p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Junior Medical Journal
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Usia dan Kejadian Tumor Ovarium: Study Cross-Sectional Retrospektif dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Ulisyafitri, Atikah; Ainur Rahmah, Nunung; Al Ichsan
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 11 (2024): July 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i11.4294

Abstract

Latar Belakang: Tumor ovarium ganas merupakan penyebab paling umum kedua kematian akibat kanker ginekologi pada wanita di seluruh dunia. Risiko terkena tumor ovarium menjadi lebih tinggi seiring bertambahnya usia. Pola makan dan obesitas merupakan salah satu faktor risiko tumor ovarium yang dapat diubah, sedangkan usia merupakan faktor risiko yang tidak dapat diubah. Ajaran Islam sangat memperhatikan penerapan untuk seorang muslim menjaga pola makan yang baik. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif menggunakan form patologi anatomi Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih tahun 2013—2022. Uji Chi square digunakan untuk analisis statistik. Kriteria signifikansinya adalah nilai p jika p≤0,05 berarti signifikan secara statistik. Hasil: Sebanyak 161 kasus tumor ovarium dengan komposisi pada usia <40 tahun dengan kasus tumor ovarium mayoritas jenis tumor non-epitelial jenis epithelial (45,7%), sedangkan usia ≥40 tahun kasus mayoritas jenis tumor epitelial (55,6%). Tidak ada hubungan antara usia dengan kejadian tumor ovarium (p=1,000). Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara usia dengan kejadian tumor ovarium di Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih tahun 2013—2023. Background: Malignant ovarian tumors are the second most common cause of gynecologic cancer death in women worldwide. The risk of developing ovarian tumors becomes higher with age. Diet and obesity are among the risk factors for ovarian tumors that can be changed, while age is a risk factor that cannot be changed. Islamic teachings are very concerned about the application of a Muslim to maintain a good diet. This study is a quantitative descriptive study using the anatomical pathology form of Jakarta Islamic Hospital Cempaka Putih in 2013-2022. The Pearson Chi-square test is used for statistical analysis. The significance criterion is a p-value if p≤0.05 means statistically significant. Results: A total of 161 cases of ovarian tumors with composition at the age of <40 years with ovarian tumor cases the majority of non-epithelial tumor types (45.7%), while the age of ≥40 years cases were the majority of epithelial tumor types (55.6%). There was no association between age and ovarian tumor incidence (p = 1,000). Conclusion: There is no relationship between age and ovarian tumor incidence at Jakarta Islamic Hospital Cempaka Putih in 2013-2023.
Hubungan Usia dan Kejadian Kanker Servik: Study Cross-Sectional Retrospektif dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Alfia, Nurul; Ainur Rahmah, Nunung; Al Ichsan; Riani, Siti Nur
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 11 (2024): July 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i11.4295

Abstract

Latar Belakang: Kanker serviks merupakan salah satu jenis kanker yang paling sering ditemui pada wanita dan merupakan penyebab kematian ke-4 pada wanita diseluruh dunia. Mayoritas Wanita yang didiagnosis terkena kanker serviks berusia antara 35-44 tahun. Kanker serviks disebabkan oleh berbagai faktor yaitu, usia, pasangan seksual dan penggunaan pil kontrasepsi oral. Dalam pandangan agama Islam, berganti-ganti pasangan seksual termasuk dalam perbuatan zina. Islam melarang seseorang untuk mendekati perbuatan zina karena hal ini dapat mendatangkan penyakit. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubung antara usia dengan kejadian kanker serviks. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif menggunakan form patologi anatomi Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih tahun 2013—2022. Uji Pearson Chi square digunakan untuk analisis statistik. Kriteria signifikansinya adalah nilai p jika p≤0,05 berarti signifikan secara statistik. Hasil: Sebanyak 48 kasus kanker serviks dengan komposisi mayoritas pada usia ≥40 tahun dengan kasus mayoritas adalah karsinoma sel skuamosa pada semua kategori usia, tetapi tidak bermakna secara statistik (p=0,656), yaitu <40 tahun sebesar 85,7% dan ≥40 tahun sebesar 70,7%. Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara usia dan kejadian kanker serviks di Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih tahun 2013—2023. Dalam pandangan Islam, berganti-ganti pasangan seksual dalam Islam merupakan perilaku yang dilarang. Background: Cervical cancer is one of the most common types of cancer in women and is the 4th cause of death in women throughout the world. The majority of women diagnosed with cervical cancer are aged between 35-44 years. Cervical cancer is caused by various factors, namely, age, sexual partners, and use of oral contraceptive pills. In the view of Islam, changing sexual partners is considered an act of adultery. Islam prohibits someone from approaching adultery because this can cause disease. This study aims to determine the relationship between age and the incidence of cervical cancer. Method: This research is a quantitative descriptive study using the anatomical pathology form at the Jakarta Cempaka Putih Islamic Hospital for 2013-2022. Pearson Chi square test was used for statistical analysis. The significance criterion is the p value if p≤0.05 means statistically significant. Results: A total of 48 cases of cervical cancer with the majority composition aged ≥40 years with the majority of cases being squamous cell carcinoma in all age categories, but this was not statistically significant (p=0.656), namely <40 years at 85.7% and ≥40 year by 70.7%. Conclusion: There is no relationship between age and the incidence of cervical cancer at the Jakarta Cempaka Putih Islamic Hospital in 2013-2023. In the Islamic view, changing sexual partners in Islam is prohibited behavior.