Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PENGGUNAAN DISCREPANT EVENTS DENGAN PENDEKATAN POE TERHADAP HASIL BELAJAR KELARUTAN DAN HASIL KALI KELARUTAN SISWA Nur Hayati, Muriani; Saptorini; S, Titi Wahyukaeni
PSEJ (Pancasakti Science Education Journal) Vol. 1 No. 1 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan IPA, FKIP Universitas Pancasakti (UPS) Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.563 KB) | DOI: 10.24905/psej.v1i1.64

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan: (1) pengaruh pembelajaran discrepant events dengan pendekatan POE terhadap hasil belajar kelarutan dan hasil kali kelarutan siswa; (2)berapa besar pengaruh metode tersebut terhadap hasil belajar siswa. Metode penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan pola pre test post test group design. Metode pengumpulan data melalui kuesioner untuk menilai prestasi belajar afektif dan psikomotorik dan tes untuk menilaiprestasi belajar kognitif pada 92 siswa di SMA N 2 Semarang. Penggunaan discrepant events dengan pendekatan POE ternyata mempengaruhi hasil belajar kimia pokok bahasan kelarutan dan hasil kali kelarutan siswa kelas XI SMA N Semarang. Data diuji dengan uji t dan N-gain. Hasil analisis uji t menunjukkan perbedaan dua rata-rata satu pihak kanan, diperoleh hasil belajar kelas eksperimen lebih baik dari kelas kontrol. Angka korelasi pada kelas eksperimen 0,5237 yang menunjukkan nilai sedang, dan nilai koefesien determinasi sebesar 27,42 %. Hal inimenunjukkan sebesar 27,42% peningkatan hasil belajar kelarutan dan hasil kali kelarutan siswa dipengaruhi hanya oleh metode tersebut.
Edukasi Pemuda Harapan Bangsa Sehat dan Berprestasi Tanpa Rokok di Desa grojogan Kabupaten Nganjuk Pramono, Deni; Al Birri, Gama Rizal; Saptorini
JATIMAS : Jurnal Pertanian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): NOVEMBER
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jatimas.v3i2.5116

Abstract

As the nation's hope, the youth play a crucial role in developing a country. They represent the next generation expected to bring progress and prosperity to the nation. However, the potential of the youth cannot be fully realized if the dangerous habit of smoking compromises their health. Smoking can have severe implications for the health of the youth, including risks of heart disease, respiratory issues, and cancer. Moreover, it can hinder academic and overall achievements in various fields. Therefore, educating the youth about the dangers of smoking, encouraging them to steer clear of this habit, and providing access to a healthy lifestyle are vital steps in the context of building a healthy and high-achieving nation. A community engagement program was conducted in Grojogan Village, Nganjuk District, East Java Province, to educate the youth about the hazards of smoking and motivate them to lead a smoke-free, healthy life. The method employed was an educative and participatory approach, utilizing a peer education model that involved groups of youths who had successfully quit smoking in providing guidance and information to their peers. The target participants were youths aged 15 to 25 from various youth communities. The respondent selection was carried out through an initial survey to identify youths who were currently smokers or at high risk of becoming smokers. The outcomes of this program include an increase in the knowledge of the youth regarding the dangers of smoking, a boost in motivation to quit smoking, and heightened awareness of the benefits of a smoke-free life. Furthermore, the program effectively mobilized groups of youths who had quit smoking to offer support and guidance to their peers. Consequently, this program has the potential to reduce the prevalence of smoking among the youth, positively impacting their health and achievements. Pemuda harapan bangsa memiliki peran krusial dalam pembangunan sebuah negara. Mereka adalah penerus generasi yang diharapkan membawa kemajuan dan kesejahteraan bagi bangsa. Namun, potensi pemuda tidak akan terwujud dengan baik jika kesehatan mereka terganggu oleh kebiasaan merokok yang berbahaya. Merokok dapat berdampak serius pada kesehatan pemuda, termasuk risiko terhadap penyakit jantung, penyakit pernapasan, dan kanker. Selain itu, rokok juga dapat menghambat prestasi akademik dan prestasi dalam berbagai bidang lainnya. Oleh karena itu, mendidik pemuda tentang bahaya merokok, mendorong mereka untuk menjauhi kebiasaan merokok, dan memberikan akses untuk hidup sehat merupakan langkah yang sangat penting dalam konteks pembangunan bangsa yang sehat dan berprestasi. Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Desa Grojogan, Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur, dengan tujuan memberikan edukasi kepada pemuda mengenai bahaya merokok dan mendorong mereka untuk hidup sehat tanpa rokok. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif dan partisipatif, dengan model pendidikan sebaya yang melibatkan kelompok pemuda yang telah berhasil berhenti merokok dalam penyuluhan kepada teman sebaya. Sasaran kegiatan adalah pemuda usia 15 hingga 25 tahun dari berbagai komunitas pemuda. Seleksi responden dilakukan melalui survei awal untuk mengidentifikasi pemuda yang merokok atau berisiko tinggi menjadi perokok. Hasil dari program ini mencakup peningkatan pengetahuan pemuda tentang bahaya merokok, peningkatan motivasi untuk berhenti merokok, dan peningkatan kesadaran akan manfaat hidup tanpa rokok. Program ini juga berhasil memobilisasi kelompok pemuda yang telah berhenti merokok untuk memberikan dukungan kepada rekan-rekan sebaya. Dengan demikian, program ini berpotensi mengurangi prevalensi merokok di kalangan pemuda, yang akan berdampak positif pada kesehatan dan prestasi mereka.
Korelasi Regresi Unsur Iklim Terhadap Produktivitas Tanaman Tomat (Solanum lycopersicum) di Kabupaten Nganjuk Hendrik Setyobudi; Saptorini; Nugraheni Hadiyanti; Wahyu Widiyono; Junaidi, Junaidi
JINTAN : Jurnal Ilmiah Pertanian Nasional Vol. 5 No. 1 (2025): JANUARY
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jintan.v5i1.6293

