Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PROGRAM PROMOTIF PENANGGULANGAN KELUHAN MUSKULOSKELETAL PADA KADER PKK DESA CIHANJUANG, BANDUNG BARAT Wati, Risa Laras; Panulat, Pandu Dwi; Prabaningtyas, Ayu Rizki; Andasari, Ririn; Aziz, Abdul; Salihun, Saleha
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.38169

Abstract

Keluhan muskuloskeletal adalah salah satu masalah kesehatan yang sering dialami oleh berbagai kelompok usia, ditandai dengan rasa ketidaknyamanan pada anggota gerak tubuh. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko cedera pada bagian anggota gerak tubuh lainnya, salah satunya adalah area lutut. Fisioterapi sebagai salah satu tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi bidang keterapian fisik, memiliki peran penting dalam upaya kesehatan promotif dan preventif dalam penanggulangan keluhan muskuloskeletal pada masyarakat luas. Artikel ini membahas tentang promosi kesehatan dalam penanggulangan keluhan muskuloskeletal melalui pendekatan promotif dan preventif yang dikemas dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat ini dikemas dalam edukasi dan diskusi interaktif disertai simulasi praktik gerakan latihan penguatan otot pada peserta kader PKK Desa Cihanjuang. Pre dan  post  test  yang  dilakukan  pada peserta  didapatkan nila  cukup  baik  meskipun  terdapat Penurunan  nilai  dari beberapa  peserta  pada  saat post test  hal  ini  dipengaruhi  oleh  beberapa faktor  yang  ditemui  di  lapangan  seperti peserta dengan usia lanjut, dari aspek kognitif juga berpengaruh. Program pengabdian kepada masyarakat ini perlu ditingkatkan dari aspek skala dan perlu keberlanjutan secara komprehensif agar tujuan dalam meningkatkan kesehatan masyarakat tercapai dengan maksimal.
Perbedaan Pengaruh Pemberian Buerger Allen Exercise dan Senam kaki Terhadap Sirkulasi Darah Perifer Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Salihun, Saleha
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 5 No. 1 (2025): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v5i1.2464

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perbedaan efektivitas antara latihan Buerger Allen dan senam kaki dalam meningkatkan sirkulasi darah perifer pada pasien diabetes melitus tipe 2. Penelitian ini merupakan studi komparatif yang menerapkan desain pretest-posttest dengan dua kelompok yang dipasangkan. Sebanyak 32 pasien diabetes melitus tipe 2 terlibat, yang dibagi menjadi dua kelompok, masing-masing terdiri dari 16 pasien. Kelompok pertama mendapatkan perlakuan latihan Buerger Allen, sedangkan kelompok kedua menerima perlakuan senam kaki. Sebelum perlakuan, kedua kelompok akan menjalani pretest untuk menilai sirkulasi darah perifer dengan menggunakan Ankle Brachial Index (ABI) pada minggu pertama. Posttest akan dilakukan pada minggu kedelapan setelah 24 kali perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan, berdasarkan uji analisis Paired t-test, terdapat peningkatan nilai ABI dengan nilai p = 0,001. Selanjutnya, hasil uji independent t-test menunjukkan bahwa latihan Buerger Allen memiliki selisih peningkatan sirkulasi darah perifer yang ditandai dengan peningkatan nilai ABI yang lebih tinggi dibandingkan dengan senam kaki. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa latihan Buerger Allen lebih efektif dibandingkan senam kaki dalam meningkatkan sirkulasi darah perifer. Implikasi dari hasil ini menunjukkan perlunya mempertimbangkan penggunaan latihan Buerger Allen sebagai intervensi utama dalam program rehabilitasi untuk pasien diabetes melitus tipe 2 guna meningkatkan kualitas hidup mereka melalui peningkatan sirkulasi darah.
EFEKTIVITAS PEMBERIAN KINESIO TAPING PADA PENERAPAN MASSAGE TERHADAP PENURUNAN AKTUALITAS NYERI PINGGANG BAWAH IBU HAMIL TRIMESTER III Salihun, Saleha; Ririn Andasari; Siti Khadijah
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 8 (2026): Januari 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Nyeri pinggang bawah merupakan salah satu gangguan yang paling sering dialami oleh ibu hamil, terutama saat memasuki kehamilan di trimester III. Pada kehamilan trimester III, seiring membesarnya uterus dan penambahan berat badan maka pusat gravitasi akan berpindah kearah depan. Postur tubuh yang tidak tepat akan memaksa peregangan tambahan dan kelelahan pada tubuh Metode: Penelitian ini merupakan penelitian Quasi Eksperimen dengan desain penelitian two group pre test – post test yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh Massage dan Kinesio Taping terhadap penurunan aktualotas nueri pinggang bawah pada ibu hamil trimester III. Teknik pengambilan sampel secara simple random sampling, maka diperoleh jumblah sampel 16 orang dibagi menjadi 2 kelompok. Kelompok I yaitu 8 orang yang diberikan intervensi Massage dan Kinesio Taping dan kelompok ke II yaitu 8 orang yang diberikan intervensi Massage. Hasil: Berdasarkan hasil uji paired sample t pada kelompok Massage dan Kinesio Taping dengan nilai p = 0,000. Sedangkan pada kelompok Massage dengan nilai p = 0,000. Kedua kelompok tersebut memberikan pengaruh terhadap penurunan aktualitas nyeri pinggang bawah pada ibu hamil trimester III. Berdasarkan hasil uji independen sample t, diperoleh ada perbedaan yang signifikan antara kelompok perlakuan Massage dan Kinesio Taping dan kelompok perlakuan Massage dengan nilai p = 0,000 (<0,05). Kesimpulan: Massage dan Kinesio Taping lebih efektif dari Massage dalam penurunan aktualitas nyeri pada nyeri pinggang bawah ibu hamil trimester III.
Analysis of the Effect of Exercise Therapy on Reducing Pain in Patients with Type 2 Diabetes Mellitus Who Have Diabetic Ulcers Handariati, Atik; Salihun, Saleha; Maulida, Gina Rizkyani; Putra Mardiansyah, Muhammad Faizal
Jurnal KESANS : Kesehatan dan Sains Vol 5 No 3 (2025): KESANS: International Journal of Health and Science
Publisher : Rifa'Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/kesans.v5i3.517

