Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Hubungan Tingkat Kedisiplinan Dengan Prestasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran PPKn Siswa Kelas XI SMA Negeri 12 Bone Ismail, Ismail; Genda, Maming; Ilham, Ilham
JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan) Vol 10, No 1 (2025): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jpk.v10.n1.2025.pp11-20

Abstract

Rendahnya taraf kedisiplinan dalam lingkungan persekolahan menimbulkan penurunan hasil belajar siswa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah ada hubungan kedisiplinan dengan prestasi belajar siswa kelas XI di SMA Negeri 12 Bone. Metode penelitian yang digunakan adalah metode korelasional dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kedisiplinan mempunyai hubungan terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan kelas XI 4 SMA Negeri 12 Bone. Diperoleh nilai rata-rata tingkat kedisiplinan sebesar 95,81 dan nilai rata-rata prestasi belajar siswa sebesar 82,21. Hasil pengujian korelasi yang telah dilakukan menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,039 0,05 sehingga data menunjukkan bahwa ada hubungan antara prestasi belajar dan kedisiplinan siswa SMA Negeri 12 Bone. Oleh sebab itu, tingkat kedisiplinan memiliki hubungan dan dampak yang baik terhadap prestasi belajar siswa dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Secara keseluruhan, siswa yang memiliki kedisiplinan dalam belajar serta mempunyai strategi belajar yang baik berimplikasi baik pula pada prestasi belajar siswa. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi peneliti selanjutnya untuk meneliti hubungan variabel lain yang mampu mempengaruhi prestasi belajar siswa sebagai wujud dukungan untuk meningkatkan kualitas SDM di Indonesia.
The Alignment of Internal and External Audit Agencies in Administering Public Sector Audits in Indonesia Genda, Maming; Yani, Ahmad; Syafiin, Rezky Amalia
Journal of Infrastructure Policy and Management (JIPM) Vol. 7 No. 2 (2024): Journal of Infrastructure Policy and Management (JIPM)
Publisher : PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35166/jipm.v7i2.52

Abstract

The management of public finance to achieve national prosperity requires the effective, efficient, and integrated work of the existing audit boards. Therefore, continuous evaluation of the alignment of internal and external audit agencies is essential to ensure reliable public financial management and prevent corruption. This study describes the performance and coordination patterns between internal and external audit agencies by detailing their synchronization patterns in administering financial audits in the Indonesian public sector. Using a normative legal research method, the study incorporates legislative and conceptual approaches. The findings reveal that the performance of both internal and external audit agencies in safeguarding public finance from fraud shows varied degrees of effectiveness. However, a comprehensive regulatory framework governing the alignment of these agencies remains absent. Furthermore, synchronization in public finance audits is pursued through a unified regulatory framework, horizontal alignment among agencies, and the establishment of clear boundaries of authority and coordination mechanisms between the internal and external audit agencies. Further research should consider the potential for consolidating various regulations of public sector audits through an omnibus law approach.
Pemberdayaan UMKM Desa Bonto Tiro Melalui Pengolahan Limbah Plastik Menjadi Produk Bernilai Dalam Peningkatan Ekonomi Kreatif Rizal, Muhammad Rizal; Genda, Maming; Ridha, Rasdyid
JDISTIRA - Jurnal Pengabdian Inovasi dan Teknologi Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fidunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jdt.v4i2.1128

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengembangkan ekonomi kreatif melalui pengelolaan limbah plastik di Desa Bonto Tiro Kecematan Sinoa Kabupaten Bantaeng, yang saat ini masih dalam kategori ekonomi rendah. Hal ini menjadi faktor untuk melakukan pemberdayaan UMKM pengelolaan limbah plastik. Fokusnya adalah pada pemberdayaan ekonomi kreatif melalui pengelolaan limbah plastik menjadi kerajinan bernilai ekonomis. Pengelolaan limbah plastik di Desa Bonto Tiro menjadi peluang emas untuk memberdayakan UMKM lokal. Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas UMKM dalam mengolah limbah plastik menjadi produk bernilai tambah, sehingga mampu bersaing di pasar ekonomi kreatif. Melalui pelatihan teknis, pendampingan bisnis, dan pengembangan jaringan pemasaran, diharapkan terjadi peningkatan signifikan pada level produktivitas, pendapatan, dan daya saing UMKM. Dengan demikian, program ini tidak hanya  mengatasi  masalah  lingkungan,  tetapi  juga  mendorong pertumbuhan ekonomi desa. Selain itu tujuan dari penelitian ini juga untuk melihat apa saja dampak sosial dan dampak ekonomi terhadap masyarakat atas pemberdayaan ekonomi kreatif yang di lakukan oleh mahasiswa KKN UNIM BONE. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa proses pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan daur ulang limbah plastik di Desa Bonto Tiro berjalan cukup baik. Kegiatan daur ulang sampah plastik telah memberikan,manfaat yang sangat banyak bagi masyarakat dan anggotanya antara lain manfaat yang  dirasakan oleh masyarakat  selain manfaat  sosial  juga manfaat ekonomi. Kegiatan ini juga memberikan ilmu dan pengetahuan bagi masyarakat tentang bagaimana mengolah sampah dengan baik.
Hubungan Tingkat Kedisiplinan Dengan Prestasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran PPKn Siswa Kelas XI SMA Negeri 12 Bone Ismail, Ismail; Genda, Maming; Ilham, Ilham
JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan) Vol 10 No 1 (2025): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jpk.v10i1.10324

