Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

RELEVANSI DAN ADAPTASI SISTEM ABC DALAM LINGKUNGAN BISNIS YANG BERAGAM Sitorus, Aldi; sari Simarmata, Enjelia Nova; Saribu, Ardin Dolok; Hutajulu, Dean Christian; Nainggolan, Suwarni; Hutasoit , Herna; Siahaan, Peggy Vania; Purba , Jessica Anastacia
Jurnal Akuntansi Kompetif Vol. 8 No. 2 (2025): Akuntabilitas, Kinerja Keuangan, dan Strategi Efisiensi di Sektor Publik dan UM
Publisher : Komunitas Manajemen Kompetitif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35446/akuntansikompetif.v8i2.2149

Abstract

Tujuan utama dari critical jurnal ini adalah menganalisis kelebihan dan kelemahan dari sistem Activity-Based Costing (ABC), sebagai metode pengelolaan biaya yang semakin banyak diterapkan di berbagai sektor industri. Salah satu keunggulan utama dari ABC adalah kemampuannya dalam mengalokasikan biaya tidak langsung secara lebih akurat, khususnya dalam lingkungan bisnis yang memiliki tingkat keragaman produk dan layanan yang tinggi. Dengan pendekatan berbasis aktivitas, sistem ini membantu perusahaan memahami secara lebih rinci bagaimana sumber daya digunakan, sehingga mendukung pengambilan keputusan yang lebih tepat dan strategis. Selain itu, penerapan ABC juga memungkinkan perusahaan untuk mengidentifikasi aktivitas yang tidak efisien dan mengurangi pemborosan biaya, sehingga meningkatkan efisiensi operasional secara keseluruhan. Namun, di sisi lain, sistem ini memiliki sejumlah kelemahan yang perlu menjadi perhatian. Pertama, biaya implementasi sistem ABC cenderung relatif tinggi karena membutuhkan data yang rinci dan kompleks, serta pengaturan proses yang cukup rumit. Selain itu, pengumpulan data aktivitas yang akurat menjadi tantangan utama, terutama dalam lingkungan bisnis yang dinamis dan beragam, di mana perubahan aktivitas harus selalu diperbarui dan disesuaikan. Beberapa organisasi juga menghadapi resistensi internal terhadap penerapan sistem ini karena dianggap memerlukan perubahan proses kerja dan budaya organisasi. Di samping itu, sistem ABC terkadang dianggap kurang responsif dalam situasi industri yang sangat dinamis dan cepat berubah, seperti industri fast-moving consumer goods, di mana keputusan harus diambil secara cepat. Meskipun memiliki kekurangan, sistem ABC tetap dianggap sebagai alat yang sangat bernilai untuk meningkatkan akurasi pengelolaan biaya, asalkan perusahaan mampu menyesuaikan dan mengimplementasikannya secara efektif sesuai karakteristik dan sumber daya yang dimiliki. Dengan demikian, keberhasilan penerapan ABC sangat tergantung pada pemahaman mendalam tentang aktivitas perusahaan serta kesiapan sumber daya untuk mendukung proses tersebut.
Manajemen Strategik Dalam Meningkatkan Kinerja Karyawan Nainggolan, Suwarni; Zega, Nopitri; Marpaung, Irma; Nainggolan, Jestri; Siahaan, Audrey M
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 2: Februari 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i2.7687

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan manajemen strategik dalam meningkatkan kinerja karyawan di organisasi. Manajemen strategik yang efektif dapat memberikan arah yang jelas, memastikan bahwa tujuan organisasi tercapai, dan meningkatkan efisiensi serta produktivitas karyawan. Pendekatan strategik yang tepat melibatkan perencanaan, implementasi, serta evaluasi kebijakan yang mampu menciptakan lingkungan kerja yang mendukung, motivasi, dan pengembangan kompetensi karyawan. Dengan menggunakan metode studi kasus dan analisis data kuantitatif, hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang berfokus pada pengembangan SDM, komunikasi yang efektif, serta penilaian kinerja yang adil dapat meningkatkan kinerja karyawan secara signifikan. Penelitian ini juga menyoroti pentingnya peran manajer dalam mengarahkan, membimbing, dan memberi umpan balik yang konstruktif untuk menciptakan kinerja yang optimal.
ANALISIS AKUNTANSI MODAL BANK: MODAL INTI DAN MODAL PELENGKAP DALAM STRUKTUR PERBANKAN MODERN Nainggolan, Suwarni; Zega, Nopitri; Marpaung, Irma; Tobing, Ardi Lumban; Siallagan, Hamonangan
Jurnal Akuntansi Kompetif Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Akuntansi Kompetif (JAK)
Publisher : Komunitas Manajemen Kompetitif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35446/akuntansikompetif.v9i1.2638

Abstract

This study aims to analyze the concept of bank capital accounting with a focus on two main components of capitalization, namely core capital (first tier capital) and supplementary capital (second tier capital). A bank’s capital structure serves as a fundamental foundation for maintaining stability, resilience, and the bank’s ability to withstand various financial risks. This research employs a descriptive qualitative approach through a literature study of academic sources, banking regulations, and international standards such as those issued by the Basel Committee. The findings indicate that core capital is the highest-quality component of capital, characterized by its permanence and strong capacity to absorb losses directly. This component consists of share capital, share premium, and retained earnings, all of which play a significant role in maintaining the bank’s financial soundness and meeting capital adequacy requirements. Meanwhile, supplementary capital functions to strengthen the bank’s overall capitalization capacity through instruments such as revaluation reserves, subordinated debt, and hybrid instruments. Although its quality is lower compared to core capital, supplementary capital remains crucial in supporting the bank’s financial flexibility and ensuring compliance with regulatory requirements. This study concludes that an optimal balance between core capital and supplementary capital is an essential capitalization strategy to ensure the bank’s operational sustainability, enhance resilience to risks, and strengthen public confidence in the banking system.