Ekosistem mangrove memiliki nilai ekologis dan sosial yang penting bagi keberlanjutan kawasan pesisir. Di Desa Regemuk, Kabupaten Deli Serdang, pemahaman masyarakat mengenai mangrove masih perlu diperkuat, khususnya dalam menghubungkan fungsi ekologis mangrove dengan berbagai kemungkinan pemanfaatannya secara berkelanjutan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat wawasan masyarakat mengenai fungsi ekologis dan potensi pemanfaatan mangrove sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam kegiatan konservasi. Kegiatan dilaksanakan melalui pendekatan partisipatif yang meliputi observasi awal, pertanyaan pemantik mengenai pengetahuan peserta, penyampaian materi, diskusi, pengenalan potensi pemanfaatan mangrove, demonstrasi, dan praktik penanaman. Kegiatan melibatkan 15 peserta yang terdiri atas nelayan, ibu rumah tangga, pemuda/pokdarwis, perangkat desa, dan mahasiswa, dengan dosen Pendidikan Antropologi Universitas Negeri Medan sebagai fasilitator, pemerintah desa sebagai mitra lokal, serta komunitas pemerhati lingkungan sebagai pendamping praktik penanaman. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa proses edukasi memperluas ruang pembicaraan peserta mengenai fungsi ekologis dan potensi pemanfaatan mangrove, sementara praktik lapangan memberikan pengalaman langsung dalam kegiatan konservasi. Sebanyak 1.350 bibit mangrove jenis Rhizophora ditanam di Pantai Alam Serdang Bahari, Desa Regemuk. Respons peserta terhadap kegiatan juga menunjukkan penerimaan yang sangat positif. Namun, pengenalan potensi ekonomi masih berada pada tahap wawasan awal karena belum ditemukan produk, usaha, kelompok usaha, aktivitas penjualan, maupun peningkatan pendapatan yang dapat dikaitkan dengan kegiatan. Selain itu, keberhasilan hidup bibit belum dapat ditentukan karena monitoring pascapenanaman belum dilakukan. Dengan demikian, kegiatan ini lebih tepat diposisikan sebagai tahap awal penguatan wawasan, pengalaman belajar, partisipasi konservasi, dan jejaring kolaborasi masyarakat yang memerlukan pendampingan dan monitoring lanjutan untuk mengembangkan dampak ekologis, ekonomi, dan kelembagaan secara berkelanjutan.