Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DENGAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING di SMPN 7 KOTA KEDIRI Muchasan , Ali; Muhammad Syahrul Munir; Mochammad Naufal
INOVATIF: Jurnal Penelitian Pendidikan, Agama, dan Kebudayaan Vol. 10 No. 2 (2024): INOVATIF: Jurnal Penelitian Pendidikan, Agama, dan Kebudayaan
Publisher : Center for the Research and the Communicator Service of IAI Hasanuddin Pare-Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55148/inovatif.v10i2.1170

Abstract

Penelitian tentang model pembelajaran Problem Based Learning pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam ini dilakukan untuk menyikapi problematika guru yang muncul dalam mengaplikasikan model pembelajaran pada kurikulum 2013 terlebih untuk mata pelajaran Pendidikan Agama Islam, hal ini menjadi sangat urgen karena model pembelajaran PBL diharapkan guru mampu mengembangkan model pembelajaran dalam PAI serta menyetarakan aspek kognitif, aspek afektif dan konatif-volitif, yakni kemampuan tekad untuk mengamalkan nilai-nilai ajaran agama. Fokus penelitian ini adalah : Bagaimana mengorientasikan, mengorganisasikan, mengembangkan dan mengevaluasi pembelajaran problem based learning pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMPN 7 KotaKediri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dalam pengumpulan data menggunakan metode observasi partisipasi, dokumentasi serta wawancara mendalam. Di mana ketiga komponen tersebut merupakan suatu rangkaian yang tidak terpisahkan guna memperoleh data penelitian, oleh karena itu analisa data menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa Pembelajaran Problem Based Learning pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMPN 7 Kota Kediri ialah Mengorientasi peserta didik menggunakan pendekatan konstruktivistik, menggunakan pendekatan saintifik, menggunakan stimulus dan motivasi untuk menumbuhkan sikap rasa ingin tahu yang besar, Mengorganisasikan dan membimbing peserta didik dilakukan dengan mengaplikasikan system belajar mandiri, mengaplikasikan system belajar mandiri untuk menanamkan sikap bertanggung jawab, kerja keras dan mandiri dalam belajar melalui pembiasaan secara terus menerus. Pendidik berperan sebagai fasilitator yaitu membimbing, mengarahkan, dan memfasilitasi. Menanamkan nilai karakter untuk memiliki sikap toleransi, kreatif, demokratis, mengahargaiprestasi, dan komunikatif pada setiap proses.
PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DENGAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING di SMPN 7 KOTA KEDIRI Muchasan , Ali; Muhammad Syahrul Munir; Mochammad Naufal
INOVATIF: Jurnal Penelitian Pendidikan, Agama, dan Kebudayaan Vol. 10 No. 2 (2024): INOVATIF: Jurnal Penelitian Pendidikan, Agama, dan Kebudayaan
Publisher : Center for the Research and the Communicator Service of IAI Hasanuddin Pare-Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55148/inovatif.v10i2.1170

Abstract

Penelitian tentang model pembelajaran Problem Based Learning pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam ini dilakukan untuk menyikapi problematika guru yang muncul dalam mengaplikasikan model pembelajaran pada kurikulum 2013 terlebih untuk mata pelajaran Pendidikan Agama Islam, hal ini menjadi sangat urgen karena model pembelajaran PBL diharapkan guru mampu mengembangkan model pembelajaran dalam PAI serta menyetarakan aspek kognitif, aspek afektif dan konatif-volitif, yakni kemampuan tekad untuk mengamalkan nilai-nilai ajaran agama. Fokus penelitian ini adalah : Bagaimana mengorientasikan, mengorganisasikan, mengembangkan dan mengevaluasi pembelajaran problem based learning pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMPN 7 KotaKediri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dalam pengumpulan data menggunakan metode observasi partisipasi, dokumentasi serta wawancara mendalam. Di mana ketiga komponen tersebut merupakan suatu rangkaian yang tidak terpisahkan guna memperoleh data penelitian, oleh karena itu analisa data menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa Pembelajaran Problem Based Learning pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMPN 7 Kota Kediri ialah Mengorientasi peserta didik menggunakan pendekatan konstruktivistik, menggunakan pendekatan saintifik, menggunakan stimulus dan motivasi untuk menumbuhkan sikap rasa ingin tahu yang besar, Mengorganisasikan dan membimbing peserta didik dilakukan dengan mengaplikasikan system belajar mandiri, mengaplikasikan system belajar mandiri untuk menanamkan sikap bertanggung jawab, kerja keras dan mandiri dalam belajar melalui pembiasaan secara terus menerus. Pendidik berperan sebagai fasilitator yaitu membimbing, mengarahkan, dan memfasilitasi. Menanamkan nilai karakter untuk memiliki sikap toleransi, kreatif, demokratis, mengahargaiprestasi, dan komunikatif pada setiap proses.
Krisis Autentisitas dalam Komunikasi Digital: Tantangan AI-Generated Content terhadap Kepercayaan Publik di Era Post-Authenticity Mochammad Naufal
Dialogika : Jurnal Penelitian Komunikasi dan Sosialisasi Vol. 2 No. 3 (2026): Agustus: Dialogika : Jurnal Penelitian Komunikasi dan Sosialisasi
Publisher : Asosiasi Peneliti dan Pengajar Ilmu Sosial Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/dialogika.v2i3.1198

Abstract

The development of Generative Artificial Intelligence (Generative AI) has transformed digital communication through its ability to generate increasingly realistic text, images, audio, and video. While this technology enhances information production efficiency, it also raises serious challenges regarding authenticity, credibility, and public trust. However, studies that integrate AI-generated content, authenticity, hyperreality, and public trust remain limited. This study aims to analyze the impact of AI-generated content on digital communication authenticity and its implications for public trust in the post-authenticity era. A qualitative approach is employed using a Conceptual Literature Review, drawing on Baudrillard’s theory of hyperreality and Goffman’s dramaturgical perspective as the main analytical frameworks. The findings indicate that AI-generated content expands digital simulation spaces, blurring the boundaries between reality and representation. Phenomena such as deepfakes, voice cloning, and virtual influencers reinforce hyperreality conditions, making authenticity increasingly difficult to verify. This situation contributes to rising misinformation, declining public trust, and a shift in information legitimacy from factual truth to perceived authenticity. This study proposes the concept of post-authenticity communication as a framework for understanding the transformation of digital communication in the era of generative AI. The findings emphasize the importance of digital literacy, AI transparency, and content verification systems in maintaining public trust.