Penelitian ini bertujuan Menjelaskan teori belajar sosial secara komprehensif, Mengkaji hubungan teori belajar sosial dengan pendidikan Islam, Menguraikan implikasi teori belajar sosial dalam praktik pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa Teori belajar sosial memberikan kerangka yang tepat untuk memahami bagaimana peserta didik dalam pendidikan Islam belajar melalui pengamatan terhadap model perilaku di lingkungan sekitarnya. Proses belajar tidak hanya terjadi melalui instruksi langsung, tetapi lebih dalam lagi melalui interaksi sosial, observasi, dan peniruan terhadap perilaku figur yang dijadikan teladan, baik dalam lingkup keluarga, sekolah, maupun media. Konsep dasar teori ini, seperti yang dijelaskan oleh Albert Bandura yaitu perhatian, retensi, reproduksi, dan motivasi sejalan dengan nilai-nilai Islam yang sangat menekankan pentingnya keteladanan (uswah hasanah), sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Dalam konteks pendidikan Islam, prinsip-prinsip ini memperkuat pentingnya peran guru, orang tua, dan lingkungan dalam memberikan contoh perilaku yang baik dan Islami bagi peserta didik. Penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis keteladanan lebih efektif dalam menginternalisasi nilai-nilai Islam dibandingkan pendekatan teoritis semata. Hal ini menuntut adanya lingkungan sosial yang kondusif, figur model yang konsisten, serta media yang mendukung pembentukan karakter Islami. Dengan demikian, penerapan teori belajar sosial dalam pendidikan Islam bukan hanya relevan, tetapi juga strategis dan mendesak untuk membentuk generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia. Teori ini dapat menjadi landasan untuk menyusun metode pembelajaran yang lebih holistik, interaktif, dan kontekstual dalam rangka menjawab tantangan pendidikan karakter di era modern.