Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PEMANFAATAN LIMBAH SAMPAH BERBASIS 3R (REDUCE, REUSE, RECYCLE) DI DESA PANGKALAN TIGA KECAMATAN PANGKALAN LADA Hasaruddin, Hasaruddin; Apriyasni Melati; Rohmelawati, Rohmelawati; Nove Anggrayini
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1: Juni 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan hasil observasi dan dialog dengan tokoh-tokoh masyarakat yang berlokasi di Desa Pangkalan Tiga, terdapat beberapa permasalahan yang ada di lokasi, antara lain lingkungan, pendidikan, kesehatan, sosial dan masyarakat. Objek-objek permasalahan tersebut yang kemudian dianalisis dan diseleksi menurut skala prioritas serta kepentingan dan kebutuhan masyarakat antara lain, Kurangnya kesadaran dan kepedulian masyarakat mengenai pengelolaan sampah, Tidak aktifnya perkumpulan karang taruna sehingga tidak ada wadah bagi masyarakat untuk menyalurkan aspirasi dan potensi terkait pengelolaan sampah dan Kurangnya kegiatan yang mengedukasi masyarakat terkait sampah. Tujuan pengabdian ini yaitu, Meningkatkan kesadaran, kepedulian dan memahamkan masyarakat, pengelolaan sampah yang baik dan benar, Menemukan cara atau ide untuk penyaluran aspirasi dan potensi khususnya generasi muda.
EFISIENSI PRODUKSI DAN SKALA EKONOMI PADA PT. SINAR ALAM PERMAI (KUNJUNGAN INDUSTRI TAHUN 2024/2025 PT. SINAR ALAM PERMAI) Melati, Apriyasni; Hasarudin, Hasarudin; Didik Hendrianto; Nove Anggrayini
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1: Juni 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri kelapa sawit merupakan sektor strategis dalam perekonomian Indonesia yang memiliki peran penting dalam ekspor, penciptaan lapangan kerja, dan pembangunan wilayah. Penelitian ini berfokus pada efisiensi produksi dan skala ekonomi di perusahaan manufaktur kelapa sawit, khususnya PT. Sinar Alam Permai (SAP) di Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah—salah satu sentra produksi kelapa sawit utama di Provinsi Kalimantan Tengah. Melalui kegiatan kunjungan industri dan observasi langsung, mahasiswa mengamati penerapan teknologi otomatisasi, pemanfaatan limbah untuk energi, serta pengelolaan air limbah yang efisien oleh PT. SAP sebagai strategi peningkatan efisiensi produksi. Selain itu, perusahaan juga menerapkan strategi skala ekonomi melalui produksi massal, pengelolaan rantai pasok, diversifikasi produk, serta integrasi vertikal dan ekspansi wilayah. Temuan menunjukkan bahwa kombinasi efisiensi operasional dan pencapaian skala ekonomi mendukung daya saing perusahaan serta keberlanjutan industrinya. Metode pembelajaran luar kelas seperti field trip terbukti efektif dalam menjembatani pemahaman teoretis dan praktis mahasiswa terkait industri kelapa sawit.
PENDAMPINGAN UMKM “MASE RAHMAN” MENUJU PENERAPAN CPPOB DAN IZIN EDAR PRODUK PANGAN OLAHAN DI KOTAWARINGIN BARAT Hasdin Hasdin; Apriyasni Melati; Ria Septiani
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 8 (2025): Januari 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in the processed food sector play a strategic role in the local economy; however, they continue to face challenges related to the implementation of food safety standards and compliance with business legality requirements. Mase Rahman, a micro-scale processed food enterprise, had not systematically implemented Good Manufacturing Practices for Processed Food (GMP/CPPOB) and did not possess a product distribution permit prior to the assistance program. This community service activity aimed to enhance the capacity of micro, small, and medium enterprises in implementing CPPOB and preparing for compliance with processed food licensing requirements. The methods employed included initial observation, CPPOB education and training, on-site technical assistance, preparation of CPPOB supporting documents, as well as evaluation and monitoring of implementation. The assistance was carried out gradually and continuously, tailored to the actual conditions of the partner enterprise. The results demonstrated an improvement in the business owner's understanding and awareness of food safety, enhancements in production facilities and processes, and the establishment of standard operating procedures and sanitation documentation. Furthermore, the assistance successfully improved the administrative readiness of the MSME, leading to the issuance of a BPOM certificate and an official product distribution permit. This activity confirms that practical and sustainable CPPOB assistance is effective in improving product quality, food safety, and legal compliance of micro-scale processed food enterprises. This assistance model has the potential to be replicated for similar micro-enterprises to strengthen competitiveness and ensure business sustainability