Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MEMBELA INTEGRITAS SAHABATTAFSIR KOMPARATIF KISAH TSA’LABAH IBN HATIB DALAM QS. AL-TAUBAH:75-78 Zia ul Haramein
Al-Dhikra Vol. 2 No. 2 (2020): Al-Dhikra: Jurnal Studi Quran dan Hadis
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Universitas PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tersebar sebuah kisah populer di masyarakat Islam tentang Tsa’labah ibn Hatib, seorang sahabat Nabi yang menjadi kikir dan munafik saat doanya dikabulkan Allah. Tsa’labah dituduh sebagai sebab turunnya ayat 75 hingga 78 Surah al-Taubah. Kisah ini kerap dimuat di kitab-kitab tafsir dan beberapa kitab hadis. Banyak penulis tidak menanggapi sosok Tsa’labah, melainkan hanya meneruskan riwayat yang terlanjur menyebar. Padahal sahabat Nabi adalah generasi yang dipuji langsung oleh Allah dan rasul Nya. Serta sosok Tsa’labah memiliki nama baik sebagai pejuang Perang Badr, yang telah dijamin surga oleh Nabi. Artikel singkat ini mencoba mengkritisi diamnya para penulis riwayat dan mengkaji kisah ini dari segi transmisi hikayatnya. Ternyata ditemukan fakta bahwa kisah ini tidaklah benar. Substansi tuduhan kisah ini tidak tepat ditujukan pada Tsa’labah, melainkan membicarakan status munafik secara keseluruhan. Selain itu, analisis ini mencoba menyingkap secara sistematis status sahabat sebagai manusia biasa dan batasan keterjagaan kredibilitas mereka di hadapan syariat. Artikel ini juga berusaha membantah pendapat Ouzon yang menempatkan para sahabat perawi hadis sebagai manusia biasa yang bisa saja berbuat dosa.
Kontribusi Aisyah binti Abu Bakar dalam Tradisi Tafsir: Analisis Riwayat dalam Tafsir Ibn Kathir Al Fahrizal; Umiatu Rohmah; Zia Ul Haramein; Khofawati Khoiriyyah; Sari Ratna Dewi
Ta’wiluna: Jurnal Ilmu Al-Qur'an, Tafsir dan Pemikiran Islam Vol. 7 No. 1 (2026): Ta’wiluna: Jurnal Ilmu Al-Qur’an, Tafsir dan Pemikiran Islam
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M) IAIFA Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to examine the contribution of Aisyah binti Abu Bakar to the tradition of Qur’anic interpretation, particularly in relation to Surah an-Nisa’. This topic is important to demonstrate that women have played a significant role in the formation of Islamic intellectual traditions since the early period of Islam. This research employs a qualitative approach using a library research method by examining exegetical narrations attributed to Aisyah in Tafsir Ibn Kathir by Ibn Kathir. The data were collected through documentation techniques and analyzed using descriptive-analytical methods to identify the forms of Aisyah’s contributions in interpreting the verses of Surah an-Nisa’. The findings reveal that Aisyah made a significant contribution to the interpretation of Surah an-Nisa’. The narrations attributed to her demonstrate several important roles, including as a transmitter of exegetical narrations, as a source of information regarding the circumstances of revelation (asbāb al-nuzūl), and as an authoritative reference in understanding legal and social issues related to the verses of the surah. These findings indicate that women’s scholarly authority has been present in the tradition of Qur’anic exegesis since the early Islamic period and has contributed to enriching the intellectual heritage of Qur’anic interpretation. Therefore, this study highlights the importance of women’s roles in the historical development of tafsir and opens opportunities for further research on the contributions of female companions in Islamic scholarly traditions.