Hady, Aufar Fadlul
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Role of Artificial Intelligence in Enhancing the Effectiveness and Efficiency in Audit Firms Hady, Aufar Fadlul; Fitria, Maulidah
Journal of Sharia Economics, Banking and Accounting Vol 2, No 1: 2025
Publisher : STAI Nurul Islam Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52620/jseba.v2i1.142

Abstract

This research explores how Artificial Intelligence (AI) can revolutionize audit practices by investigating how AI can be implemented in audit firms and the resulting impact on those practices. The research design utilizes a qualitative case study approach, which provides in-depth insight into the adoption of AI within audit firms. By examining the perspectives of auditors, managers, and other stakeholders, this research highlights the factors that influence AI implementation. The research findings reveal that AI offers powerful tools for audit firms, namely automating repetitive tasks, analyzing massive data sets to detect risks, and improving communication and collaboration. These advancements could result in greater efficiency, potentially better audit quality, and more streamlined workflows. However, challenges remain. Auditors may exhibit biases toward human specialists, and data quality is critical to successful AI integration. Overall, this research contributes valuable knowledge to both academic literature and practical applications in auditing.
Pengaruh Pelatihan, Titel, dan Pengalaman Kerja pada Kemampuan Deteksi Kecurangan Auditor BPKP Provinsi Jawa Timur Primasatya, Rieswandha Dio; Hady, Aufar Fadlul
Reviu Akuntansi dan Bisnis Indonesia Vol. 6 No. 2 (2022): REVIU AKUNTANSI DAN BISNIS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/rabin.v6i2.15964

Abstract

Latar Belakang: Di dalam lingkungan pemerintah, kecurangan atau fraud dan miss-management kerap kali terjadi di Indonesia. Adanya dual system pemeriksaan (audit) dalam pemerintahan tidak menjamin bahwa kasus korupsi atau fraud di Indonesia akan berakhir. Hal ini menimbulkan pertanyaan bagaimana kesanggupan BPKP dalam mendeteksi fraud di dalam tubuh pemerintah. Apakah dengan kebijakan pelatihan, sertifikasi, dan jam pengawasan (pengalaman) mampu meningkatkan kesanggupan deteksi Fraud.Tujuan: Pembuatan penelitian memiliki tujuan untuk menganalisis pengaruh dari pelatihan, titel, dan pengalaman bekerja dalam mendeteksi fraud. Penelitian ini memberikan sebuah ukuran yang jelas dan sistematis mengenai dampak variabel terkait pada kualitas auditor BPKP dalam mendeteksi fraud.Metode Penelitian: Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan mengumpulkan kuisioner dari beberapa instansi BPKP. Selanjutnya dilakukan analisis data dengan menggunakan teknik Partial Least Square (PLS).Hasil Penelitian: Hasil penelitian menjelaskan terdapat hubungan positif antara Pelatihan (training), gelar (title), dan juga pengalaman kerja (experience) pada kesanggupan auditor Kantor Perwakilan BPKP Provinsi Jawa Timur dalam mendeteksi adanya kecurangan (Fraud Detection). Pelatihan kepada auditor BPKP dapat meningkatkan kesanggupan mendeteksi kecurangan sebesar 27,1%. Titel dapat meningkatkan kesanggupan auditor BPKP dalam mendeteksi kecurangan sebesar 42,2%. Sedangkan pengalaman kerja dapat meningkatkan kesanggupan deteksi fraud sebesar 34,8%.Keterbatasan Penelitian: Keterbatasan yang dijumpai dalam penelitian ini adalah scope penelitian yang hanya dalam ruang lingkup Provinsi Jawa Timur. Penelitian selanjutnya dapat menguji kesanggupan deteksi fraud dalam aspek yang lain seperti suku, kapasitas pengetahuan, dan personality auditor. Hal ini dilandasi oleh kecenderungan temuan hasil audit sesuai dengan personality auditor di lingkungan BPKP.Keaslian/Novelty Penelitian: Penelitian ini membuktikan bahwa pelatihan, titel dan pengalaman kerja mampu meningkatkan kesanggupan mendeteksi kecurangan (fraud). Oleh karena itu kebijakan beasiswa pelatihan dan sertifikasi harus tetap dilanjutkan.