Abstract

Rendahnya taraf kedisiplinan dalam lingkungan persekolahan menimbulkan penurunan hasil belajar siswa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah ada hubungan kedisiplinan dengan prestasi belajar siswa kelas XI di SMA Negeri 12 Bone. Metode penelitian yang digunakan adalah metode korelasional dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kedisiplinan mempunyai hubungan terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan kelas XI 4 SMA Negeri 12 Bone. Diperoleh nilai rata-rata tingkat kedisiplinan sebesar 95,81 dan nilai rata-rata prestasi belajar siswa sebesar 82,21. Hasil pengujian korelasi yang telah dilakukan menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,039 < 0,05 sehingga data menunjukkan bahwa ada hubungan antara prestasi belajar dan kedisiplinan siswa SMA Negeri 12 Bone. Oleh sebab itu, tingkat kedisiplinan memiliki hubungan dan dampak yang baik terhadap prestasi belajar siswa dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Secara keseluruhan, siswa yang memiliki kedisiplinan dalam belajar serta mempunyai strategi belajar yang baik berimplikasi baik pula pada prestasi belajar siswa. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi peneliti selanjutnya untuk meneliti hubungan variabel lain yang mampu mempengaruhi prestasi belajar siswa sebagai wujud dukungan untuk meningkatkan kualitas SDM di Indonesia.
UPAYA PERANAN GURU PKN DALAM MENGATASI MASALAH PENYEBARAN BERITA HOAKS DI MEDIA SOSIAL PADA SISWA SMP NEGERI 1 TELLU SIATTINGE Astuti, Rena; Yanis, Muhammad; Genda, Maming
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Release
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.48361

Abstract

This study aims to examine the increasing spread of false information among students, which has become a serious concern, particularly due to low digital literacy skills and students’ limited awareness in verifying the accuracy of received information. Civic Education (PKn) teachers have the responsibility not only to teach citizenship knowledge but also to shape students’ character so they can think critically, act wisely, and behave responsibly in responding to digital information flows. This research employed a qualitative approach using a descriptive method. Data collection techniques included observation, interviews with PKn teachers and the Student Council President (OSIS Chairperson) as student representatives, and documentation. The findings indicate that PKn teachers play a strategic role as educators, mentors, and facilitators in developing students’ awareness of the dangers of hoax news. The results show that the role of PKn teachers is highly important in preventing the spread of hoax information within the school environment. Support from all parties, including schools and parents, is necessary so that efforts to improve digital literacy can be implemented more optimally and sustainably.
PERAN KANTOR URUSAN AGAMA DALAM MENGATASI PERNIKAHAN DI BAWAH UMUR DESA TANAH TENGNGA KECAMATAN PALAKKA KABUPATEN BONE Rihwayana; Rusdi, Muhammad; Genda, Maming
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Release
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.48373

Abstract

Underage marriage remains a complex social issue in Palakka District, Bone Regency, influenced by economic factors, cultural traditions, low levels of education, and limited public understanding of the negative impacts of early marriage. This study aims to describe and analyze the role of the Office of Religious Affairs (Kantor Urusan Agama/KUA) of Palakka District in addressing underage marriage practices. The study employed a descriptive qualitative approach with data collection techniques including interviews, observations, and documentation. The findings indicate that the KUA plays a strategic role in preventing early marriage through three main functions: educational, preventive, and coordinative. The educational function is implemented through community socialization regarding the legal minimum age of marriage in accordance with Law Number 16 of 2019 concerning amendments to Law Number 1 of 1974 on Marriage, while the preventive function is carried out by rejecting marriage registration applications that do not meet legal age requirements. The coordinative function is realized through collaboration with schools, community leaders, and related institutions to reduce the incidence of early marriage. However, the implementation of these roles still faces challenges, including strong local cultural influences, limited resources, and weak social supervision within the community. Therefore, the success of underage marriage prevention requires cross-sector collaboration and continuous improvement of public awareness.