Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Korelasi Regresi Unsur Iklim Terhadap Produktivitas Tanaman Tomat (Solanum lycopersicum) di Kabupaten Nganjuk Hendrik Setyobudi; Saptorini; Nugraheni Hadiyanti; Wahyu Widiyono; Junaidi, Junaidi
JINTAN : Jurnal Ilmiah Pertanian Nasional Vol. 5 No. 1 (2025): JANUARY
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jintan.v5i1.6293

Abstract

Korelasi Regresi Unsur Iklim Terhadap Produksi Tanaman Tomat (Solanum lycopersicum) di Kabupaten Nganjuk, Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk memahami bagaimana unsur-unsur iklim mempengaruhi produktivitas tanaman tomat (Solanum lycopersum) di Kabupaten Nganjuk. Penelitian dilakukan pada bulan Januari – Maret 2023 di Kabupaten Nganjuk. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik. Pengumpulan data sekunder berupa data produktivitas tomat tahun 2013 - 2022 dan data unsur iklim (radiasi matahari, suhu udara, kelembaban udara dan curah hujan) tahun 2013 - 2022. Analisis data dilakukan dengan mengaplikasikan metode deskriptif dan kuantitatif. Data yang dianalisis terdiri dari data sekunder, yaitu data iklim dari BMKG Nganjuk dan data produktivitas tomat dari BPS Kabupaten Nganjuk. Data penelitian kemudian dianalisis menggunakan teknik uji korelasi dan regresi. Dari hasil penelitian ditunjukkan bahwa secara spasial unsur iklim memiliki hubungan dan berpengaruh nyata terhadap produktivitas sedangkan secara simultan tidak memiliki hubungan dan tidak berpengaruh nyata terhadap produktivitas tomat di Kabupaten Nganjuk. Unsur iklim radiasi matahari berpengaruh nyata terhadap produktivitas tomat sebesar 41,6%, suhu udara berpengaruh sebesar 40,9% dan kelembaban berpengaruh sebesar 41,8%. Model pendugaan produktivitas tomat berdasarkan radiasi matahari adalah , model pendugaan berdasarkan suhu adalah dan model pendugaan berdasarkan kelembaban adalah . Secara bersama-sama pengaruh unsur iklim terhadap produktivitas tomat 48,7% dengan model pendugaan produktivitas This study aimed to establish a correlation between the climate elements and the productivity of tomato plants (Solanum lycopersum) in Nganjuk Regency.. The research was conducted from January to March 2023 in Nganjuk Regency. The research method used is descriptive analytics. Secondary data was collected in the form of tomato productivity data for 2013 - 2022 and data on climate elements (solar radiation, air temperature, air humidity and rainfall) for 2013 - 2022. The analysis of data involved both descriptive and quantitative methods. The data that was analyzed consisted of climate data obtained from the Nganjuk BMKG and tomato productivity data sourced from the Nganjuk Regency BPS. The data obtained from the research underwent correlation and regression analysis. The results revealed that certain climate elements exhibited spatial corelation and had a significant influence on tomato productivity in Nganjuk Regency. However, other climate elements showed no correlation or significant effect on tomato productivity. Specifically, solar radiation had a significant impact of 41.6% on tomato productivity, while air temperature and humidity had effects of 40.9% and 41.8% respectively.The tomato productivity estimation model based on solar radiation is , temperature-based prediction model is and humidity-based estimation model is . Taken together the influence of climate elements on tomato productivity is 48.7% with the productivity estimation model .
PEMODELAN TSUNAMI BANYUWANGI DENGAN SOFTWARE COMCOT Hendrik Setyobudi; Danar Guruh Pratomo; Khomsin
Jurnal Geosaintek Vol. 11 No. 3 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v11i3.8866

Abstract

Tsunami di wilayah selatan Jawa, khususnya Banyuwangi, merupakan ancaman signifikan akibat aktivitas megathrust di Zona Subduksi Sunda. Penelitian ini mengevaluasi kinerja software COMCOT versi 1.7 dalam memodelkan skenario tsunami berdasarkan kejadian historis tahun 1994 di Banyuwangi. Pendekatan nested gridditerapkan dengan data bathimetri dari GEBCO untuk layer 1 (resolusi kasar) dan BATNAS/DEMNAS untuk layer 2 (resolusi halus), untuk mensimulasikan empat skenario sumber gempa seperti bujur, lintang, panjangbidang patahan, lebarbidang patahan, kedalaman patahan, strike, dip, slip dan dislokasi. Hasil simulasi menunjukkan ketinggian gelombang maksimum hingga 12.11m di wilayah Bandialit sementara di daerah rajekwesi ketinggiannya 10.64 m. Skenario ke-4 memiliki parameter sumber lintang 11 LS, bujur 113.7 BT, panjang bidang patahan 160 km, lebar bidang 40 km, kedalaman patahan 0 km, strike 2800, dip 120, slip 900dan dislokasi 18 m.Ketinggian tsunami terhadap data model untuk skenario ke-4 menghasilkan akurasi terbaikdengan nilai RMSE sebesar 1.44088 m dan koefisien korelasi 0.828282, hal ini menandakan kesesuaian yang baik antara modeldan observasi. Temuan ini mengonfirmasi reliabilitas COMCOT dalam memprediksi inundasi tsunami dan menyediakan rekomendasi teknis untuk pengembangan sistem peringatan dini, pemetaan zona rawan, serta rencana evakuasi di pesisir selatan Jawa.