Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Anestesi spinal pada pasien hipertiroid berat akibat kehamilan mola hidatidosa: Laporan kasus Nasution, Mukri P.; Kusumaningsih, Prita
Indonesian Red Crescent Humanitarian Journal Vol. 3 No. 2 (2024): Indonesian Red Crescent Humanitarian Journal
Publisher : Bulan Sabit Merah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56744/irchum.v3i2.66

Abstract

Kehamilan mola hidatidosa merupakan salah satu penyebab hipertiroid berat pada kehamilan. Peningkatan sekresi hCG pada kehamilan mola hidatidosa menyebabkan peningkatan hormon kelenjar tiroid T3 dan T4 dan penurunan TSH karena kesamaan struktur dan reseptor TSH dan hCG sehingga mengakibatkan hCG bertindak langsung pada reseptor TSH yang ada di tiroid. Tindakan anestesi bisa menyebabkan terjadinya kondisi badai tiroid yang mengakibatkan kegagalan jantung kongestif hingga morbiditas yang tinggi. Anestesi Spinal merupakan salah satu pilihan yang tepat sebagai metode anestesi pada tindakan evakuasi mola karena dapat memblok saraf simpatis, mengurangi efek samping dari pelepasan histamin pada tindakan pembedahan dan kontrol nyeri yang baik selama dan sesudah operasi serta memudahkan deteksi awal apabila terjadi badai tiroid. Artikel ini merupakan laporan kasus tentang pasien perempuan usia 49 tahun G3P2A0 dirawat di RSUD Wamena Papua Pegunungan dengan keluhan keluar darah pervaginam sejak 2 bulan sebelum masuk rumah sakit. Pasien ini didiagnosis kehamilan mola hidatidosa dengan hipertiroid berat tanpa krisis tiroid, diagnosis ditegakkan melalui anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Pada pasien ini dilakukan tindakan evakuasi mola dengan teknik anestesi spinal. Teknik anestesi spinal dipilih karena memiliki keunggulan dalam menghambat rangsangan simpatis, mudah diberikan, onset kerja yang cepat, lebih mudah deteksi awal apabila terjadi badai tiroid.
Prognosis of Children with Cerebral Palsy with and Without Therapy Mardiati, Sri; Nasution, Mukri P.
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v11i4.64184

Abstract

Cerebral palsy (CP) is one of the most common neurological disorders in children, characterized by impairments in movement, posture, and coordination. Although CP is non-progressive and cannot be cured, its prognosis largely depends on early intervention and access to appropriate therapy. This study aims to compare the prognosis of children with CP who receive therapy and those who do not. The research employed a literature review method by analyzing scientific articles from reputable databases such as PubMed, Scopus, and Google Scholar published between 2015 and 2025. A descriptive-analytical approach was used to synthesize findings related to motor ability, independence, communication, quality of life, and secondary complications. The results indicate that children who undergo therapy, including physiotherapy, occupational therapy, and speech therapy, demonstrate significant improvements in motor skills, independence in daily activities, communication abilities, and overall quality of life. In contrast, children without therapy experience more severe developmental delays, greater dependence on caregivers, limited social participation, and higher risks of musculoskeletal complications. The discussion highlights that therapy not only enhances physical function but also supports social integration and psychological well-being. In conclusion, early and comprehensive therapeutic intervention plays a crucial role in improving the prognosis of children with CP and should be prioritized in healthcare systems.