Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Analisis Kombinasi Alat Berat pada Pekerjaan Galian Batu As Maindam STA 0+25 Sampai 0+50 (Studi Kasus : Proyek Pembangunan Bendungan Cijurey Paket 1) Ardhya Maharani, Shinta; Tunggulgeni, Ekodjati; Arsita Laksmi, Anasya
Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol. 20 No. 1 (2025): Menara : Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jmenara.v20i1.51344

Abstract

Peningkatan produktivitas merupakan kunci keberhasilan proyek konstruksi. Penelitian ini berfokus pada analisis kombinasi alat berat yang optimal untuk memaksimalkan produktivitas pekerjaan galian batu pada proyek Bendungan Cijurey. Dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti kapasitas alat, waktu siklus, dan efisiensi kerja, penelitian ini mengidentifikasi kombinasi alat yang mampu menghasilkan volume galian terbesar dalam waktu tercepat. Selain itu, penelitian ini juga memperhitungkan biaya operasional dan kepemilikan untuk setiap kombinasi alat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi dengan pengurangan jumlah dump truck dari 4 menjadi 3, yaitu Rock Drill Breaker 2 Excavator 1 Dump Truck 3, dapat mempertahankan prduktivitas sebesar 50,31 m3/jam dengan durasi pekerjaan tetap 340 jam. Selain itu, kombinasi ini mampu meningkatkan optimasi operasional dan mengurangi biaya operasional dari RP945.227.618,20 menjadi Rp837.206.928,80 dengan selisih penghematan sebesar Rp108.020.689,40 dibandingkan dengan kombinasi alat yang ada saat ini.
Evaluasi Produktivitas Alat Berat dan Biaya pada Pekerjaan Galian Batu Outlet STA 5+50 – 9+50 Proyek Pembangunan Bendungan Cijurey Paket 1 Sugara, Guruh Agpih; Saputra, Pungky Dharma; Tunggulgeni, Ekodjati
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 17, No 1 (2025): April Edition
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v1i1.6626

Abstract

Produktivitas merupakan faktor utama dalam keberhasilan proyek konstruksi. Bendungan Cijurey Paket 1 adalah salah satu proyek infrastruktur penting yang diinisiasi oleh pemerintah Indonesia untuk meningkatkan kapasitas penyimpanan air dan pengelolaan sumber daya air di wilayah Cijurey, Jawa Barat. Proyek Pembangunan Bendungan Cijurey memiliki volume pekerjaan galian yang besar maka diperlukan kombinasi alat berat yang baik untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut. Tujuandari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kombinasi alat berat yang paling efektif untuk meningkatkan produktivitas pekerjaan galian batu di outlet proyek Bendungan Cijurey 1. Penelitian ini turut mempertimbangkan biaya operasional serta kepemilikan untuk setiap kombinasi alat. Penelitian ini menggunakan kedua metode observasi dan analisis. Jumlah alat berat yang ada di lapangan dihitung dengan metode observasi, dan produktivitas dan harga satuan alat dihitung dengan metode analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menambah jumlah excavator menjadi 3 unit, menambah excavator breaker menjadi 6 unit, dan menambah dump truck menjadi delapan unit dapat mempercepat 33,3% waktu pekerjaan menjadi 226,7 jam dengan biaya yang lebih rendah 9,1% menjadi Rp1.866.511.155,40. Evaluasi produktivitas memungkinkan pemilihan kombinasi alat berat yang paling efisien, sehingga dapat meningkatkan kinerja dan mengurangi waktu penyelesaian pekerjaan.
Alternatif Desain Cofferdam Proyek Pembangunan Bendungan Cijurey Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barat Sugara, Guruh; Tunggulgeni, Ekodjati; Ahmad Fauzan, Sayed; Harianja, Ricky; Suprayogi, Suprayogi; Auliarachman, Reivica; Dwi Jalu, Arga
JURNAL TEKNIK SIPIL CENDEKIA (JTSC) Vol 6 No 2 (2025): July
Publisher : Departement of Civil Engineering, Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51988/jtsc.v6i2.292

Abstract

Bendungan Cijurey Paket 1 merupakan proyek strategis di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yang bertujuan untuk pengendalian banjir, penyediaan air baku sebesar 0,71 m³/detik, irigasi lahan seluas 2.047 hektar, serta pembangkitan listrik melalui PLTA berkapasitas 2×0,5 MW. Salah satu aspek penting dalam pembangunan bendungan ini adalah perancangan cofferdam, yang berfungsi melindungi area kerja dari aliran sungai selama konstruksi berlangsung. Struktur sementara ini harus dirancang dengan mempertimbangkan aspek hidrolik, stabilitas terhadap banjir dan gempa, serta efisiensi. Penelitian ini melakukan evaluasi ulang desain cofferdam menggunakan analisis stabilitas lereng berbantuan perangkat lunak Geostudio. Hasilnya menunjukkan bahwa desain ulang lebih efisien tanpa mengurangi aspek keamanannya.
ANALISIS PENGAMBILAN KEPUTUSAN PENGGANTIAN ALAT BERAT EXCAVATOR DAN BULLDOZER PADA PT. X MENGGUNAKAN METODE DEFENDER - CHALLENGER Putra, Ivan Arfiansyah; Tunggulgeni, Ekodjati; Ahmad Fauzan, Sayed; Harianja, Ricky; Suprayogi, Suprayogi; Adi Surya, Yuda
JURNAL TEKNIK SIPIL CENDEKIA (JTSC) Vol 6 No 2 (2025): July
Publisher : Departement of Civil Engineering, Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51988/jtsc.v6i2.299