Abstract

Korelasi Regresi Unsur Iklim Terhadap Produksi Tanaman Tomat (Solanum lycopersicum) di Kabupaten Nganjuk, Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk memahami bagaimana unsur-unsur iklim mempengaruhi produktivitas tanaman tomat (Solanum lycopersum) di Kabupaten Nganjuk. Penelitian dilakukan pada bulan Januari – Maret 2023 di Kabupaten Nganjuk. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik. Pengumpulan data sekunder berupa data produktivitas tomat tahun 2013 - 2022 dan data unsur iklim (radiasi matahari, suhu udara, kelembaban udara dan curah hujan) tahun 2013 - 2022. Analisis data dilakukan dengan mengaplikasikan metode deskriptif dan kuantitatif. Data yang dianalisis terdiri dari data sekunder, yaitu data iklim dari BMKG Nganjuk dan data produktivitas tomat dari BPS Kabupaten Nganjuk. Data penelitian kemudian dianalisis menggunakan teknik uji korelasi dan regresi. Dari hasil penelitian ditunjukkan bahwa secara spasial unsur iklim memiliki hubungan dan berpengaruh nyata terhadap produktivitas sedangkan secara simultan tidak memiliki hubungan dan tidak berpengaruh nyata terhadap produktivitas tomat di Kabupaten Nganjuk. Unsur iklim radiasi matahari berpengaruh nyata terhadap produktivitas tomat sebesar 41,6%, suhu udara berpengaruh sebesar 40,9% dan kelembaban berpengaruh sebesar 41,8%. Model pendugaan produktivitas tomat berdasarkan radiasi matahari adalah , model pendugaan berdasarkan suhu adalah dan model pendugaan berdasarkan kelembaban adalah . Secara bersama-sama pengaruh unsur iklim terhadap produktivitas tomat 48,7% dengan model pendugaan produktivitas This study aimed to establish a correlation between the climate elements and the productivity of tomato plants (Solanum lycopersum) in Nganjuk Regency.. The research was conducted from January to March 2023 in Nganjuk Regency. The research method used is descriptive analytics. Secondary data was collected in the form of tomato productivity data for 2013 - 2022 and data on climate elements (solar radiation, air temperature, air humidity and rainfall) for 2013 - 2022. The analysis of data involved both descriptive and quantitative methods. The data that was analyzed consisted of climate data obtained from the Nganjuk BMKG and tomato productivity data sourced from the Nganjuk Regency BPS. The data obtained from the research underwent correlation and regression analysis. The results revealed that certain climate elements exhibited spatial corelation and had a significant influence on tomato productivity in Nganjuk Regency. However, other climate elements showed no correlation or significant effect on tomato productivity. Specifically, solar radiation had a significant impact of 41.6% on tomato productivity, while air temperature and humidity had effects of 40.9% and 41.8% respectively.The tomato productivity estimation model based on solar radiation is , temperature-based prediction model is and humidity-based estimation model is . Taken together the influence of climate elements on tomato productivity is 48.7% with the productivity estimation model .
Kajian Pengaruh Perlakuan Dosis Pupuk Kandang Ayam dan Macam Varietas terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Padi (Oryza sativa L.) pada Sistem Tanam Benih Langsung Wahyudi, Dian; Saptorini; Supandji; Hadiyanti, Nugraheni; Yuliana, Luluk
Jurnal Ilmiah Pertanian Nasional Vol. 3 No. 2 (2023): JULY
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jintan.v3i2.4719

