Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Transient FSI Simulation for Aeroelastic Evaluation of a Low Subsonic Wing in Cruise Flight Regime Jayadi, Muhamad
Jurnal Teknologi Kedirgantaraan Vol 10 No 1 (2025): Jurnal Teknologi Kedirgantaraan
Publisher : FTK UNSURYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35894/jtk.v10i1.259

Abstract

This study presents a fluid-structure interaction (FSI) analysis of a low subsonic aircraft wing under cruise conditions. Using computational fluid dynamics (CFD) coupled with structural finite element analysis, the lift and drag coefficients, wing deformation, and structural stresses were simulated over a 5-second interval with a 0.1-second timestep. The simulations revealed that the lift and drag coefficients converged to 0.136 and 0.0456, respectively. Maximum wing deformation was recorded at 4.78 mm, and the highest stress was 2.765 MPa. A calculated safety factor of 309.78 confirms that the wing structure remains well within safe limits under the specified aerodynamic loading. These findings validate the structural integrity of the wing during steady cruise and underscore the effectiveness of FSI simulation in evaluating aeroelastic performance forces
Study Perbandingan Evaluasi Performa Simulasi CFD Open-Source dan Komersial pada Airfoil NACA 0012 Jayadi, Muhamad; Lestari, Aprilia Sakti Kusuma
Angkasa: Jurnal Ilmiah Bidang Teknologi Vol 18, No 1 (2026): Februari
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/angkasa.v18i1.3360

Abstract

Studi ini bertujuan mengevaluasi dan membandingkan pendekatan numerik dua perangkat lunak Computational Fluid Dynamics (CFD), yaitu ANSYS Fluent dan OpenFOAM, dalam memprediksi karakteristik aerodinamika airfoil NACA 0012 pada aliran inkompresibel. Simulasi dilakukan secara steady-state dengan kondisi batas yang diseragamkan, termasuk penggunaan vektor kecepatan pada inlet untuk menjaga konsistensi perbandingan, pada variasi sudut serang 0°, 10°, dan 15°. Parameter utama yang dianalisis meliputi koefisien gaya angkat (Cl) dan koefisien gaya hambat (Cd), yang kemudian dibandingkan dengan data eksperimen Ladson serta referensi numerik tervalidasi. Hasil menunjukkan bahwa kedua platform mampu mereproduksi tren aerodinamis utama sesuai teori klasik airfoil, yakni peningkatan linear Cl pada sudut serang rendah hingga menengah dan kenaikan non-linear Cd pada sudut serang lebih tinggi. Prediksi Cl menunjukkan deviasi relatif kecil terhadap referensi, sedangkan Cd lebih sensitif terhadap konfigurasi numerik seperti model turbulensi dan resolusi mesh. Secara keseluruhan, studi ini memberikan gambaran komparatif yang dapat menjadi dasar pertimbangan metodologis dalam analisis airfoil 2D.