The massive digital transformation in Indonesia's government sector has presented new challenges in maintaining the security of national cyber infrastructure. Although digitization brings efficiency and transparency in the delivery of public services, it also expands the potential for cyber attacks that could threaten the stability and vital functions of the state. The research method used was a qualitative approach with a literature study oriented towards in-depth analysis of various scientific sources, government regulations, and official reports from institutions such as the National Cyber and Crypto Agency (BSSN). The data was analyzed using content analysis techniques to interpret patterns, trends, and challenges in the national cyber defense system. The results of the study show that Indonesia experienced a significant surge in cyber attacks with 3.64 billion traffic anomalies recorded from January to July 2025. Keywords: cyber security; e-government; digital infrastructure; BSSN ABSTRAK Transformasi digital yang masif di sektor pemerintahan Indonesia telah menghadirkan tantangan baru dalam menjaga keamanan infrastruktur siber nasional. Meskipun digitalisasi membawa efisiensi dan transparansi dalam penyelenggaraan layanan publik, hal ini juga memperluas potensi serangan siber yang dapat mengancam stabilitas dan fungsi vital negara. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis studi literatur yang berorientasi pada analisis mendalam terhadap berbagai sumber ilmiah, regulasi pemerintah, serta laporan resmi lembaga seperti Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Data dianalisis menggunakan teknik content analysis untuk menafsirkan pola, kecenderungan, dan tantangan dalam sistem pertahanan siber nasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia mengalami lonjakan signifikan serangan siber dengan 3,64 miliar anomali trafik tercatat pada JanuariāJuli 2025. Kata kunci: keamanan siber; e-government; infrastruktur digital; BSSN