Abstract

Land and plant productivity can be increased through organic fertilization and superior varieties. This study aims to determine the effect of a combination of doses of chicken manure and various varieties on the growth and production of rice plants in direct seed planting systems. An experimental trial was conducted in Gandusari Village, Gandusari District, Trenggalek Regency, from November 2021 to January 2022. The research design was a two-factor Randomized Block Design (RBD) with three repetitions. The dose of chicken manure, as the first factor, consisted of 2 kg/plot (D1), 4 kg/plot (D2), and 6 kg/plot (D3). Rice variety, as the second factor, consisted of IR-64 (V1), Ciherang (V2), and Membramo (V3). The data were analyzed using variance and continued with the Least Significant Difference (LSD) test at the 5% level if the results differed significantly. The results showed that the combination of chicken manure doses and rice varieties significantly affected plant height at 65 HST, panicle length at 65 and 79 HST, 1000 grain weight, and grain production. Variable plant height at 25 and 45 HST, number of tillers at 45 and 65 HST, number of panicles, and number of grains at 65 HST, and harvested dry unhusked grain production showed significant differences due to the doses of chicken manure. Types of rice varieties showed significant differences in plant height at 25 and 45 HST, number of panicles, and number of grains at 65 HST, as well as dry grain production per plot. The recommended treatment combination in the direct seed planting system of rice cultivation is a dose of 4 kg plot-1 and membrane variety (D2V3). Produktivitas lahan dan tanaman dapat ditingkatkan melalui pemupukan organik dan penggunaan varietas unggul. Tujuan dari penelitian adalah mengetahui pengaruh kombinasi dosis pupuk kandang ayam dan macam varietas terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman padi pada sistem tanam benih langsung. Percobaan eksperimental telah dilaksanakan di lahan Desa Gandusari, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek pada Nopember 2021 sampai Januari 2022. Rancangan penelitian adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dua faktor dengan tiga kali pengulangan. Dosis pupuk kandang ayam sebagai faktor pertama, terdiri atas: 2 kg/petak (D1), 4 kg/petak (D2), dan 6 kg/petak (D3). Varietas padi sebagai faktor kedua, terdiri atas: IR-64 (V1), Ciherang (V2), dan Membramo (V3). Data dianalisis dengan sidik ragam, dan dilanjutkan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) taraf 5% apabila hasil berbeda nyata. Hasil penelitian adalah kombinasi dosis pupuk kandang ayam dan macam varietas padi berpengaruh nyata terhadap variabel tinggi tanaman umur 65 HST, panjang malai umur 65, dan 79 HST, berat 1000 butir, serta produksi gabah. Variabel tinggi tanaman umur 25, dan 45 HST, jumlah anakan umur 45, dan 65 HST, jumlah malai dan jumlah bulir umur 65 HST, serta produksi gabah kering panen menunjukkan perbedaan nyata karena perlakuan dosis pupuk kandang ayam. Macam varietas padi menunjukkan perbedaan nyata terhadap tinggi tanaman umur 25 dan 45 HST, jumlah malai dan jumlah bulir umur 65 HST, serta produksi gabah kering panen per petak. Kombinasi perlakuan yang disarankan dalam budidaya tanaman padi sistem tanam benih langsung adalah dosis 4 kg petak-1 dan varietas membramo (D2V3).
Pertumbuhan dan Produksi Mentimun (Cucumis sativus L.) akibat Perlakuan Dosis dan Waktu Aplikasi Pupuk Organik Cair Air Limbah Ikan Lele Ayuningtyas, Nanda Widyawati; Supandji; Saptorini; Hadiyanti, Nugraheni; Widiyono, Wahyu
Jurnal Ilmiah Pertanian Nasional Vol. 4 No. 1 (2024): JANUARY
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jintan.v4i1.5277

