Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

TEORI BELAJAR SOSIAL DAN PENDIDIKAN ISLAM Supardi Patu; Muljono Damopolii; Andi Maulana
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 3 (2025): JUNI-JULI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan Menjelaskan teori belajar sosial secara komprehensif, Mengkaji hubungan teori belajar sosial dengan pendidikan Islam, Menguraikan implikasi teori belajar sosial dalam praktik pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa Teori belajar sosial memberikan kerangka yang tepat untuk memahami bagaimana peserta didik dalam pendidikan Islam belajar melalui pengamatan terhadap model perilaku di lingkungan sekitarnya. Proses belajar tidak hanya terjadi melalui instruksi langsung, tetapi lebih dalam lagi melalui interaksi sosial, observasi, dan peniruan terhadap perilaku figur yang dijadikan teladan, baik dalam lingkup keluarga, sekolah, maupun media. Konsep dasar teori ini, seperti yang dijelaskan oleh Albert Bandura yaitu perhatian, retensi, reproduksi, dan motivasi sejalan dengan nilai-nilai Islam yang sangat menekankan pentingnya keteladanan (uswah hasanah), sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Dalam konteks pendidikan Islam, prinsip-prinsip ini memperkuat pentingnya peran guru, orang tua, dan lingkungan dalam memberikan contoh perilaku yang baik dan Islami bagi peserta didik. Penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis keteladanan lebih efektif dalam menginternalisasi nilai-nilai Islam dibandingkan pendekatan teoritis semata. Hal ini menuntut adanya lingkungan sosial yang kondusif, figur model yang konsisten, serta media yang mendukung pembentukan karakter Islami. Dengan demikian, penerapan teori belajar sosial dalam pendidikan Islam bukan hanya relevan, tetapi juga strategis dan mendesak untuk membentuk generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia. Teori ini dapat menjadi landasan untuk menyusun metode pembelajaran yang lebih holistik, interaktif, dan kontekstual dalam rangka menjawab tantangan pendidikan karakter di era modern.
STRATEGI PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL Usman Usman; M Shabir; Supardi Patu
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning/CTL) adalah pendekatan yang menghubungkan materi pembelajaran dengan situasi dunia nyata untuk meningkatkan relevansi dan makna belajar bagi siswa. Artikel ini membahas konsep, strategi, dan penerapan pembelajaran kontekstual, khususnya dalam konteks Pendidikan Agama Islam (PAI). Pendekatan ini bertujuan untuk mempersiapkan siswa menghadapi tantangan kehidupan nyata dengan mendorong pembelajaran aktif melalui lima prinsip utama: Relating, Experiencing, Applying, Cooperating, dan Transferring (REACT). Dalam implementasinya, pembelajaran kontekstual menekankan pada konstruktivisme, inkuiri, refleksi, dan penilaian autentik, yang memberikan pengalaman belajar bermakna dan membangun keterampilan praktis. Dengan strategi ini, siswa tidak hanya memahami konsep secara teoritis tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Temuan menunjukkan bahwa pendekatan ini efektif dalam meningkatkan motivasi, pemahaman, dan keterampilan siswa, sehingga relevan untuk diterapkan dalam pembelajaran PAI dan bidang lainnya.