Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Assessing the sustainability and resilience of cacao-cased farming systems in Pili, Camarines Sur, the Philippines Komarudin, Nurul Amri; Wai, Eaint Thet; Rohman, Nusron Habibur; Endonela, Leah
Asia Pacific Journal of Sustainable Agriculture, Food and Energy Vol. 13 No. 1 (2025): June 2025
Publisher : Asia Pacific Network for Sustainable Agriculture, Food and Energy Network (SAFE Network)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36782/apjsafe.v13i1.484

Abstract

Camarines Sur, located in the Bicol Region of the Philippines, is considered one of the most climate-vulnerable provinces. Despite this, it is a model for a robust and proactive disaster risk reduction and management (DRRM) program. The province features a diverse agroecological landscape, ranging from hilly and rolling terrains to plains surrounding Mt. Isarog National Park, which covers an area of 10.112 hectares with an elevation reaching 1.966 meters above sea level. Farming systems include monocropping, intensive multiple cropping, and agroforestry, with sugarcane and corn on downslopes, groundnuts and vegetables on lower slopes, and irrigated or rainfed rice fields. The integration of cacao (Theobroma cacao L.) is increasingly being explored as a means to enhance both the sustainability and resilience of these farming systems. This study aims to assess the sustainability and resilience of cacao cultivation at the farm level in Barangay Binanuanan, Pili, Camarines Sur. A qualitative research design was employed, utilizing semi-structured interviews with local government officials, focus group discussions with farmers, and a Strengths, Opportunities, and Challenges (SOC) analysis. Findings indicate that cacao farming contributes to economic sustainability, as most farmers benefit from diversified income sources, including off-farm employment and family financial support. Ecological sustainability is supported by cacao’s compatibility with existing farming practices. However, social resilience remains limited, as evidenced by the aging farming population and minimal youth engagement in agriculture. To strengthen overall system resilience, targeted interventions promoting youth participation and community engagement in cacao-based farming are recommended.
Kontribusi Sektor Pertanian Terhadap Ketahanan Pangan Dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah dalam Perspektif Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development) di Kabupaten Gunungkidul Mulatsih, Nurdiana; Rohman, Nusron Habibur
Jurnal Komunikasi Pemberdayaan Vol 4 No 2 (2025): December
Publisher : Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa APMD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47431/jkp.v4i2.831

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi sektor pertanian terhadap pertumbuhan ekonomi dan ketahanan pangan dalam perspektif pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Gunungkidul. Pendekatan yang digunakan adalah kombinasi kuantitatif dan kualitatif deskriptif dengan data sekunder dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan dokumen RPJMD Kabupaten Gunungkidul 2025–2029. Hasil analisis menunjukkan bahwa sektor pertanian berkontribusi rata-rata 24% terhadap PDRB selama periode 2020–2024, menandakan perannya yang signifikan sebagai penopang ekonomi daerah meskipun belum menjadi penggerak utama pertumbuhan. Keterkaitan antara sektor pertanian dan ketahanan pangan terlihat melalui peningkatan Indeks Ketahanan Pangan (IKP) dan diversifikasi konsumsi, namun tantangan masih ada pada aspek produktivitas, hilirisasi, dan keberlanjutan sumber daya. Penelitian ini merekomendasikan tiga arah kebijakan utama, yaitu (1) efisiensi ekonomi melalui teknologi dan peningkatan produktivitas, (2) pemerataan kesejahteraan melalui diversifikasi dan hilirisasi pertanian, serta (3) keberlanjutan lingkungan melalui tata kelola sumber daya yang adaptif. Dengan strategi tersebut, sektor pertanian diharapkan tidak hanya menjadi stabilisator ekonomi, tetapi juga motor utama pembangunan berkelanjutan dan ketahanan pangan di Kabupaten Gunungkidul.