Abstract

Using liquid organic fertilizer from catfish wastewater is an attractive alternative to increase crop yields. This research is intended to investigate the growth and production of cucumbers, which are influenced by the combination of dose and time of application of liquid organic fertilizer (POC) from catfis wastewater. The experiment was realized from May to July 2022 in Ngantru Village, Trenggalek Regency. The research design was a factorial, Completely Randomized Design (CRD) and 3 repetitions. The treatment tested was the POC dose of catfish waste (D), with 3 levels: 300 ml/polybag/application, 400 ml/polybag/application, and 500 ml/polybag/application. Another treatment was the POC (A) application time, with 3 levels: 3, 5, and once every 7 days. Observation variables were weight and number of fruits per plant, length, and diameter of fruit, number of leaves, and plant length. Data were analyzed using analysis of variance (ANOVA), and results that showed significant differences were tested further with the Least Significant Difference(LSD ) at a significance level of 5%. The interaction between dose and time of application of liquid organic fertilizer (POC) from catfish wastewater showed a significant difference in plant length at 14 and 21 days after planting (DAT). The use of POC doses from catfish wastewater specifically significantly affected the number of leaves at 21 DAT and the length of cucumber fruit. However, separately, the treatment dose and time of administration of POC from catfish wastewater did not significantly affect the number, diameter, and weight of cucumber fruit.   Dalam upaya meningkatkan hasil tanaman, penggunaan pupuk organik cair dari limbah air ikan lele menjadi alternatif yang menarik. Penelitian ini dimaksudkan untuk menyelidiki pertumbuhan dan produksi mentimun yang dipengaruhi oleh kombinasi dosis dan waktu pemberian pupuk organik cair (POC) dari air limbah ikan lele. Percobaan terealisasi pada bulan Mei sampai Juli 2022 di Kelurahan Ngantru, Kabupaten Trenggalek. Rancangan penelitian adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dan 3 kali pengulangan. Perlakuan yang diujikan adalah dosis POC limbah ikan lele (D), dengan 3 level, yaitu: 300 ml/polybag/aplikasi, 400 ml/polybag/aplikasi, dan 500 ml/polybag/aplikasi. Perlakuan lainnya adalah waktu aplikasi POC (A), dengan 3 level, yaitu: 3; 5; dan 7 hari sekali. Variabel pengamatan yaitu berat, dan jumlah buah per tanaman, panjang, dan diameter buah, jumlah daun, serta panjang tanaman. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA), dan hasil yang menunjukkan perbedaan signifikan diuji lebih lanjut dengan Beda Nyata Terkecil (BNT) pada tingkat signifikansi 5%. Interaksi antara dosis dan waktu pemberian pupuk organik cair (POC) dari air limbah ikan lele menunjukkan perbedaan signifikan terhadap panjang tanaman pada umur 14 dan 21 hari setelah tanam (HST). Penggunaan dosis POC dari air limbah ikan lele secara khusus berpengaruh nyata terhadap jumlah daun pada umur 21 HST dan panjang buah mentimun. Namun, secara terpisah, perlakuan dosis dan waktu pemberian POC dari air limbah ikan lele tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap jumlah, diameter, dan berat buah mentimun
Respon Pertumbuhan Bibit Jeruk Purut (Citrus hystrix) pada Perlakuan Asal Stek dan Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) Alami Pratama, Dandy Pramizza Adi; Saptorini; Hadiyanti, Nugraheni
Jurnal Ilmiah Pertanian Nasional Vol. 4 No. 2 (2024): JULY
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jintan.v4i2.5692

