Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EFEKTIVITAS HUKUM MANFAAT TEKNOLOGI INFORMASI TERHADAP PROSES LITIGASI (STUDI KASUS SENGKETA DI PENGADILAN NEGERI KOTA JAMBI) Pasaribu, Cindy Klara; Kornelis, Yudi
JURNAL RECTUM: Tinjauan Yuridis Penanganan Tindak Pidana Vol 4 No 2 (2024): EDISI 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Darma Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/jurnalrectum.v4i2.5461

Abstract

Dengan perkembangan zaman atau dikenali sebagai Revolusi Perindustrian 4.0, langkah awal Mahkamah Agung dalam menyokong perubahan kepada sistem kehakiman yang lebih mudah, pantas dan murah adalah dengan mengeluarkan Peraturan Mahkamah Agung. Nombor 3 Tahun 2018 yang kemudiannya disemak menjadi Peraturan Mahkamah Agung Nombor 1 Tahun 2019 yang mewajibkan semua kawasan mahkamah di Indonesia termasuk Kota Jambi dapat melaksanakan perbicaraan elektronik (E-Litigation). Oleh itu, tujuan kajian ini adalah untuk mengetahui lebih lanjut tentang pelaksanaan, kekangan dan penyelesaian pelaksanaan E-Litigasi khususnya dalam Mahkamah Daerah di Jambi. Daripada hasil kajian ini, analisis menggunakan teori keberkesanan undang-undang menurut Soejono Soekanto, terdapat empat faktor yang belum dilaksanakan secara berkesan iaitu “Faktor Undang-undang, Faktor Penegakan Undang-undang, Faktor Masyarakat dan Faktor Budaya”. Salah satu faktor yang berkesan adalah dalam aplikasinya iaitu “Facilities or Facility Factors that Support Law Enforcement”. Halangan kepada pelaksanaan yang berkesan ialah ketiadaan peraturan ketat yang memerlukan e-litigasi dan jangkauan kepada penguatkuasa undang-undang dan komuniti berkaitan berkaitan e-litigasi. Penyelesaiannya adalah dengan menyemak Peraturan Mahkamah Agung No. 1 Tahun 2019 dan/atau melaksanakan jangkauan ini.
URGENSI PEMBATASAN NORMA PASAL 15 DAN 16 KUHP 2023 DALAM MENCEGAH POTENSI PELANGGARAN HAK KONSTITUSIONAL pasaribu, cindy klara; Dr. Diki Zukriadi, S.H., M.H.. M.Kn.
SCIENTIA JOURNAL Vol 7 No 4 (2025): Scientia Journal
Publisher : LPPM Universitas Putera Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33884/scientiajournal.v7i4.10405

Abstract

The reformation of national criminal law through the enactment of Law Number 1 Year 2023 on the Criminal Code (KUHP) brings a number of new provisions, including the regulation of criminal acts in the preparatory stage as stated in Articles 15 and 16. These two articles expand the scope of punishment for acts that have not yet entered the stage of execution, but have been considered as preparation to commit a crime. The main problem that arises lies in the vagueness of the norms, especially regarding the absence of conceptual limits and objective indicators of what is meant by “preparation”. This vagueness creates the potential for abuse of authority by law enforcement officials and can threaten the constitutional rights of citizens, such as the right to legal certainty, the right to freedom of thought and expression, and the right not to be arbitrarily criminalized. This research aims to examine the urgency of restrictions and strict interpretation of the norm, in order to ensure that criminal law continues to function in the corridor of justice and protection of human rights. The method used is normative legal research with conceptual and statutory approaches.