum adat dan hukum negara melalui pendekatan komunikasi yang efektif. Menggunakan metode kualitatif, penelitian ini melibatkan wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi untuk mengumpulkan data dari tokoh adat, masyarakat lokal, serta dokumen terkait hukum adat dan hukum negara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh adat memainkan peran strategis sebagai mediator dalam menyampaikan informasi hukum kepada masyarakat dengan cara yang mudah dipahami, seperti melalui penggunaan bahasa lokal, simbol budaya, dan ritual adat. Mereka juga menggunakan pendekatan dialogis untuk menciptakan hubungan yang lebih egaliter antara masyarakat dan sistem hukum formal. Penelitian ini menemukan bahwa kolaborasi antara tokoh adat dan aparat penegak hukum dapat membantu menyelesaikan konflik yang melibatkan hukum adat dan hukum negara secara damai. Strategi komunikasi yang digunakan oleh tokoh adat dapat menjadi model untuk program edukasi hukum di tingkat lokal, terutama dalam konteks masyarakat yang masih kuat memegang nilai-nilai adat. Penelitian ini memberikan perspektif baru tentang pentingnya pendekatan inklusif dalam komunikasi hukum serta menunjukkan urgensi penguatan sinergi antara hukum adat dan hukum negara. Temuan ini diharapkan dapat berkontribusi pada literatur tentang komunikasi hukum sekaligus memberikan rekomendasi praktis bagi pemerintah daerah dan lembaga hukum dalam meningkatkan pemahaman hukum di masyarakat Mandailing Natal.
Dampak Komunikasi Digital Terhadap Implementasi Prinsip Gharar Dalam Transaksi Online Usman Utomo Nasution, Kapsan
Islamic Circle Vol. 4 No. 2 (2023): Islamic Circle
Publisher : Prodi Hukum Ekonomi Syari'ah STAIN Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/islamiccircle.v4i2.2221

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak komunikasi digital terhadap implementasi prinsip larangan gharar dalam transaksi online melalui pendekatan hukum ekonomi syariah. Perkembangan teknologi komunikasi digital telah mengubah cara masyarakat bertransaksi, namun juga menciptakan tantangan serius terkait penerapan prinsip keadilan dan transparansi yang menjadi fondasi utama sistem ekonomi Islam. Penelitian ini menemukan bahwa karakteristik komunikasi digital seperti anonimitas, ketidakjelasan informasi, dan kecepatan transaksi sering kali menjadi penyebab munculnya praktik gharar, seperti deskripsi produk yang tidak akurat, ulasan palsu, atau manipulasi harga melalui algoritma. Melalui analisis normatif berbasis fiqih muamalah dan maqashid al-syari’ah, penelitian ini menunjukkan bahwa praktik gharar dalam transaksi online bertentangan dengan tujuan syariah, seperti menjaga harta (hifz al-mal) dan membangun kepercayaan (amanah). Fatwa-fatwa syariah terkait e-commerce juga dianalisis, namun hasil penelitian menunjukkan adanya kesenjangan antara teori dan praktik. Untuk mengatasi tantangan ini, penelitian ini merekomendasikan solusi berbasis nilai-nilai Islam, seperti penggunaan teknologi blockchain untuk memverifikasi informasi produk, edukasi konsumen tentang risiko gharar, serta regulasi yang lebih ketat. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan bagi pengembangan sistem transaksi online yang sesuai dengan prinsip hukum ekonomi syariah, sehingga dapat memberikan manfaat bagi semua pihak yang terlibat dalam ekosistem digital.