Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR DARI LIMBAH SAYURAN DAN LIMBAH CAIR TAHU DENGAN BIOAKTIVATOR EM4 putri, Riska; Muarif, Agam; Kamar, Iqbal; Sylvia, Novi; Suryati, Suryati; Yosi, Andre
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 4 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Agustus 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i4.15367

Abstract

Limbah sayuran adalah hasil dari aktivitas pertanian, yang berasal dari  tanaman dengan kandungan bahan organik dan nutrisi yang melimpah. Di sisi lain, limbah cair dari produksi tahu mengandung unsur organik seperti karbohidrat, protein, dan lemak, sehingga dapat menjadi pilihan efektif untuk mengelola sampah organik. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh waktu fermentasi dengan variasi volume EM4 dari limbah cair sayuran dan limbah pada cair tahu terhadap kandungan C-Organik, nitrogen, pH dan C/N. Pupuk organik cair dari limbah sayuran dan limbah cair tahu dengan variasi waktu fermentasi (10 hari, 13 hari dan 16 hari), dan volume  Bioaktivator EM4 (50 ml, 60 ml dan 70 ml). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar C-Organik tertinggi didapat pada waktu fermentasi 13 hari dengan volume Bioaktivator EM4 60 ml yaitu 11,1%, kandungan nitrogen yaitu 0,99% dan untuk C/N yaitu 11,2%. Dari hasil kandungan yang diperoleh didapat volume Bioaktivator EM4 dan waktu fermentasi terbaik yaitu, pada waktu fermentasi 13 hari dengan volume Bioaktivator EM4 60 ml dan sudah memenuhi persyaratan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) No: 261/KPTS/SR.310/M/4/2019. Hal ini dikarenakan pada waktu fermentai 13 hari sudah menghasilkan kadar pupuk terbaik dari masa fermentasi 16 hari. Kata Kunci:EM4, Limbah Sayuran, Limbah Cair Tahu, Pupuk Organik Cair.
PENGARUH WAKTU FLUXING TERHADAP KUALITAS ALUMINIUM PADA PENGECORAN ALUMINIUM BILLET 6101 DAN 6063: PENGARUH WAKTU FLUXING TERHADAP KUALITAS ALUMINIUM PADA PENGECORAN ALUMINIUM BILLET 6101 DAN 6063 Yosi, Andre; Laurent Nainggolan, Patricia
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 05 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-October 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i05.25336

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh waktu fluxing terhadap kualitas aluminium cair dan jumlah kotoran dross dan inklusi pada produksi casting aluminium billet 6101 dan 6063. Metode yang digunakan dalam penelitian ini dengan melakukan variasi waktu fluxing selama 15 menit, 30 menit, dan 45 menit dan variasi jumlah fluxing agent dalam proses casting aluminium dalam furnace dengan kapasitas aluminium 20 ton per batch, kemudian diamati jumlah dross yang terbentuk dan perbandingan antara dross dengan fluxing agent. Hasil penelitian pertama dengan variasi waktu fluxing menunjukkan bahwa waktu fluxing yang paling baik adalah selama 15 menit. Fluxing selama 15 menit (lot 40) menghasilkan jumlah dross seberat 350 kg dengan rasio dross/flux optimal yang dihasilkan 7:1. Sedangkan pada penelitian kedua dengan variasi jumlah fluxing agent pada waktu fluxing tetap selama 15 menit, lot 78 dengan menggunakan fluxing agent 25 kg menunjukkan hasil terbaik dengan jumlah dross yang dihasilkan sebanyak 400 kg dengan rasio dross/flux optimal yang dihasilkan adalah 16:1. Hal ini menunjukkan bahwa waktu fluxing selama 15 menit dengan jumlah fluxing agent 25 kg per batch menghasilkan dross yang paling optimal dalam proses produksi aluminium billet jenis 6101 dan 6063.
Effect of Polylactic Acid on Mechanical, Chemical, Thermal, Morphology, Water Absorption, and Biodegradability Characteristics of Degradable Plastic from Durian Peel Waste Retnowulan, Sri Rahayu; Dewi, Rozanna; Yosi, Andre; Ananda, Aldila; Riza, Medyan; Nurlaila, Rizka
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 29, No 1 (2026): Volume 29 Issue 1 Year 2026
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jksa.29.1.46-57

Abstract

Durian peels consist of cellulose, a potential base material for producing sustainable products, particularly degradable plastics. This study examines the impact of polylactic acid (PLA) blends on the degradable plastics derived from durian peel (Durio zibethinus). The mechanical characteristics of the degradable plastics: tensile strength of 2.5671–9.3498 MPa, elongation of 31–96%, and Young’s modulus of 161.32–219.95 MPa. The analysis of the compound revealed the presence of the alcohol monomer (O-H), alkanes and aromatic rings (C-H), carbonyl (C=O), and alkenes (C-O) groups. The potential for soil microbes to decompose these groups is also a consideration, given their hydrophilic nature, which enables them to bind to water. X-ray fluorescence (XRF) analysis of the degradable plastic sample revealed the presence of 13 elements: Mg, Ca, Al, P, Fe, Cl, K, Sr, Zn, Sc, Rh, S, and Si. In this study, no harmful metal contaminants (Pb, Hg, or Cd) were identified. Thermal analysis, encompassing a temperature range from 357.67°C to 443.67°C, has been instrumental in identifying the phase transition that marks the onset of extreme weight loss during crystallization. Morphological analysis revealed incomplete dissolution, leading to a nonuniform shape. Solubility is directly proportional to the duration of the stirring process. The degradable plastic with the least swelling is composed of 3.5 g of cellulose and 3 g of PLA, exhibiting a degree of swelling of 4.89%. The degradable plastic is predicted to decompose most rapidly after 56 days with a PLA content of 3 g. This experimental result aligns with the provisions outlined in ASTM D2096, a standard that establishes a maximum time limit of 180 days for the degradation of plastics.