Abstract

Introduction: Pain in patients with type 2 diabetes mellitus who develop diabetic foot ulcers substantially impairs mobility, wound management, and quality of life, and effective non-pharmacological strategies are urgently needed. Objective: This study aimed to analyze the effect of an exercise therapy program on pain reduction in patients with type 2 diabetes mellitus with diabetic foot ulcers. Method: A randomized controlled trial was conducted involving 60 patients selected by consecutive sampling and allocated to an exercise group (n = 30) or control group (n = 30). The exercise group received an eight-week structured foot and ankle exercise program three times per week in addition to standard care, while the control group received standard care only. Pain intensity was measured using a 0–10 cm visual analogue scale before and after the intervention. Result and Discussion: Baseline pain scores were comparable between groups (6.83 ± 1.21 versus 6.77 ± 1.18). Post-intervention, mean pain decreased to 3.41 ± 1.52 in the exercise group and 5.93 ± 1.44 in the control group. Mean change in pain was −3.42 ± 1.37 versus −0.84 ± 1.10, respectively (t = 7.97; p < 0.001; standardized effect size = 1.99), indicating a large and clinically meaningful effect. Conclusions: Structured exercise therapy significantly reduces pain in patients with type 2 diabetes mellitus with diabetic foot ulcers and should be considered as an adjunct to standard ulcer management.
Prevention of Diabetes Mellitus Through Physical Exercise in the Cihanjuang Village Community Handariati, Atik; Salihun, Saleha; Maulida, Gina Rizkyani; Putra Mardiansyah, Muhammad Faizal
Jurnal KESANS : Kesehatan dan Sains Vol 5 No 3 (2025): KESANS: International Journal of Health and Science
Publisher : Rifa'Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/kesans.v5i3.518

Abstract

Introduction: Diabetes mellitus has become a growing public health concern in Indonesia, and rural communities are increasingly exposed to lifestyle-related risk factors while maintaining traditional work patterns. Objective: This study aimed to explore how community members in Desa Cihanjuang understand and practise physical activity as a strategy for preventing diabetes mellitus. Method: A qualitative descriptive design within an interpretivist–constructivist paradigm was employed. Twenty-two participants, including adult residents, community health cadres, health workers, and village leaders, were selected through purposive sampling. Data were generated through semi-structured interviews, focus group discussions, non-participant observation, and document review, and were analysed using reflexive thematic analysis. Result and Discussion: The analysis yielded four main themes: physical activity is largely perceived as ordinary work rather than intentional exercise; awareness of diabetes risk and the preventive role of physical activity is emerging but uneven; social, cultural, and environmental constraints limit engagement in structured exercise; and community-driven strategies, particularly group-based activities integrated into existing health programmes, represent promising entry points. Conclusions: Diabetes mellitus prevention in Desa Cihanjuang requires context-sensitive interventions that reframe physical activity, address everyday constraints, and strengthen community-led initiatives to support sustainable active living.