Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Konseling Lintas Budaya terhadap Penyesuaian Karyawan di Tempat Kerja Multikultural Novianti, Cucum; Faizatuz Zuhriyah, Nabilaa; Quro, Umul; Asshiddieqiy , A Hasby
Blantika: Multidisciplinary Journal Vol. 2 No. 8 (2024): Special Issue
Publisher : PT. Publikasiku Academic Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57096/blantika.v2i8.184

Abstract

Globalisasi dan pergeseran demografis telah meningkatkan keragaman budaya di tempat kerja, menghadirkan tantangan baru dalam hal komunikasi dan adaptasi. Penyesuaian karyawan penting untuk produktivitas, kepuasan kerja, dan kesejahteraan. Konseling lintas budaya membantu individu memahami dan menavigasi tantangan dalam lingkungan kerja multikultural. Menganalisis dampak konseling lintas budaya terhadap penyesuaian karyawan di tempat kerja multikultural. Metode penelitian menggunakan literatur review kualitatif dengan analisis sintesis. Konseling lintas budaya meningkatkan pemahaman lintas budaya, toleransi, dan keterampilan komunikasi, membantu mengatasi hambatan penyesuaian. Penelitian ini menekankan pentingnya teknik narasi dan peningkatan kesadaran budaya dalam sesi konseling. Dukungan sosial dari kolega dan manajemen memperkuat dampak positif konseling lintas budaya. Konseling lintas budaya merupakan alat penting untuk meningkatkan penyesuaian karyawan di tempat kerja multikultural. Penerapan konseling lintas budaya dalam kebijakan SDM dan dukungan manajemen diperlukan untuk menciptakan lingkungan kerja yang inklusif dan produktif. Kesimpulan Penting bagi karyawan untuk menyesuaikan diri dengan tempat kerja yang memiliki keragaman budaya karena hal ini memengaruhi kesejahteraan dan produktivitas mereka. Konseling lintas budaya telah menjadi alat yang populer untuk membantu orang dalam memahami dan mengatasi hambatan-hambatan ini. Konseling ini membantu orang mengelola stres dan konflik, meningkatkan pemahaman lintas budaya, dan mendorong integrasi budaya dengan penekanan pada kesadaran budaya, pengetahuan, dan keterampilan lintas budaya.
Islamic Counseling Interventions for Managing Parent–Teen Conflict Related to Social Media Use and Online Friendships Faizatuz Zuhriyah, Nabilaa
Islamic Counseling and Parenting Journal Vol. 2 No. 2 (2025): Islamic Counseling and Parenting Journal
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59784/bm7zmw43

Abstract

The rapid growth of social media has intensified parent–teen conflict in many Muslim families, particularly concerning online friendships, privacy, and moral risks. While existing digital parenting frameworks address behavioral concerns, they often overlook the cultural and religious dimensions that shape family dynamics in Islamic contexts. This study aims to explore how Islamic counseling principles can be integrated to manage and reduce parent–teen conflict related to social media use. Using a qualitative phenomenological design, data were collected from ten Muslim parent–teen dyads through semi-structured interviews, observations, and document analysis, followed by thematic analysis. The findings indicate that conflict is driven by contrasting interpretations of digital autonomy, moral expectations, and online peer interactions. Adolescents view social media as an essential space for identity exploration, while parents perceive it as a potential moral threat. Islamic counseling was found to facilitate conflict resolution by providing a shared moral language, improving emotional communication, and fostering trust-based negotiation. The study concludes that integrating Islamic values—such as adab, amanah, and shura—with evidence-based counseling practices offers a culturally grounded framework for improving family harmony and guiding digital behavior. These insights have significant implications for counselors, educators, and policymakers in Muslim communities.