Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Identifikasi Faktor Risiko Utama Terhadap Gizi Buruk Pada Balita Usia 12-59 Bulan: Analisis Komprehensif Di Desa Tanjung Anom Nasution, Nur Indah; Damanik, Rina Anggraini; Harahap, Halimah Tusakdiyah
JURNAL KEBIDANAN, KEPERAWATAN DAN KESEHATAN (BIKES) Vol 4, No 2 (2024): J-BIKES NOVEMBER
Publisher : Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-bikes.v4i2.94

Abstract

Balita usia 12-59 bulan mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang pesat, sehingga membutuhkan asupan gizi yang lebih banyak. Kekurangan gizi pada periode ini dapat menyebabkan masalah signifikan dalam perkembangan mental, sosial, kognitif, dan fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor risiko yang terkait dengan malnutrisi pada balita di Desa Tanjung Anom, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang. Menggunakan metode observasional analitik dengan desain kasus-kontrol, penelitian ini melibatkan 64 balita, yang dibagi menjadi kelompok kasus (32 balita malnutrisi) dan kelompok kontrol (32 balita tanpa malnutrisi). Sampel dipilih melalui purposive sampling. Analisis statistik dilakukan menggunakan uji chi-square dan rasio odds (OR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan ibu (nilai p = 0,018, OR = 4,333), pendapatan keluarga (nilai p = 0,001, OR = 11,667), riwayat penyakit infeksi (nilai p = 0,002, OR = 6,943), dan asupan makanan (nilai p = 0,000, OR = 81,000) secara signifikan memengaruhi risiko malnutrisi. Penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan ibu, pendapatan keluarga, riwayat penyakit infeksi, dan asupan makanan adalah faktor-faktor utama yang memengaruhi risiko malnutrisi pada balita di Desa Tanjung Anom. Untuk menurunkan angka kejadian malnutrisi, perlu dilakukan intervensi yang terfokus pada peningkatan edukasi gizi bagi ibu, dukungan ekonomi keluarga, pencegahan penyakit infeksi, serta perbaikan asupan makanan balita.
PENERAPAN KEBIJAKAN PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN PENYALAHGUNAAN SERTA PEREDARAN NARKOBA (P4GN) DI MASYARAKAT Damanik, Rina Anggraini; Nisa, Widiya
Jurnal Mal el Hayat Vol. 1 No. 2 (2023): Juli
Publisher : STIKes Malahayati Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan kebijakan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan serta Peredaran Narkoba (P4GN) di Kota Medan memiliki peran yang sangat penting dalam menanggulangi masalah narkoba yang terus berkembang. Dalam upaya untuk mengurangi angka prevalensi penyalahgunaan narkoba, berbagai langkah telah dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Medan dengan melibatkan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan kebijakan P4GN di Kota Medan, dengan fokus pada efektivitas implementasi, tantangan yang dihadapi, serta peran serta masyarakat dalam mendukung kebijakan ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam terhadap tiga informan utama yang terdiri dari Kabid/Petugas BNN Kota Medan, Staff BNN Kota Medan, dan Kelompok Teman Sebaya dari komunitas di Kota Medan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun program P4GN telah dijalankan dengan berbagai kegiatan penyuluhan, seminar, dan pelatihan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya narkoba, tantangan yang dihadapi cukup signifikan. Rendahnya tingkat partisipasi masyarakat dalam program P4GN, kurangnya koordinasi antara lembaga terkait, dan terbatasnya fasilitas rehabilitasi menjadi hambatan utama dalam mencapai tujuan kebijakan ini. Selain itu, meskipun media sosial telah digunakan sebagai sarana penyuluhan, masih terdapat gap dalam efektivitas komunikasi yang dilakukan. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan agar lebih banyak upaya dilakukan untuk memperkuat koordinasi antar lembaga, meningkatkan pelatihan dan edukasi kepada masyarakat, serta memperbesar akses fasilitas rehabilitasi untuk pengguna narkoba. Dengan dukungan yang lebih kuat dari masyarakat dan pemerintah, kebijakan P4GN diharapkan dapat lebih efektif dalam memberantas penyalahgunaan narkoba di Kota Medan.