Abstract

Pengelolaan alat berat seperti bulldozer dan excavator merupakan sebuah aspek penting yang dilakukan bagi PT. X guna menjaga performa dan stabilitas ekonomi perusahaan. Dengan mempertimbangkan umur ekonomis alat berat, metode defender – challenger dengan menggunakan konsep nilai annual ekuivalen dapat digunakan untuk melakukan suatu analisis penggantian alat berat melalui beberapa skenario penggantian. Penelitian yang dilakukan berfokus terhadap alat berat bulldozer BL 032 – 20 dan excavator CE 130 – 20 dengan total 7 skenario penggantian yang dimulai dari setelah umur ekonomis alat berat (4 tahun) habis hingga 6 tahun setelah umur ekonomis alat berat habis. Dari hasil skenario yang dilakukan, didapatkan bahwa pada alat berat bulldozer akan memperoleh nilai annual ekuivalen tertinggi yakni sebesar Rp. 138.582.757 pada skenario 5 atau 4 tahun setelah umur ekonomis alat habis yakni pada tahun atau ketika umur alat berat 8 tahun. Sedangkan untuk excavator akan memperoleh nilai annual ekuivalen tertinggi sebesar Rp. 204.325.033 pada skenario 4 atau 3 tahun setelah umur ekonomis alat habis yakni pada tahun 2026 atau ketika umur alat berat 7 tahun. Dengan hasil analisis tersebut, dapat digunakan sebagai tolok ukur dalam mempertimbangkan waktu penggantian alat berat bagi PT. X guna mendapatkan keuntungan maksimal dari setiap alat berat.
ALTERNATIF DESAIN SPILLWAY PROYEK PEMBANGUNAN BENDUNGAN CIBEET KABUPATEN BOGOR PROVINSI JAWA BARAT Trianto, Adden; Dwi Prasetyo, Ega; Ardhya Maharani, Shinta; Tunggulgeni, Ekodjati; Ahmad Fauzan, Sayed; Harianja, Ricky; Suprayogi, Suprayogi
JURNAL TEKNIK SIPIL CENDEKIA (JTSC) Vol 6 No 2 (2025): July
Publisher : Departement of Civil Engineering, Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51988/jtsc.v6i2.305

Abstract

Indonesia, as an agrarian country, heavily relies on the availability of water for irrigation, raw water supply, and electricity generation to support industrial growth. One of the government’s efforts to ensure water availability is the construction of dams, including the Cibeet Dam, which serves to reduce flooding, provide raw water, support irrigation, and generate electricity. A crucial component of a dam is the spillway, which must be capable of accommodating excess water, especially during extreme flood events. This study aims to re-evaluate the spillway design of the Cibeet Dam using a hydraulic and structural stability analysis approach. The data used includes the Cibeet Dam planning documents, topographic data, hydrological data, geotechnical data, soil investigation data, climatological data, and reservoir capacity data. The analysis covers stability against overturning, sliding, seepage, and soil bearing capacity under three water level conditions (empty, normal, flood), and assesses construction cost efficiency. The results show that reducing the spillway crest width by 0.5 m only increases the head (Hd) by 2 cm. The spillway with an ogee crest and USBR II stilling basin is considered stable, with safety factors >1.5 under normal conditions and >1.2 during seismic events. The soil bearing capacity is also deemed sufficient to support the structure under all water level conditions.
Perbandingan Biaya dan Waktu Pelaksanaan Konstruksi Bekisting Konvensional dan Sliding Form pada Pekerjaan Konduit di Bendungan Cijurey Paket 1 Trianto, Adden; Tunggulgeni, Ekodjati; Suprayogi, Suprayogi
Jurnal Komposit: Jurnal Ilmu-ilmu Teknik Sipil Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/komposit.v10i1.22164

Abstract

In the Cijurey Dam Package I conduit construction project, formwork technology is an important aspect because it is entirely the responsibility of the contractor, so the implementation risks need to be minimized. Initially, the concrete casting method used conventional formwork that was made directly at the project site. However, developments in the construction world demand more efficient methods, leading to the emergence of alternatives such as the use of prefabricated formwork. One type used is sliding formwork. This study aims to evaluate the cost and time effectiveness between conventional formwork and sliding formwork, as well as analyze the reasons for their selection in the Cijurey Dam Package I conduit work. The research method was carried out by calculating the estimated cost and duration of conventional formwork, then comparing the results with the data on the use of sliding formwork in the project. The results show that the Cijurey Dam Package I Construction Project used sliding formwork at a cost of Rp 185.185,00 per square meter, with a cost difference of Rp 342.819.286,34 or about 12,37% cheaper than the calculation using conventional formwork, which averaged - average of Rp 211.332,06. In addition to cost and time considerations, sliding formwork has a faster construction time of 2 hours per tunnel block conduit compared to conventional formwork.