Abstract

Kaffir lime is a horticultural plant often cultivated as an ornamental plant in home gardens. Kaffir lime is commonly used for its natural flavor in various foods and beverages. Kaffir lime can be easily propagated vegetatively using stem cuttings. Natural Growth Regulating Substances (GRS) are used to support stem cuttings' success. This study employs an experiment using a Completely Randomized Design (CRD) with two factors, replicated three times. The initial factor involves the source of the stem cuttings (S), consisting of 3 levels: Apical stem cutting (S1), Middle stem cutting (S2), and Basal stem cutting (S3). The second factor is the type of natural Growth Regulating Substance (GRS) (P), consisting of 3 levels: Shallot GRS (P1), Banana GRS (P2), and Coconut Water GRS (P3). The research encompasses preparing planting media, preparing stem-cutting materials, and preparing GRS, planting, and maintenance. Observation parameters include the emergence of shoots; the parameters assessed include stem diameter, leaf count, leaf area, plant weight, and root length. Statistical analysis involves conducting an Analysis of Variance (ANOVA), followed by a Tukey's Honestly Significant Difference (HSD) post-hoc test at a 5% significance level if significant differences are observed in the results. Among all treatments, the best result is obtained from the treatment with basal stem cuttings and coconut water Growth Regulating Substance (S3P3). Jeruk Purut merupakan tanaman yang biasa digunakan untuk cita rasa alami pada berbagai makanan dan minuman. Jeruk purut dapat ditanam dengan mudah secara vegetatif yaitu menggunakan stek batang. Untuk menunjang keberhasilan stek batang dapat digunakan zat Pengatur Tumbuh alami. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pertumbuhan asal stek bibit jeruk purut terbaik, termasuk ZPT alami yang terbaik. Penelitian ini menerapkan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor dan diulang sebanyak tiga kali. Variabel pertama adalah asal stek batang (S) yangterdiri atas 3 taraf, yaitu: stek batang pucuk (S1), stek batang tengah (S2), stek batang pangkal (S3). Faktor kedua adalah macam zat pengatur tumbuh (ZPT) alami (P) yang terdiri atas 3 taraf yaitu: ZPT bawang merah (P1), ZPT buah pisang (P2), ZPT air kelapa (P3). Parameter pengamatan meliputi: muncul mata tunas, diameter batang, jumlah daun, luas daun, berat segar tanaman, panjang akar. Analisis data menggunakan sidik ragam (ANOVA), apabila hasil berbeda nyata dilakukan uji lanjutan BNT 5%. Variasi stek asal (S) tidak menunjukkan pengaruh signifikan pada semua parameter. Perlakuan jenis ZPT alami (P) memiliki dampak signifikan pada laju pertumbuhan tunas, ukuran daun, dan secara sangat signifikan memengaruhi jumlah daun di minggu ketujuh, kesembilan, kesebelas, dan ketiga belas.Dari semua perlakuan, yang memperoleh hasil terbaik yaitu pada perlakuan asal stek batang pangkal dan ZPT air kelapa (S3P3).
Hubungan antara Durasi Penyimpanan Umbi dan Kinerja Pertumbuhan serta Hasil Dua Varietas Bawang Merah Mandala, M. Anio Arista; Supandji; Saptorini; Devina Cinantya Anindita; Aptika Hana Prastiwi Nareswari
Jurnal Ilmiah Pertanian Nasional Vol. 4 No. 2 (2024): JULY
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jintan.v4i2.5710

Abstract

Bulb storage is a crucial post-harvest treatment in shallot (Allium ascalonicum L.) farming because suboptimal storage duration can reduce the quality of the bulbs, making them difficult to replant. Identifying the optimal storage duration specifically for shallots can be apractical guide for farmers in increasing shallot productivity. In addition, understanding the effects of storage on the quality and suitability of shallot bulbs can be used to minimize losses due to improper storage. This study aims to evaluate the effect of bulb storage duration on the growth performance and yield of two shallot varieties, namely Bauji and Thailand. The study used a two-factor, completely randomized design (CRD). The first factor was the duration of bulb storage (30, 45, and 60 days), and the second was the shallot variety (Bauji and Thailand). Each treatment was designed as a combination of storage duration and variety, resulting in 6 treatment combinations. The results showed that the Thai variety, with a storage duration of 45 days, produced the best growth and yield compared to other treatments. The Bauji variety showed less than optimal results at all storage durations, especially at 60 days of storage. This study concludes that Thai varieties and 45 days of storage duration are the best combination to obtain optimal shallot harvests.   Penyimpanan umbi merupakan perlakuanpascapanen yang krusial dalam pertanian bawang merah (Allium ascalonicum L.), karena durasi penyimpanan yang tidak optimal dapat menurunkan kualitas umbi sehingga sulit ditanam kembali. Identifikasi durasi penyimpanan optimal yang spesifik untuk bawang merah dapat menjadi panduan praktis bagi petani dalam meningkatkan produktivitas bawang merah. Selain itu, pemahaman mengenai efek penyimpanan terhadap kualitas dan kelayakan tanam umbi bawang merah dapat digunakan untuk meminimalisir kerugian akibat penyimpanan yang tidak tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh durasi penyimpanan umbi terhadap kinerja pertumbuhan dan hasil panen dua varietas bawang merah, yaitu Bauji dan Thailand. Penelitian dilaksanakan dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) dua faktor. Faktor pertama berupa durasi penyimpanan umbi (30, 45, dan 60hari) serta faktor kedua adalah varietas bawang merah (Bauji dan Thailand).Setiap perlakuan dirancang dalam bentuk kombinasi dari durasi penyimpanan dan varietas sehingga diperoleh 6 kombinasi perlakuan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas Thailand dengan durasi penyimpanan 45 hari menghasilkan pertumbuhan dan hasil panen terbaik dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Varietas Bauji menunjukkan hasil yang kurang optimal pada semua durasi penyimpanan, terutama pada penyimpanan 60 hari. Kesimpulan penelitian ini adalah varietas Thailand dan durasi penyimpanan 45 hari merupakan kombinasi terbaik untuk mendapatkan hasil panen bawang merah yang optimal.