Zikri, Muhammad
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

THE SIMALUNGUN CUSTOMARY INHERITANCE SYSTEM (CASE STUDY OF RAMBUNG MERAH VILLAGE, SIMALUNGUN REGENCY) Nasution, Muhammad Iqbal Hanafi; Zikri, Muhammad
AT-TAFAHUM: Journal of Islamic Law Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Program Pascasarjana UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to examine the existence of Simalungun customary inheritance law in Rambung Merah Village within the context of Indonesia’s legal pluralism. The research method used is field research with a qualitative phenomenological and socio-empirical approach, focusing on the meaning, perceptions, and practices of the community regarding the customary inheritance system. The results show that the Simalungun customary inheritance law, which was previously normative and binding, has now transformed to become more flexible and consensus-based. This change is driven by community awareness of justice values, especially gender justice, and the development of religious moderation. The Muslim community in Rambung Merah tends to leave the customary system due to its discriminatory nature against women, instead referring to Islamic inheritance law. Meanwhile, the Christian community still allows customary inheritance if implemented through deliberation among heirs. The discussion indicates that Indonesia’s legal pluralism encourages adaptation and compromise models in applying customary inheritance law, making it relevant and in line with social developments and religious values. Thus, Simalungun customary inheritance law has not disappeared but transformed into a conditional alternative that prioritizes substantive justice and family harmony in a multicultural society..
Sistem Kewarisan Adat Simalungun (Studi Kasus Desa Rambung Merah, Kabupaten Simalungun) Nasution, Muhammad Iqbal Hanafi; Zikri, Muhammad; Wiranto, Wiranto
AT-TAFAHUM: Journal of Islamic Law Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Program Pascasarjana UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji eksistensi hukum waris adat Simalungun di Desa Rambung Merah dalam konteks pluralisme hukum nasional Indonesia. Metode yang digunakan adalah penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif fenomenologis dan empiris-sosiologis, yang memfokuskan pada makna, persepsi, dan praktik masyarakat mengenai sistem kewarisan adat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hukum waris adat Simalungun, yang semula bersifat normatif dan mengikat, kini mengalami transformasi menjadi lebih fleksibel dan berbasis kesepakatan. Faktor pendorong perubahan ini adalah kesadaran masyarakat terhadap nilai keadilan, khususnya keadilan gender, serta berkembangnya moderasi beragama. Masyarakat Muslim di Desa Rambung Merah cenderung meninggalkan sistem waris adat karena dianggap diskriminatif terhadap perempuan, dan memilih hukum waris Islam sebagai acuan. Sementara masyarakat Kristen masih membuka peluang penggunaan hukum waris adat, asalkan dilaksanakan melalui musyawarah seluruh ahli waris. Diskusi menunjukkan bahwa pluralisme hukum di Indonesia mendorong munculnya model adaptasi dan kompromi dalam pelaksanaan hukum waris adat, sehingga tetap relevan dan selaras dengan perkembangan sosial serta nilai-nilai agama. Dengan demikian, hukum waris adat Simalungun tidak hilang, tetapi bertransformasi menjadi alternatif kondisional yang mengutamakan keadilan substantif dan harmoni keluarga di tengah masyarakat multikultural.