The shift of youth interaction patterns toward digital spaces requires youth organizations to adapt in order to remain relevant. Karang Taruna, as a grassroots youth organization, still faces challenges such as low participation, weak coordination, and limited use of digital media. This community service program aims to transform Karang Taruna’s digital communication to enhance youth collaboration and participation. The program was implemented in Kertawangi Village through training and mentoring on digital communication platforms, social media management, cloud-based documentation, and digital ethics and security. The methods included needs assessment, socialization, participatory discussions, and evaluation. The results show increased understanding and skills among Karang Taruna members in utilizing structured digital communication. Evaluation results indicate that more than 80% of participants found the program relevant and supported its sustainability. This digital communication transformation strengthens internal collaboration and encourages active youth participation in organizational and community activities.ABSTRAKPerubahan pola interaksi generasi muda yang semakin bergeser ke ranah digital menuntut organisasi kepemudaan untuk beradaptasi agar tetap relevan. Karang Taruna sebagai wadah pengembangan pemuda di tingkat desa masih menghadapi berbagai kendala, seperti rendahnya partisipasi anggota, lemahnya koordinasi, serta belum optimalnya pemanfaatan media digital. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mentransformasikan komunikasi digital Karang Taruna guna meningkatkan kolaborasi dan partisipasi pemuda. Kegiatan dilaksanakan di Desa Kertawangi melalui pelatihan dan pendampingan pemanfaatan platform komunikasi digital, pengelolaan media sosial, dokumentasi berbasis cloud, serta penguatan etika dan keamanan komunikasi digital. Metode yang digunakan meliputi penjajakan kebutuhan mitra, sosialisasi materi, diskusi partisipatif, dan evaluasi kegiatan. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan anggota Karang Taruna dalam memanfaatkan komunikasi digital secara lebih terstruktur. Evaluasi kegiatan menunjukkan lebih dari 80% peserta menyatakan materi sesuai dengan kebutuhan dan berharap kegiatan serupa dilanjutkan. Transformasi komunikasi digital ini terbukti mampu meningkatkan intensitas interaksi, memperkuat kolaborasi internal, serta mendorong partisipasi aktif pemuda dalam kegiatan organisasi dan masyarakat.